Jun 29, 2009

di terang savana

0

di terang savana waktu itu, sejumput terik mengintai
mengajakku memilinmilin tingkah sedang awan
sesilaunya menumbuh syarafsyaraf rindu. memelukmu.
menyantap waktu. diammu seka rerambut menjuntai
wangi. geletar dedar menyimpanmu. awanmu. sedang
awan laut sesegera menjemput, meninakan seluruhmu
tuk lelap antara bersih savana membiru di laut

29 juni 09

Jun 28, 2009

punah

0

di bilik sudut kaca kutoleh rerupaku ada belahan
kehatian yang leleh. tak ada kesunyian. cuma telah
terjerembab dalam limbah terjungkal. di bilik sudut
kaca rerupaku hilang. aneh, saatsaat rerindu tumbuh
kembang detik hari buntu di tembak pemburu merpati.
punah dalam perhelatan bayangbayang mimpi sendiri

28 juni 09

menggoda kekirianku

0

maka ketika kakiku telah berseragam lengkap untuk
meniatkan langkah. selalu saja lututku seperti di
cengkeram maut menggoda kekirianku yang kuat
menghentak menglunglai lumpuhkan niatku. selalu
ada perang di dalamku. selalu kesal maujud
membasahi dagingku. merontokkan kesejatian
dan siasia sajaku

27 juni 09

Jun 26, 2009

bila saja rentang musim

0

maafkan bila saja rentang musim yang kukayuh tak
memenuhi genap perhelatan seperti burungburung
yang selalu bawakan senyum tuannya ketika
melagukan kicau dengan indah. jelas menggetarkan
ruang nan pukaunya dalam dan berperawakan.
bersuara merdu mendayu hingga jauh bermartabat.
mampu menjabat keaneka satwa. duhai, berguru
bagai indah melantun dalam hening dan salammu
sampai negeri lestari juga bungabunga harummnya

26 juni 09

meluruslah hari

0

alhamdulillah hariku bergerak dengan lancar
menelusuri cahaya yang menerobos lewat dedaun
bergoyang terpa semilir. oh rindu seperti menarinari
dalam ruang semesta. sedikit gerimis bahagia
meresap arah hati. meluruslah hariku berjajar dan
seimbang berdepandepan menuju gerbang luas cahaya

26 juni 09

Jun 25, 2009

tak temaram

0

pada jajaran keping yang mengulingguling tampak
selukis awan. aku ingin mendaki tebing meluang
kesah yang murung setiap tatap di mega ujung sana.
mematutmatut membentuknya lagi agar suasana
buai tak temaran. biar selalu lambai hatinya geram
memukau tak cemburu. membengkokkan bising
pandangku

25 juni 09

tak sedang luka

0

matahari tak sedang luka. tertidur.
tak ingin leher waktu menikamkan
lambung pada ujung mimpinya
dan seraut wajah tenggelam di larung asa
teruruk rindu sesal. adakah menetap di sini
seusung kolam menghias rasa ingin
senyap kemudian. tenang kemudian

25 juni 09

ruang tak sekat

0

butirbutir yang ngalir antara punggung siang ini telah
menetaskan deras tetumbuh nan lentur saat kuelus
dalam sejumput kisah luka lama nganga dari bejanabejana.
suaranya lirih lembut seolah. ah kapan lagi kueja dalam
ruang tak sekat, tak sunyi pula. ketika ini. ketika esok penat
menggores, serintih tiktok waktu bergemuruh lagilagi

25 juni 09

Jun 23, 2009

bunga kalbu berdua

0

mengawali hidup baru di bulan juni
bunga kalbu berdua
janji setia sehidup semati
selamat sahabat
semoga musimmu abadi
dipenuhi generasi membumi

juni 09

sepasang nyawa telentang

0

sepasang nyawa telentang. kerna telah menemukan
hati yang di caricarinya. di luar jalan di busbus di
trotoartrotoar di gedunggedung. dan kembali ke
ruang sekap sambil tersenyum biru, 'telah kutemukan
bahagian dariku yang lepas. aku cinta jejarian
ini menelikung tikung hingga buncah kesumba
melumat hadir monitor segienam.' seluruh
tubuhnya mengacungacung monitor segienam

18 juni 09

sajak pagi seusai gerimis

0

pagi di juni kamis hari kedelapanbelas duaribusembilan
seusai gerimis mengiring semestaku hening. tak silir
angin tak burung kicau tak semerbak bunga mentari
dingin menyinar. jalan pun masih lengang tak biasanya
tapi di dalamnya ada sehalus makna membahana di
relungrelung diamnya

18 juni 09

Jun 22, 2009

Jun 11, 2009

awang

0

mata cintaku mengawang
memenuhi serat
berserak

adakah hiruk pikuknya kutemui
sehirup dalam tuah
luap
tak buai
cinta seratus naga juga guruh
semenanjung membendung
saat rindu kuusung

juni 09

bilur bunga

0

seperangkat cinta di torehnya pada kuntumkuntum
sunyi. merubah kuntumkuntum kering dan
disembunyikannya pada tarian jejakjejak sendiri

di gerbang ombak dilepaskan jejariannya
memuntahkan tarian geletar ruang sendiri untuk
menekan agar terali dalam sunyi tak selalu. lalu di
genangkan kaki selangsat mula luruh dalam
bunyibunyi laut

bila langit bentang seperangkat cinta di torehnya
pada ujung kuntumkuntum rindu. dan pendar
seraut wajah dalam sunyi melukis bilur bunga
kemudian di ejanya lidah patah. meruah atas
serapah. duka tak terbantah

16 mei 2009

anak itu berjalan

0

anak itu berjalan di bawah gerimis mentari
anak itu berjalan di bawanya badan tak bergizi
anak itu mengaduh kemana harus mengeluh
anak itu berjalan terus berjalan mencari berteduh

alangkah angkuh kehidupan menelantarkan masadepan

anak itu berjalan semakin menjauh tak ada harapan
yang tertinggal hanya punggungnya merapuh di awan

mei 09

sebuah kota setelah bungabunga

0

melintasi jembatan panjang meletakkan jejakjejak rindu
membangunnya dengan teliti lalu memungut kesedihan
masalalu yang menguntit saatsaat perihal berulang
di usung dalam perdebatan diri

menjumpai benderang sunyi dipenuhi bunga warnawarni
dengan wewangi nan padu. gejolak menghampiri
menanya, mengapa pepaduan begini indah tanpa
sedikit pun untuk saling menyingkirkan atau mengucilkan
atau memandang meremeh antara yang satu dan
lainnya. rindu bertaburan di sini. memuliakan dan
mengasihi. tanpa saling cuci. perebutan halhal
kecil juga besar. keseharian hatiku seperti di elus dalam
kasih sekecil apapun. bungabunga sepanjang tepi
membawa ke sebuah kota yang berada tak jauh
dalam diri dan hati kita dengan rindu bertebar selalu

mei 09

kuntum

0

datanglah dengan hati lapang tentram
bawa kuntum segar dan senyummu
aku ingin hidup damai dan terjaga
sebelum engkau pergi dan memilih sendiri

sunyi mengelompok kemudian
rela merintih demi wangi
membaringkan wangi
debar hanyut meletupkan sesak
kurelakan wangi itu pergi
seperti bulan tanpa bintang
tapi bukan purnama
sudah itu wangi bintang
tersimpan lekat di tangan

kuntum rona yang sebentar layu
kini kembali ke tanganku
memilih lebih baik bersamaku
daripada menjadi api

bulan tersenyum. dan wangi bintang
menyelinap memberi selamat.
aku bahagia

02-09

di sudut bongkah tiang bulan kian berang

0

bulan benderang. kian terang bayangbayang itu.
wajah yang selalu lekat tak bersekat. namun jerat
kuciptakan lewat ciut yang kurangkai semakin dekat
menyekap lindap sekujurku. termamah dalam kaku
pepaku. tancap tanpa ucap. kekinian kian kuyu.
semakin tak beranah semakin nanah dan semakin
payah. nanar di manamana mengerjabku. mengejar
tetali pada liangliang hati. namun linang bagiku
cuma pahpah. hm alangkah aku teruruk dalam
syahdu lembayung. lenggang kangkung dunia.
cemoohlah aku. pepakulah aku. hinggaku waspada
pada jamjam penjelangan.
o alangkah tersuruk sedalam bungkus yang busuk
aku kulai deraiderai berberai

di sudut bongkah tiang bulan kian berang mengepel
helaihelaiku. di sepanjang jalan yang menggenang
aku dihadiahi sekepal lumpur gerobak yang setiap
kali menapak mengusung marka

mei 09

Jun 10, 2009

kurun

0

di tanya perempuanperempuan
mengenai perempuanperempuan

adakah singgah mendapati

setibanya nanti
airmata piramida
mempertegas arah mata
akankah dijelaskan
dalam bantalku

memuntahkan maut mulutku
luber dalam rupa merahku

juni 09