Showing posts with label puisi2014. Show all posts
Showing posts with label puisi2014. Show all posts

Dec 27, 2014

sepetik bunga langit

0

sepulang rindu 
ada airmata 

menelusuk semat lilitkan 
lebam tak tepikan lagi tualang 
deram leleh hitam
sepanjang laut hujan 

keperkasaan ini ruang detak 
menyesap lelapkan jendela luka 

di sepanjang baris bintang 
hati seilir tiktak lesung 
di kepung dentum 

kayuh ditiupkan atas aum bum 
sekelumat pada batas 
sebidang kah 

sepulang rindu 
tak lagi selangkah 
dari bumi

122014
 
 

Dec 18, 2014

negri para tanpa

0


|<|_||<|_| 
|<|_||<|_||<|_| 
|<|_||<|_||<|_||<|_| 

.......................................................................................................||^|^||_| 

|_|>||_|>||_|>||_|>| 
|_|>||_|>||_|>| 
|_|>||_|>| 

122014

Dec 14, 2014

di halaman petang

0

di halaman petang 
menyeruak sunyi 
aku kalah lagi 
dalam perang semangka 
keduaratusduapuluhdua 

saatsaat ekonomi  
melemah harihari 
siapa mau rugi 
peraga 
peragu 

menghantu baru 
semaumua 

122014
 

celana

0

celana dalam kalenderku berbuah semangka 
aku tak lihat satupun tipuan 
dan aku rasa aku tak perlu mengunyahnya kembali 
sebab aku baru tiba 
ketika pulang dari kota serba polit 

aku kelihatan seperti tak lagi bersama 
bergandeng denganmu 
di negri sudah lama kupanggil gila 

122014

cukup sudah kematianku

0

cukup sudah kematianku hari ini 
dan biarkan aku lari dari penderitaan 
sudah sudah kumulai muliakan dentamdentam 
dari rituil segienam tanpamu 
tanpa kepemilikan dan tanpa rasa beban 
serang pundak hirauku 
aku tak mau mantera dan serapahmu yang bual 
yang sedot kedirianku memualkan kelihaianku 
tarik ulur. dan kepulangan tak berlaku 
dalam period yang liur luarkanku lagi 

jangan sedot aku dalam keparu puraanmu 
yang rupawan jelita seperti memijit kelelahan 
yang melumpuh tahu tahun depanku 
jangan pijat aku lagi dengan rayu guraumu 
yang gemulai lagi nanti. nanti diannanti 
aku akan datang dengan paras tak habispikir disana 
di ranah kebodohan berkalung ulang. lagi dan tanpamu 

122014

ketika matahari terbenam

0

ketika matahari terbenam aku lara terpendam tanpa taman tanam. siapa bisa tumbuh suburkan 
lagi aku. aku terpasung di lauh rasa dan terseret molotov yang di bawa tahuntahun morfologi 
generasi ketiga. siapa lagi dan bisa aku tanam suburkan gegapku yang riang. bilasaja di kapan 
waktu aku tak mau di makan usia. dimanakah ada kehendak ituitu saja. dibekukan seperti 
penuh derita tancap luluhkan peperi di setiap laku keharian tanpa kehatian. terpompa benih 
gelombang giganium 

berpola dederita kemasamudaanku. terliuhkan kembali dentam itu seperti mencuri mercusuar 
yang sudah ada di waktuwaktu terpiurkan gegalauan. dan dentam. dentam menumbuh liuhkan 
kembali. denyut pepilu menyeruak habiskan jam penjelangan. keluar dari rahim luka dan beribu 
pepinus tumbuh di sekelilingnya membentuk jarum jam memutar arah dentang. dan dentang 
tiktaknya selalu menyisirkan deburan dan sampai ke laut asa disana aku diliuhkan kembali. 
kembali dalam tabung penjelajahan ruang ke uraturat gegalauan. dan lagilagi. kegalauan yang 
melumatku memilukan. terseret di bulirbulir ranah kehilanganmu 

122014 

Nov 26, 2014

pasta nadi

0

di ruang senja 
dengan seikat matahari 
tanpa hela juga jendela 

digaris dinding kaca 
ruang yang tak terbuka lagi  
seperti jeruji hingga dada 

penghujung januari 
sendiri yang telah dilampaui 
dalam genap usia, nanti 

112014

Nov 25, 2014

dua hati dalam kepal jantung

0

aku menciummu bukan lagi sebagai pengharum 
kerna setiap helai adalah rindu 
dalam kecup kuncup sepagi embun 
aku mewarnamu lagilagi bukan sebagai lukisan 
setiap pulas tarian menggelinjang api rindu 
sekuat rentang memilin membuatnya kembali 
seikat wangi semerbakkan ruang samudera 
dalam titian muhibah 

kerapatan luka meninakan jemari tuk selulitkan 
persetubuhan giganium melemparkan jauh keping 
buraian airmata tetas lekaskan bekas desakdesak 
sepantaspantas 

akuarium akuarium 
zahrah tumpah 

112014

Nov 20, 2014

layanglayang

0

layanglayang kembang 
angin kencang 
sebuah rumah bentang 

 berdiri 
sangat tinggi
jauh dari siti 

di langit menari temali 
mambang sorai 
guncang lambai 

sejauh peluh 
setempuh utuh 

layanglayang kencang 
kembang 
mampang lapang 

112014

tulang belakang

0

bila matahari bunga dan kerkahnya menuai biru 
aku tak lagi datang dengan senyummu 
itulah hari dimana gerus sejuta luka menerkam ulu
ada berapa berdentam mengacu bilahbilah. luka 
darahdarah. semenjakmu terkaum kebilanganku
rindu ditidurkan kembali menanaknya sepulen 
nawang wulan. 

jika hal memula menuai selamatlah seru itu 
turunkan kudamu - jika memang 
tulang belakang dekat bahu memacu 
pakupaku memalu seperahu 

112014

Nov 9, 2014

lari

0

seperti perdebatan luka
di jemput sepi ibujari 
kontrak mati di dada kiri  
seruput kopi melawan maka 

112014
 

 

Oct 28, 2014

asri

0

dentam laut bergulung 
menakluk rindu bertaut 
bermekar cahaya 

nyanyikanlah deburnya 
biar terdengar siurnya 
tak lena siurnya 
tersiram siurnya 

dentam laut 
mekar cahaya 
rindu taut 
mewangi jaya 

102014


Oct 21, 2014

serat

0

jenjang lingkar dalam ranum reinkar 
menyeruak letupkan lintas cahya 
kecupan wangi seikat rindu

berdiri tangan dan rapal kidung 
menggema getarkan 

teduh 

102014

Oct 20, 2014

melankolia

0

mengapur lebur 
cebur 
menekur titititik 

gerimis 
bersatukan derum lara 
memeram rindu 
ke dalam tungku 
menunggu bolaapi pijar 

102014

Oct 18, 2014

kupukupu laut

0

diterbangkan matahari. aku tak tahu rindu 
atau luka yang mengeroyokku. kujur terbujur. 
tapi kepak yang kaku mencercapkan busur 

dalam khatulistiwa peristiwa bunyi tak lagi 
rindu. kerna rindu telah buai ke alir hulu sungai 
tirani, kata selembar dedaun geletar memayungi 
tak ada hujan lama kemarau bersanding 
kering dan luka makin nganga 

aku mengerjap. letih. tak kuasa ada gerigi 
menghantu menghalangi keikatan madu 
dari lentik suara bergelombang 
apalagi. keraguan tak pilar. jauh berondong 
keingintahu karang di laut. 
dan aku ingin jadi kupukupu laut mengerjap 

mengelilingi suasana biru samudra. agar 
tak lagi sampah berlautan. 
sayap ya sayap sepasang kepak menyematkan 
dan udara debu mengalirkan bengis 
menaboki macammacam kepicikan di daerah ubunubun 
memerangi kenostalgia yang tak berperi 
melucuti merah berkas mataku 

ada karang ada gurita dari bening biru uburubur juga 
dan sepotong sunyi tertinggal merayapkan tingkah 
kepada cahaya. dan tingkah rakus merusak jalur 
yang diharapkan terbujur nganga dalam arung deras 
tumpah menderam gerus pusaran karam 

aku kupukupu laut hendak arung 
tapi cuma harap yang tak tertera. dan kupukupu 

dan kupukupu lindap dalam ayunan matahari berbaring 
lagilagi. dalam senyap yang di huni aroma lentik madu 
yang senantiasa pahpah. haphap 

102014


Oct 16, 2014

negri cukup sunyi

0

tubuh. di terpa. lalu terbuang
dan sisa malam yang embun membalut
diam namun tanpa dukaluka

meski ada bunyi
basuh siksa tak tersiksa
balur negri cukup sunyi

matamata tak hingga cecap
kemana lagi

adalah air menyembunyikan
dalam pelampung menuju arus
paling arung di lautan
sebuah negri cukup sunyi

102014

Oct 15, 2014

larung

0

-6064 

kalau aku ingin mengisi harimu
adalah izinmu menjadi suasana letih
begitu pun galaumu
begitu pun suasanaku
membaru

meski kuajak bergolak
hidup ini gejolak
dan kehatihatian kita yang membuat ada
ada rindu ada salah
kerna salah dan lupa tempat kita

adalah bunga
kenang yang membiru
dan kenanga bunga tulus dari rasa
para peresap lautan luka

ada jantung disini
berdegup kencang ketika letih
ada hati disini
menjadi derap yang tak mau tersesat
terseret likunya

dan betapa debar makin lebar
bakar gugah dingin kemarau
saat salak serigala melumat jemari tuts

duh gusti 
aku terberam
tapi jangan butakan demamku 

102014

Aug 18, 2014

canting

0

-ami

di km27 menujumu
ada semburat
semoga tak jauh
dan cangkingan cangkir cangkang
tak menjadi cangkriman
seperti meremas tiap sudut kota

18082014