Nov 26, 2015

momiji

0

ada yang menyisakan embun pada tepitepi dedaun momiji 
rinai meneliup membawa, makin basah saja dan rumah 
terlihat seperti melukis salju. manalagi hendak di paksa 
kehangatan spasi pipapipa kuba 

sehangat champagne rindu mengudara dan angin
membalutkan makin pekat 

26112015 


gambar Google

Nov 23, 2015

matahari tak di pelupuk

0

sekira matahari tak di pelupuk 
cecap rindu memula dan hujan rintik selalu 
di belakang rumah segaris pohonpohon mahoni  
mempercepat alun seusia kacangkacangan 
apabila gamang gelagat sesiuran dan leletupan buncah 
rerata melawan sepasukan undurundur setanah gembur 

akulah peniup hujan, punaipunai beterbangan 
akulah pencakar pasir, sepasukan unta mendesir 
dan lawatan menuju memukuli seusai pertempuran 
goagoa bergemang mematut sisa senja yang hanya 
sejengkal lagi. di belahan dasar 

23112015

Nov 22, 2015

bukan

0

ruang sepanjang sungai alirnya menyimpan jejak 
terukir meski celahcelah bernaung makin dalam 
dekat setimpang dan cuma buat rencana bukan. 
ada nikmat terbilang, tak mesti di benah. cukup 

20112015

biru

0

malam burai angin kecut 
meretap kisikisi. seisi dingin
berubah. lindap tanpa 
ketika ada laut di bahumu 
racun singgah bulu halus lenganmu 

jauh sebelum tanah berupaya 
jadi tanaman menyuburi manis. 
manis sekali 

sebilur biru rasa satudua hari 
jangan salah seribu ha 
segunung bahkan 

ada bulir tersimpan 
ada yang engkau tahu 
laralipur mengunyah 

resap sedak 
sudah tak 

112015 

nopember

0

mengepul dari tetestetes hujan 
jejak seorang berangkat sore 
ada torehan membengkak di pelipis 
kanankiri. seperti lemparan yang 
menyeruakkan berat beban 
adalah penyudah selebar pelepah pisang, 
begitu bibir merah menimpali. 
penangkap penyu, suara lain sebiru tinta 
tangkas tak kalah 

mawar rekah dari halaman lama tak tersiram 
kenanga melati wijayakesuma ada juga 

hari yang membasah buat sekian harap 
dan tertinggal 

112015