Apr 29, 2009

spekulasi bunga

0

pada malam yang hampir menuntunku kau datang
bersama keranda di mataku. terlemparlah aku dalam
pasrah yang luruh oleh kerajaan kuasamu. telah kau
pinjami aku pedang hati untuk membunuh harihariku
di sepanjang gang yang tua lorong yang kelam agar
aku menjadi jawab yang pantas sebagai bunga hati
yang bersih di hadapanmu. tapi bunga menjadi
permainanku yang lalai dan kembali terdampar pada
malam yang amis. dan dalam genggaman sebagai
spekulasi yang memakan seluruhku

00-02

masih saja

0

masih saja lekat di mata resah begitu kuat menggoda
mimpi mendekap akrab jelma cinta meruntuh sel pengap
serahasia bayang berdesakan

00-09

kucatat penat

0

kemanakah pergi di antar jalanan lempang lintas
timurmu. kemanakah kembali seusai diskusi pendek

kemanakah singgah sepeminum kopi dan kemanakah
pergi. yang menghanyutkan kembaraku. kuingin untit
jejaknya. kuingin kemana ia bernafas

kucatat penat pada petang selepas dahagaku yang
murung oleh senyum berbuntal tanya tanda

00-09

sentuhan mawar sunyi

0

benarkan tuhan telah memberi jalan bagi setiap adam
yang memetik mawar pada keheningan hati setiap
kali meletupkan rindurindu tak bosan menatap sinar
wangi setiap kali rindirindu berbalas teteduhan
yang menyelamatkan jiwa adam dari kemelut asmara
dan tak henti menyikapi untuk tetap tersimpan di
bilik hati sebagai jawaban agar perpisahan tak
sampai mencekik leher kemanusiaannya.
begitu pula kaum hawa yang merasakan ada getar
setiap kali atau saat kesepian menumpuk menjadikan
bayangbayang mengelilingi jiwa dan hati
tak henti. sentuhan mawar sunyi datang melupakan
beban berat dan memberikan embun segar selayak
gerak jiwa segera mengharum di taman.
dan jatuh cinta memang membuat segalanya

2001/2011

dari keenam sisa pergulatan

0

memori kekalahan demi kekalahan kita
terbentang di setiap ranting pohon salju
dan setiap ranting terdiri enam kebodohan
yang tersekap dalam nada dan emosi dan beradu
meninggalkan airmata dengan sesal mendekap maaf

kita menangis sejadinya
kata habis sudah
hanya sebuah batu kelam
tak habis kikis untuk sebuah jawaban

kemudian bertanya tentang diri
pada keenam pergulatan dalam diri
yang tertinggal di pohon salju

yang bermain dalam ranting siapakah
kalbu

menggapai merujuk sebagai pohon salju
sekaligus buahnya

00-03

Apr 27, 2009

meski kita

0

kamu telah menggunduli perasaan yang mulai singgah
di mataku. tapi kamu selalu mengekor dalam lelap
tidurku. kamu terbang entah dari mana mencengkramku
mencabikku menghisap darahku tanpa menyisakan
sehelai rambut untukku. malam ini aku resah tanpa
bayangmu selalu resah tanpa bayangmu tapi aku
terbentang oleh mimpi yang membuatku semakin nyata
akan kehilanganmu. meski cinta kita terkoyak

00-03

sebuah kenang

0

kutemani langkahmu
mencari pesisir yang di telan ombak
wajahmu wajah ibundaku
tersenyum dan pasi
untuk sebuah kenang
ah yang kau miliki ranum
membuat jejak karang
singgah bersama khayal
mencapai debur

00-03

langkah

0

dengan bibir pucat kau simpan perahu yang dulu membakarmu
di laut tak berwarna. lalu kau layarkan kembali perahumu
tanpa sepengetahuan

guna bahagia diri jadikan kedua tanganmu dayung sebagai
yang kau kira berhati ini. demi keyakinan jadilah laut sekaligus
isinya. guna menemu diri yang sejati sebelum iringan
mengikatmu. begitu kau mengakhiri dalam rapuh dada ini

00-03

Apr 25, 2009

kota asing

0

pelorpelor kencana yang ditancapkan ke dada burung nuri
musimpanas membentuk keringat badar yang tertata rapi
di pesisir lapuk kota sebelum retak di padang gersang

desember 98

momen buat dri

0

sesamasama kau bunga
anggun memulia dan salju
juga ranting tak patah

aku berhari hingga gemeretakku
penuhi ruang sunyi. sunyi dan
sunyi antara kita berpijak tak hilang
dan bondong berharap kau pun
tak hilang antara musim yang tangis
dan lapar kita

99-09

putih salju

0

dari sebelah utara kota tercinta aku bergumul bersama
saudaraku senasib. mengantongi kertas kumal di pinggir
sampah dunia. sekedar menutupi hidup dan menafasi hidup
betapa kami jauh dari penggarapan dusta. betapa kami
mau dari penjelajahan kata. bebas berkencan sebagai
kelana yang sampai ke negri putih salju

99-09

hari

0

berjalan terus berjalan
berjalan terus terus
terus berjalan berjalan

apa yang kau cari nak
pak polisi di mana kamar mayat
diam beku

berjalan terus berjalan
lurus berjalan tak menoleh
berjalan terus berjalan
tanpa kenal siapa kenal
berjalan

apa yang kau cari cucuku
kek di mana kamar mayat
tengadah diam beku

berjalan terus berjalan
di pantai berlayar berlayar
berjalan terus berjalan
terus berjalan:

di sebelah ujung kanan depan
ada yang tak bernafas
ditemukan pak polisi
dikuburkan kakek berselempang salju

99-09

Apr 24, 2009

rindu setia

0

adalah jejak sunyi menghadir untuk sanggup dalam
memperoleh. dan matahari yang dipertahankan, bunga
hati yang di pinang membawakan pujapuji senyum setia
darinya rindu setia bersama angin kemuning mewangi saksi

99-09

jangan balut dukamu dengan

0

jangan balut dukamu dengan daunan sepi
pohonan hati bermuara dari duka jauh yang
memantulkan jiwajiwa keikhlasan disemayami
kedamaian kisahkisah indah

jangan berandai sampan mengantarmu berlayar
di luar garis sebelum cinta kau dekap dan
membaca rindurindu

lihat camar dewi ratih mengudara bahas dukamu
yang tersangkut dalam cemara duri dengan
bangganya. tak dapatkah kau bersimpul dengan
senyum kemegahan yang tertuang sambil
selamatkan gelang di tangan kanankirimu

99-09

balik

0

fana

membiar kuterlonta

kubukan buih
mengkehendak paksa

pada aturannya
aku mengena

balik kulepas dahaga sawah

menanya tak sempat kau

ah
terjulur kerianganku
pada tak sampai
bias jendela

amoi
asoi

desember 99

kawanan laut di bulan

0

ah peluit cinta
bertengger di kuduk malam
aku yang tengadah dijatuhi bulan
tapi pada biru laut
aku pudar sebelum sampai ke bulan

ah sandaran bui
aku lilin untuk bercinta
sebelum sampai ke padang datar
aku lupa dicumbui
yang terang untuk di tinggal
setelah sempat hanya mengabar

desember 99

adalah bunga kering yang bernyanyi

0

kubuang
dari kedua jemari

tertuang
dari kedua tatapanmu

dan beberapa anak di keningmu
meraba dadaku
tersumpal asmaraloka

tertunduk
dari kedua tatapanmu
dan hanyut bersama tarikanmu

terlahir dari nama kita
dan mengharum di rumah kita
kemudian

nopember 99

wajah

0

kulantunkan
pada air pada buih
pada sunyi pada perang
pada sumber pada nurani
kujalin bersama wajah
sebening gelombang

nopember 99

Apr 23, 2009

terjerat

0

sebuah awal keberanian
dari harihariku
dari lantai hatiku

bersemi di antara lalulalang kebisingan
menegak bersama waktu
menjadi waduk tumpahan jiwa

sebuah awal kebekuan
dari sayap sembilu
di cekam belai menghasratkan

mengacu pilu
merongrong kepastian
menapaki kenangan basi

sebuah awal keburukan
dari lantai hatiku
dari harihariku

meringkuk dalam kesenyapan
menggiling masa remaja
buat rabuk belukar dahagaku

sebuah mimpi buruk
dari belukar dahagaku
menjadi pahit geliatku
di ranjang tidurku

sebuah awal yang tak akan lari
dari gelombang pendarku
menahan sayu
menelan rindu

: mohon datangkan ia padaku
dikeheningan segala dingin
sebelum mata gigilku menebar aroma melati

sebuah awal penyelesaian
dari dinding hati
berikut batu penyerahanmu

membasuh liuk lukaku
memeluk gemuruh dadaku
dan memahat segala di manis jemariku

sebuah awal mahligai
dari mahkota selaksa cinta
kami bersanding menghadap Cahaya
menyempurnakan pagar hati
tumpahan jiwa

99-01

lagu mabuk dermaga tua

0

sejak ribuan lalu di sini tempat pesta
pemacu yang tak puas diri. hidup tanpa
kemantapan. terombangambing
tanpa rasa syukur

kekasih yang setia hanyalah dermaga
yang mampu meleburkan diri meski
menghangatkan dan melepas segala gulana
dimana riwayat berlabuh mengantongi
jiwa dan pikiran mabuk

1999/2011

Apr 22, 2009

ruang pesakitan

0

rindu menahun gerogot uluhati. menikam di ujung
tiangtiang. seluruhku terasa bertonton gelayut tak
henti. kemana musti mengadu sedang bicara saja mulut
tak di perduli. harihari kian lunglai pada jeruji. harihari
kian pahit saat setiap madat menggugah jahat. ruang
pengap sengal dalam diri yang setia, serta mata ciut
bertatto menceritakan pengalaman si bengal dihujani
pukulan hingga darahdarah. hingga tak harap sesal
menyeruput pagi yang asing dipenuhi gladiatorgladiator.
meskikah kutulis cerita guna meninabobokan jasad
dalam penggal hinggaku terlalu pahpah, begitu payah

21 april 09

Apr 21, 2009

potret

0

masih tersisa
untukmu segalanya

terbiasa
aku menatapinya

untukmu kusudahi segalanya

tak biasa aku meratapinya

nopember 99

lain

0

tak kutemukan di desa
tak ketemukan di kota

tapi di sela sajak
kutemukan diriku
bertimbun pohonan rimbun

nopember 99

seloka udara september

0

kemana udara ini malam semadi di tingkah kemarau
september. seperti tersemayam dalam salak kuburan
tua. seperti menyirap debu pada suasana kalbu
selesainya masuklah dalam ruang botolku

embun melibatkan suara macam kaca. menebalkan
lapisannya gelar binarbinar. udara pecah menelusup
jiwa sekal berserambi setanggi mawar

apa hati menobatkan dewa mars untuk mengawini
kemarau dengan sejuta pengabdian sunyi bening
di pelataran purnama

aku tak handal menggolongkannya. aku tak lekang
memerankannya. malam saja yang mengabadikan
udara september dalam ruang botol kacaku

september 99

benda

0

sendiri melukiskan lorong gelap
sendiri menyanyikan lorong kumal
sendiri menyudahi sifat dan bentuk benda
sendiri bersama lenyapnya bendabenda

agustus 99

pasi

0

kabut tebal
gununggunung bisu
senja mengawan
berpusar bawa dingin nila
sepi berasa di sayap rindu

agustus 99

seperti dalam

0

seperti dalam batas ini
berakrabakrab melakoni diri
seperti dalam warna ini
mengekor silih berganti
seperti dalam lingkar ini
menancap samar asap
seperti dalam batas ini
bergegas menyalin diri

adakah nyanyi tebing
sejak mula
seperti dalam

99-09

penetrasi

0

kumasuki dirimu untuk membangun dan menumpahkan
rasa segan menjadi kalimat beranda. kumasuki dirimu
untuk merayu kegamangan agar sandaran
ketidakmampuanku di hadapan prilakumu mendesahkan
kenyamanan di mata hati. kumasuki kehampaanmu agar
semburat kerancuan yang menghimpit kesadaran untukmu
untuk mencari pemahaman yang kekal. sediamu di dalamku

99-01

Apr 20, 2009

mawar purnama

0

sembilan purnama lalu
kau sodorkan mawar
tapi kau membungkam
sebelum hidungku
menyerah diri
pada kedalaman mawarmu
sembilan purnama yang kau ragikan

kini mawarmu sesobek sunyi
dalam buai jejariku

mungkin ini mawar terakhir
kudapati terang wangimu
bagi sekujur mawar yang tertunda

ya benar
ini mawar memagut malam
penciumanku

99-09

kusibak malam

0

kusibak malam
mengaji kerajaan sunyi-Mu
kubentang selimut
menghangati ruang panjang bergigil dan
api tungku berjaga

biar kudengar malam dengan ringkik kuda
atau desir dingin atau suarasuara
biar dawai malam dengan simponi
berbagi rasa tentram
menangis tertawa atau bernyanyi
biar malam dengan wajah langit
leluas melukis atau merangkai
mawarmawar taman kotaku

99-09

tekstur

0

berdiri di ombak
bagai tombak menusuk pantai
mendapati renyai
bercengkrama bersama senja
mengubur masa silam
menjadi batuan pualam
berbaring menjelang malam
membujur di pangkuan sang waktu
memajang purnama saksi

99-01

adalah rumput kering yang terbakar

0

tak mencapai botolbotol kompas
hanya diam angin
ditepian tertera segel 1 mil peleburan
untuk setiap jarak penempuh penantian

tak mencukupi jarijari gapai
hanya diam lunglai
terhempas 1 mil peleburan
untuk mencapai penantian

adalah rumput kering yang terbakar
tersambar asap batu api
di dada kiri

nopember 99

diam

0

nyeri tergenggam
walau darah bercecer
serasa panas pula terpendam
yang nampak hanya diam
merembes bersama terhapusnya kata: diam

(kucuri diri di dalam diam)

juli 99

tuhan ajarkan kami tentang tepi

0

kedip, kediplah bunga lautan inderaloka
mengabar suntuk peraduan sukma

ajari kami tidur pulas
semayami jembatan dirgahayu

mengolah ketidakpastian pada janjijanji
nuju kepastian, terbelah sungsang

amini kami pada kolam hening, tenang
sambut surga wibawanya

ayunkan, ayunkan kami
dendangkan, dendangkan kami
kibarkan kami
melukis hurufhuruf
mencetak angkaangka
di ujung telunjukMu

tuhan ajarkan kami
mencabut dan menderma
baris demi baris dalam setiap tepi
bernama: tokoh

maret 99

bayangbayang seribu bulan

0

aku hanya ingin berduaan sayang
menggenangi laut mimpi
aku hanya ingin kehangatan dekapan sayang
mengarungi belantara sunyi
aku hanya ingin airmata murni sayang
membanjiri mahligai keabadian sukma
aku hanya ingin tepi sayang

aku hanya menunjukkan
aku hanya menorehkan
aku hanya menidurkan
tanpa menguasai kebilanganMu sayang

februari 99

Apr 19, 2009

sepanjang langkahku

0

masih saja engkau melingkar. entah sebagai teror
atau perhiasan mengikat. tak jua engkau mengatakan
walau telah kusibak dalam perlawanan yang tak
hentinya. cahayamu sunyi meninggalkan seperti
bunga padang savana. cekam sepanjang langkahku
dalam bisikbisik sunyi

00-03

serindu aku

0

seberat apapun untuk menempuh jalan yang dalam
dan lurus memang sangat tidak mudah. sangat sulit.
hidup akan memulai dan diri hanya mengikuti jejak
demi menempuh yang diingini, dimiliki. butuh kuat dan
kerja keras. lebih mengutamakan kesadaran untuk
bertahan hidup dan mencari lagi jejak diri yang lebih
baik. dan damai. dunia memang berputar. hati dan
jiwa terus mengolah dan mencari jalan. bergerak
dan berjuang untuk sebuah masa depan yang bahagia
dan kuat. hidup selayak menuai dan mencari pohon
yang sejuk. sesejuk keinginan untuk hidup lebih tenang
dan damai. pencarian dalam diri guna menata
ketentraman hati dan keluasan hati butuh sikap dan
laku yang jujur. usaha memang perlu dan ketulusan
lebih berarti. hati menggapai jalan yang ridho. jiwa
mengolah gerak menemui pintu yang maha luas dan
bercahaya. ketentraman kebaikan, ketulusan membentuk
pribadi. hati dan jiwa masih terus mengolah gerak,
merubahnya dan masih mencari arti yang santun
dan cahaya sejuk. cahaya sejuk, serindu aku untuk
menyayangi dan memeluk kasih yang sungguh masih
gapai dalam pencarian dan jejak

02

keluarga

0

semua terjadi begitu saja. aku tak mengapa. tapi
setelah apa yang kuaalami ini semua terasa menjadi
hikmah agar aku bisa lebih hatihati dalam mengambil
keputusan. satu lagi yang menjadi harapanku kelak
apabila ada seseorang yang ingin hidup bersamaku
memutuskan untuk lebih baik hidup bersamaku. aku
harus bijak tegas tegas. apakah yang aku pilih dan
aku cintai itu pantas menjadi pasangan hidupku di
dunia yang baru. keluarga.
aku telah hidup dalam ketertarikan untuk mengasihi
dan mencintai keluarga. isteri yang cantik setia dan
lembut. kelak sebuah keluarga yang harmonis
menjadi terwujud dalam harapan dan impianku.
ya aku pun sadar seluruhnya telah di atur oleh
Yang Kuasa Alam ini. aku hidup dengan siapa.
tinggal bagaimana aku dalam menjalankan
kehidupan ini

02

kelak

0

pernah sesekali ia datang padaku menunjuk mukaku
menuduh cinta tak berperilaku. padahal telah berkali
kukirim surat memohon penuh harap, justru ia pergi
tanpa pesan. kelak ia akan datang padaku memeluk
wajahku. merujuk cinta setelah bertahun memendam
rindu bahwa sebenar cinta itu hadir semenjak surat
lebur dalam tangan dan makian

13 januari 01

sepotong resah yang kuhisap

0

aku telah melihat indahmu dalam pertama bertemu
sebelum kamu menjejak dalam buai yang paling hidup
sebelum berjalan dalam langkah mulus di catwalk itu
bersamamu akan lebih indah dari pada ngungun ga karuan
+ jomblo mengekang atau angan patah terhisap resah
wangi sungguh adalah kamu putri cantikku

03-09

pesona

0

kau tak mengenal matahari
yang sedang kuncup mewarnamu
kau tak mencoba kemana matahari
menelusuri wangimu rambutmu
yang terurai membangun pesona
walau matahari mengelitik
merayu dengan aroma meraba
tapi tetap saja idaman tetap impian
sepanjang matahari yang lewat
atau menghampirimu

00

Apr 18, 2009

mata cinta

0

ruh yang kupecahkan semalam
hati bening bocah telanjang dada
mendekap dua kristal relung dunia

inikah hari bagi masadepan hidup

bersujud atas restu di tanah mimpi
kubekali diri guna mendekapMu

98-09

duka purbawi

0

melulur urat cinta
di ujung ada topengtopeng saksi melingkar
hadiri sayup kata dera bunyi

bumi membaur batu

masih ada sarung nafas menggurat dada
mendarah sehelai di lingkar
airmata

98-01

gincu anggur

0

dalam tengadah
kuletakkan gincu anggur
di telapak kosong ini

sebelum bau nafas
tumbuhan romawi
sebelum menyimpan
gincu anggur
apa yang harap dalam jiwa ini

98-09

dalam diam batu

0

ranggas tersiram sepi
lalu gugur
di sebuah tepi
gerimis menyentuh
derita masalalu
dan membawa berita
di pagi hening
di minggu dingin

luka tersaput
di gusur sakal
dan iringan pengantin terdengar
mendesak mata
di nanti kemenangan

maret 98

Apr 16, 2009

rinduku menggantung

0

rindu diterbangkan kesesakan benak
menghujam pada temu kilat
kudekap dan ragu di tatap
diri meruntas
diri di runtas
mulut dan tanya mengabur di tangkap
pedih
jiwa dan sukma berteduh daun

rindu menggantung
berselubung rumputan di angin

98-01

mimpi pagi kota asing (dua)

0

di batu sepi padang gersang
kau hamil dalam jejak tanpa ruang
kucium perutmu dan kupijat pahamu
bau harum menyebar beningkan cahya peluh
dan di sudut ruang tanpa ragu
kau serahkan bayimu dalam tatap dunguku

98-01

mimpi pagi kota asing (satu)

0

secuil sinar ungu di dinding kalbu
terpampang sketsa rimba
secuil kegelapan di wajah
pohonan dan gemunung menghias

garis cakrawala melukiskan
tentang bayi dan ibunya

di kota asing bergumul dalam luka
tanpa nafsu mencekik selimut waktu

98-09

yang bertapa di batu gersang

0

sunyi terbagi menjadi percakapan malam
jelajahi hening mengakrabi jejak
dentang ritual menyeruak
bersayapkan api para tualang
tulang kekakuan diperabukan dan
di bingkai ke sumbernya

panah yang dangkal pemburuan
sebaris kata terjerembab dalam perang
dan di matanya memancar kelenjar mawar

februari 98

Apr 15, 2009

penggantimu

0

maka kuberi warna pada daundaun yang sudah berumur
di jendela hatiku agar kecemburuan pindah ke taman
jiwamu. telah lama tak kusuratkan ruang di kamar.
terlalu jauh kusimpan kenang di antara kita.
keberadaanmu yang entah membuat membakar
suratsurat kita dulu. ah ternyata engkau masih
seperti dulu menjadi bagian hidup dan misteri di kamar.
atas kegagalanku guna memilikimu dalam gerimis
aku tertunduk demi membebaskanmu.
demikian kukumpulkan daundaun berikut bunganya
yang menggelepar untuk kutulis puisi penggantimu

aku melihat ada dirimu

0

aku melihat ada di setiap melangkah di ujung
paling tikung. berbuat banyak hal melacur judi
sekalian mabuk sesudahnya. ya aku melihat dirimu
dengan senyum paling pukau dengan lambai paling
sayang dengan tatapan paling kasih dengan harapan
paling tulus. dalam kemabukanku yang terindah
sekaligus terbuai di dunia yang redam
aku melihat ada dirimu di saku dalam tidurku dalam
ketololanku dalam muslihatku. aku melihatmu dalam
kejemuanku dalam kecemasan yang lantak yang
lunglai. menyendiri dalam amuk rasa. ya aku benar
melihat dirimu dengan tangan tengadah dengan
airmata doa dengan kekhusukan mulia.
melihatmu di ujung paling tikung ini dalam sekaratku
dalam kehancuranku. ya dari jauh ada suara dirimu
makin mendekat seperti peri memapahku di batuan
tajam seperti perawat yang menyudahi segala luka
seperti bumi yang menghidupiku. tanpa bicara Kau
merubah di dalam jalan dengan tangan makbul.
aku melihat selalu

01-03

Apr 14, 2009

bidari subuh

0

dia yang pertama kali kulihat di subuh itu begitu
adzan dikumandangkan dengan nyaring dalam
pesona gaib. tubuh itu keindahan yang dibangunkan
dari mimpi bagi kewajiban muslim. dengan khusuk ia
berwudhu dan sholat. keindahan itu adalah tubuh
yang sempurna di dalam sholat dan zikir. lalu yang
sedang diperlihatkan padaku bagai bidari yang datang
setiap kali adzan dikumandangkan dan aku lalaikan
demi melanjutkan mimpi. yang setiap kali hinggap
di pundakku sepulang kerja dan lelah. untuk
mewujudkan mimpi pada saat bangun pagi dan
bekerja sebagai obsesi. bertahun dan sudah berapa
kali adzan terlelap dalam dekapan mimpi menyebar
ke silau duniawi. dan berulang aku jatuh berdiri
lagi membangun runtuhan mimpi untuk keluar dari
kemiskinan dan sekarat.tetapi kini bidari subuh itu
melekat tak henti di batinku untuk menunaikan
kewajibanku sebagai Muslim

01-03

keindahan

0

keindahan masalalu tak seperti
keindahan hati yang menepati janji
karena matahari yang luka menyiratkan
kebencian atas kenisbian yang mampu
mencelakai diri

matahari yang bunuh diri bukan saat
yang tepat guna mengakhiri keindahan

3 januari 01

lakon

0

aku hidup memerankan lakon ini:
mencumbui tumbuhan luka di semak belukar hati
mendagingkan pucuk matahari yang menerobos bumi
goresangoresannya kupunguti sebagai makanan
atas mimpi yang tak sebenarnya mengenaiku

01-09

jendela

0

saat gagal melagukan hati kutaruh bunga ke sedia kala
di jendela masih terasa wanginya mengedari sempit tamanku
tapi tetap tak kulupakan awal hijau di tamanku saat
kau rebah di dadaku sambil memainkan aroma dan jemarimu
kusadari bahwa jendela dapat menembus kenangan yang
hampir pudar sekalipun dengan menemukan dan membangun
mahligai mimpi kembali ke dasar matahati dan cinta

01

Apr 13, 2009

Apr 12, 2009

ajar

0

langkah yang engkau mainkan mengajariku berkaca 
bahwa debu akan beterbangan menempel di jidatku
saat badai di selangkang waktu merindu dendam
saat sepi mencabik resah pada rekam kita berpisah


alam yang berdiri di sekitar menfilsafati
bahwa kegersangan guna menjalaninya 
sebagai tugas untuk melawan keterbatasan 

apa yang mesti dilakukan ditindaklanjuti
adalah keremajaan untuk melandasi keindahan
adalah kedewasaan untuk menerangi keindahan
adalah kearifan menikmati keindahan kedamaian

kini aku kembali mewarnai menjadi dunia

1998/2009/2012

Apr 11, 2009

sepasang nyawa telentang

0

sepasang nyawa telentang kerna telah menemukan
hati yang di caricarinya. di luar jalan di busbus di
trotoartrotoar di gedunggedung dan kembali ke
ruang sekap
sambil tersenyum biru, 'telah kutemukan
bahagian dariku yang lepas. aku cinta jejarian ini
yang terus menelikung hingga buncah kesumba
melumat hadir monitor segienam'. seluruh tubuhnya
mengacungacung monitor segienam di hadapannya

april 2009

Apr 9, 2009

Mengapa Muncul ULTRASONOT

0

Sebelum di dakwa untuk menjelaskan secara rinci atau spesifik mengenai arti kata "ultrasonot",
terlebih dahulu saya akan menceritakan sebuah pengalaman / pergolakan batin yang menimpa
saya, so mengenai mengapa muncul kata ultrasonot sebagai judul puisi.
Berada di tangga atas (bukan di lantai atas gedung) di dalam pabrik tempat ruang saya bekerja pas giliran shift malam, sekitar pukul 20an wib, saat mesin produksi rekan saya mengalami trouble, dengan iseng mengklik om google; mobil termahal berikut pajaknya. Kerna khayalan
untuk berfoto dengan SUV Hummer H2, begitu kental, memaksa jari-jari ini, hanya sekedar ingin tahu saja mobil-mobil ultra mewah, tanpa maksud untuk mencurinya, tapi sangat mencuri perhatian saya.
Nah, dari sini muncul kata 'ultra' yang diikuti kata 'sonot' setengah jam kemudian yang membentuk garis melengkung menyerupai pelangi. SONOT, ya sonot. Begitu menyekap. Berjubelan, menjejak-jejak di ruang benak. Untuk segera keluar menjadi puisi. Sonot, ultrasonot. kalo
ultrasonik udah jelas maknanya. Sedang ultrasonot?
Lalu kuambil kertas dan mulai menulisnya, membentuk puisi. Muncul lumutlumut tumbuh, ada juga papirus tumbuh (yang kemudian kuganti; liana dan epifit tumbuh), setelah mengklik om google,
-papirus. Setelah melakukan revisi yang tak kunjung selesai, hingga kubawa pulang beban ultrasonot yang tak henti merengek-rengek minta dibuatkan puisi. Kerna benar-benar buntu mengenai
ultrasonot (penikmat sastra yang belajar menulis puisi menemui jalan buntu, kuldesak!, jadi inget lagunya dewa19)
Ultrasonot menjejak-jejak ruang benakku. Ingin cepat lekas di sebut 'puisi'. Tanpa mau didampingi sajak di depannya, sajak ultrasonot. Waduh runyam! Planing yang mesti direalisasikan. Sesuai efisiensi, begitu istilah dalam pekerjaan saya. Rutinitas saya di pabrik. Okay, setelah utak-atik, lalu;

ultrasonot

langit benderang
udara berserbuk di pukulpukul
pucuk kanopi. lumpuh di bawa
lumutlumut tumbuh

lumutlumut tumbuh
liana dan epifit tumbuh
di garis lengkung ultrasonot
mengucur keringat arktik

langit benderang
udara berserbuk plastik cuat
mengubur harihari yang jungkal

april 2009

Alhamdulillah, selesai sudah aku mengandung. Ultrasonot bener-bener lahir jadi judul puisi hasil hubungan daya khayal, ruang angkasa (kosmonot dan astronita), dengan nuansa hutan tropis.
Jadi dengan tanpa mengurangi estetika puisi dan tanpa ingin menambahkan satu kata 'ultrasonot' ke dalam KBBI, saya hanya ingin coba menyimpulkan;

ultrasonot 'di unggah' keakuan diri dalam pergolakan batin, dengan membebaskan diri dari kekang, penyeimbang diri di ruang sekap, dari keinginan berlebih yang meraungruang.

langit benderang
si ultrasonot jebolan kosmonot dan astronita
mengubur harihari yang jungkal.
merubahnya harihari yang songsong

Yups, buat LILI, terimakasih udah mampir  n terimakasih atas commentnya. Kerna commentnya
inspiratif banget untuk di dedah. Meski ULTRASONOT perlu pemahaman yang kongkrit mengenai arti sesungguhnya.Okelah kalo begitu, saya petik ungkapan GM (Goenawan Mohamad) mengenai
sajak; "kalau tidak dapat dipahami cukup dinikmati saja".

Salam Sastra.


