ketika matahari terbenam aku lara terpendam tanpa taman tanam. siapa bisa tumbuh suburkan
lagi aku. aku terpasung di lauh rasa dan terseret molotov yang di bawa tahuntahun morfologi
generasi ketiga. siapa lagi dan bisa aku tanam suburkan gegapku yang riang. bilasaja di kapan
waktu aku tak mau di makan usia. dimanakah ada kehendak ituitu saja. dibekukan seperti
penuh derita tancap luluhkan peperi di setiap laku keharian tanpa kehatian. terpompa benih
gelombang giganium
berpola dederita kemasamudaanku. terliuhkan kembali dentam itu seperti mencuri mercusuar
yang sudah ada di waktuwaktu terpiurkan gegalauan. dan dentam. dentam menumbuh liuhkan
kembali. denyut pepilu menyeruak habiskan jam penjelangan. keluar dari rahim luka dan beribu
pepinus tumbuh di sekelilingnya membentuk jarum jam memutar arah dentang. dan dentang
tiktaknya selalu menyisirkan deburan dan sampai ke laut asa disana aku diliuhkan kembali.
kembali dalam tabung penjelajahan ruang ke uraturat gegalauan. dan lagilagi. kegalauan yang
melumatku memilukan. terseret di bulirbulir ranah kehilanganmu
122014
Dec 14, 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment