Dec 14, 2014

ketika matahari terbenam

0

ketika matahari terbenam aku lara terpendam tanpa taman tanam. siapa bisa tumbuh suburkan 
lagi aku. aku terpasung di lauh rasa dan terseret molotov yang di bawa tahuntahun morfologi 
generasi ketiga. siapa lagi dan bisa aku tanam suburkan gegapku yang riang. bilasaja di kapan 
waktu aku tak mau di makan usia. dimanakah ada kehendak ituitu saja. dibekukan seperti 
penuh derita tancap luluhkan peperi di setiap laku keharian tanpa kehatian. terpompa benih 
gelombang giganium 

berpola dederita kemasamudaanku. terliuhkan kembali dentam itu seperti mencuri mercusuar 
yang sudah ada di waktuwaktu terpiurkan gegalauan. dan dentam. dentam menumbuh liuhkan 
kembali. denyut pepilu menyeruak habiskan jam penjelangan. keluar dari rahim luka dan beribu 
pepinus tumbuh di sekelilingnya membentuk jarum jam memutar arah dentang. dan dentang 
tiktaknya selalu menyisirkan deburan dan sampai ke laut asa disana aku diliuhkan kembali. 
kembali dalam tabung penjelajahan ruang ke uraturat gegalauan. dan lagilagi. kegalauan yang 
melumatku memilukan. terseret di bulirbulir ranah kehilanganmu 

122014 

0 komentar:

Post a Comment