Lampung, 9 April 2009/16 Oktober 2014

Apr 8, 2009

berjuang menjadi baik

0

sebelum malam sekap gigil cekam
seorang diri bangun dari tidur yang resah
tidur yang hantu harihari
tidur yang bikin suntuk menunggu nasib

kemana kugantung sisasisa hidupku
atau kuselipkan di pundakku erang
atau kupanjat pohon hatiku usang
atau kurambati kedua mata sisa baraku abu

telah jatuh berulang jatuh
tempuh lembah menjulang sauh
merapuh ambruk lumpuh
juga gapaiku seperti di seruduk
berpuluh truk bermuatan bajabaja

sebelum rindu jadi lunglai
jadi tak berdaya hingga tutup usia
sebelum malam singkir pada sepertiga
jadi lupa kemana malammalam dialirkan

sedang di luar riuh stasiunstasiun
pada padat berdebat berpendapat
bedabeda namun tetap satu tujuan

sebelum pagi yang sekarat
sebelum hati makin pucat
sebelum kaki jadi tongkat
kali mengalir dan sampah plastik
di ujung paling tikung mampat dan sumbat
oleh dini ini jiwaku berpesan:
jangan tambah sengsaraku

april 2009

ultrasonot

1

langit benderang
udara berserbuk di pukulpukul
pucuk kanopi. lumpuh di bawa
lumutlumut tumbuh

lumutlumut tumbuh
liana dan epifit tumbuh
di garis lengkung ultrasonot
mengucur keringat arktik

langit benderang
udara berserbuk plastik cuat
mengubur harihari yang jungkal

2009

Apr 7, 2009

tonggak imaji

0

berlarian berdesakan menarinari mataku

selamat jalan semoga jalan lempang
sesampaimu
senyummu ikhlas meninggalkanku

tonggak imaji yang kau titipkan padaku
kuteruskan dalam puisi dan mawar

2009

Apr 5, 2009

kota tapis berseri

0

selepas pandang kotaku tapis berseri

rindu berperi
ada suasana merdu kusuka
manis menyapa suasana kalbu

kotaku tapis berseri selepas pandang
ada dimana kaki berada
way kambas, lembah hijau
air terjun, resort baru krakatao

kotaku
salam wawai

-09

mataku lendir

0

mataku lendir. sebaris pelangi menarinari
dalam kelopak membakar semut yang
mengeroyok mataku lendir

di bawah naungan matahari seusai pelangi
gerimis di ujung petang mataku buih
gelombang semakin gencar memakumaku
mataku. mataku lendir hingga cuat.
mataku buncah. meluap genang. meluas
hingga ragaku dampar

bulan terang di pucuk dedaun
sedang apa mataku
kutemukan mataku tersenyum atas nama
Pemilik dedaun kering bergoyang jatuh
oleh Pemberi udara sesejuk ini. kuhirup
juga bahagia ini. kulihat juga bintang jatuh
di seberang laut ini. dan mataku basah.
lendir kehidupan

2009

Apr 4, 2009

airmata di ruang julang

0

hijaunya daratan yang mengelilingi seluruh tubuhku
berharap sunyi yang bersedekap antara ruang hari
dan kakerlak berhenti agar leluas jejaring
berkehendak menjumpai tak hilang arah atau
berbondongbondong berbalik atas kekonyolan
yang menyerbu lingkup generasi
dan ruang hitam akan berselempang didadaku
penuh berondong mengenaku hingga darah

bilamana sepenggal kisah terjerembab menyebab
kekinian yang bangun sekian keringat dan rasa
bertonton hampir tenggelamkan aku, mungkin jejak
rindu kelak berlapis mencurah kelam sepengharap
nuansa yang penggal dan berpuluhpuluh rejam
menghantui

demikian kehatian yang berselancar demi harap
tak putus, kembali menenun atas rongga yang
pecah dalam babad leluhur kisahkisah petualang
bermandikan airmata ruang julang dan selalu
menelikung demi raga dan sekalian imbas
memukul hari yang hilang berderak dan berdesak

-09

Apr 3, 2009

jadi mumi

0

usaplah luapan dari amuk
sebelum bilur desak harihari
tuk pergi dan mengecewakan
kawasan yang digerakkan oleh hati

usaplah luapan yang selalu cuat
sekira masih tak ingin henyak
sekira setebal kekuatan dedas
dan sekira ujung bilur mendarahdarah
jadi mumi adalah kesempatan akhir
memulas kengerian serindu purba

-09