mataku lendir. sebaris pelangi menarinari
dalam kelopak membakar semut yang
mengeroyok mataku lendir
di bawah naungan matahari seusai pelangi
gerimis di ujung petang mataku buih
gelombang semakin gencar memakumaku
mataku. mataku lendir hingga cuat.
mataku buncah. meluap genang. meluas
hingga ragaku dampar
bulan terang di pucuk dedaun
sedang apa mataku
kutemukan mataku tersenyum atas nama
Pemilik dedaun kering bergoyang jatuh
oleh Pemberi udara sesejuk ini. kuhirup
juga bahagia ini. kulihat juga bintang jatuh
di seberang laut ini. dan mataku basah.
lendir kehidupan
2009
Apr 5, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment