Feb 28, 2009

jemarimu suatu hari

0

satukan jemarimu yang lembut
pada jemariku yang kaku
agar matahari di dadaku
membentuk seteduh cahaya

gelombang kian hari menyesak
siap meruntuhkan dindingjantung
sedang hati merapuh di sapu
meski senyum dan jemarimu
kian akrab gigil ini jadi lunglai

berulang jadi luap
merambah ke ubunubun
jadi derap resah yang julang

pada hari yang sehasrat
gapai tak jadi luruh, tersekap
semakin dalam dan teduh cahaya

2000/2009

Feb 26, 2009

aku hanya ingin menciummu

0

aku hanya ingin menciummu keningmu
yang begitu letih oleh persoalanpersoalan masadepan
aku hanya ingin menciummu tanganmu jemarimu
yang begitu lunglai setelah persoalanpersoalan masadepan
aku hanya ingin menciummu kelopakmu
yang begitu redup oleh pencarian yang tak sampai
aku hanya ingin menciummu memelukmu
yang begitu pasrah oleh ukuran masadepan
aku hanya ingin menciummu menggendongmu
yang begitu sopan memilihku cintamu
harapanmu kekasihmu pelindungmu masadepanmu
aku hanya ingin menciummu meladenimu
yang begitu sanggup susah dan sedih
untuk mengarungi belantara masadepan
aku hanya ingin menciummu mendekapmu erat
agar hidup kita lebih teliti tanpa salah paham
aku hanya ingin menciummu membelaimu
aku hanya ingin memandangmu
aku hanya ingin menciummu membawamu
aku hanya ingin menciummu mengantarmu
pada suatu tempat agar lebih cepat dan akrab
menjadi anugerah yang fitri dan sentosa
aku hanya ingin menciummu menikahimu
yang begitu menggoda untuk selama bersama
aku hanya ingin menciummu mewakilimu
yang hanya tersenyum setiap kali ketemu
aku hanya ingin menciummu

2000

surat kamar batu

0

entah untuk ke berapa aku terhempas
tak jadi sekukuh dan seberani matahari
yang menerobos dan menjabat daundaun
pebukitan serta abu embun semesta
semenjak kehadiran tatap teduh jiwamu
serta lembut sikap hatimu telah
kuberdosa menapaki keingintahuan
akan cinta yang menjadi api gairah
dan tak lepas memungut satusatu senyum
tatap teduh yang bukan main menggoda

engkau telah menjadi nilai kesetiaan
sekaligus mengobati dan menusuk hening
kalbu lama terpekur

semenjak itu aku tak mampu
berbuat segala apa setiap rindu letup
membangunkan mimpi segenap jiwa dan
hati dengan mawar taman kecil sarat
batuan hening tapi saat itu juga
apijiwaku padam akan sorot kehadiranmu
rindu jadi kenyataan sekaligus rindu
menggantung jadi kepompong yang tak
sampai berubah kupukupu

betapa polos jiwa dan hati manusia adam
setiap saatsaat menjadikan kesempatan
saat itu pula tanpa kehendak kesempatan
merubah cinta sebagai embun heningluka
sepanjang harihari yang berkabut
dengan selimut kebuntuankebuntuan
setapak jalan teduh mengantarku
merapat ke tuju-mu

betapa buta dan tak berdayanya aku
akan sikap sedang hati kekasih
memuliakan nama-mu yang maha petunjuk
saat pertama atau terakhir seperti
tak mampu aku melindungi memperhatikan
penuh kasih tapi justru ia yang
meluangkan dengan sikap jujur lembut
semua memang butuh keberanian
seperti matahari yang sejati dan setia
menafasi dan tak henti membangunkan
semesta untuk segra melangkah ke terang
cahaya-mu guna hidup dan membekali hidup
demi bahagia di alam cahaya-nya

2001/2011

Feb 25, 2009

tipologi di musim terang

0

saya tak melihatnya sebagai momen
di musim terang tanpa huruhara
tanpa penggal cerita juga nama
semenjak bulan tiba di tepi kepala
kesadaran kesederhanaan berpendaran
di benak simulasi perhelatan
di tikung tiga sehasrat ruah
dalam tipologi memberi dan menerima
keadaan apa adanya membuat kita bahagia
penyatuan dengan sejujurnya
mendekap cinta ragam kasih tulus dilahirkan

2007/2011

Feb 24, 2009

di suatu ujung ketika kakiku

0

ketika kakiku melangkah
pada suatu titik yang tak tentu arah
aku mengeluhkan dirisendiri
kenapa musti berbondong kekakuandiri
kenapa musti tak berani menolak
bisikbisik paling entah dan ketika
kakiku melangkah pada suatu keindahan
aku menangis sejadinya
aku meruntas dalam keakuan
yang membawaku pada perih
ketika aku menoleh ke belakang
mengembara ke ujung dunia paling entah
ketika kutemui diriku dalam sepi
selalu saja aku menangis
kerna seutuhnya telah pergi dan mungkin
akan kembali setelah kakiku ini tak menapak
mengambang dalam angan yang fana

rindu yang bagaimanakah lagi
ketika kakiku telah lunglai
tak menemukan kebenaran sesungguhnya
aku sendiri bergolak menata diri
mendapati seutuhnya keindahan
menjalani hidup sampai tujuan

pada pagi yang cerah
berjalan menempuh diri seutuhnya
didalam kehatian di suatu ujung
ketika kakiku melangkah

2008/2011

tak harus cekam

0

ilalang getar jadi keping dalam hujan
kekinian hati luap kehatian hari ujar
rindu tak selalu melautkan sepi

rumputan masih hijau tanah ranum
tautkan bunga mekar pagi hingga pulas
terobati dalam deras dalam sesal
juga kekasih

untuk rindu dan dingin tak harus cekam

2009/2011

batu bulan belah

0

kemanakah pergi semenjak gerimis di ujung senja
padahal aku ingin ia tetap tinggal meski
ditemani hening ini membebat pikir meski
kerumun diluar setanggi melati harum taman

malam sembab unggah kesepian yang regang
jiwa sepi batu sepi hati bulan
bulan belah dingin lebam pecah
kukemas dan masih terdengar
lirih jernih di ujung senja

2009/2011

kita sudahi saja

0

kerna kita tak dapat mengatakan
kedalaman akan nurani
kebenaran yang kita usung
sebagai kesaksian terpendam
di antara kita

semula kita meratapi dekapan
dekapan yang tak sampai ke debar hati
bahkan sentuhan jemari atau kaki
atau tentang gigil selang pertemuan kita
tak ada mesti kita curangi pada diri
demikian kelebihan pun kekurangan kita
untuk menjadi jawab yang mutlak
akan kejujuran

aku tak memintamu kembali atau pasrah
kukira begitupun kau maka walau
hanya kesepian yang kita hadapi
hanya asing yang kita dapati dalam ruang
kita sudahi saja kehadiran kita
dalam puisi atau mawar

2002/2009

bintang belum jatuh

0

berlayar mengarungi hari
melautkan kisah hati
agar gelombang tak hilang jauh
ke pusaran saat bulan mekar
dan limbungku tak tuntas

jadi penawar rindu cumbu memilu
buntal tak lekang di tapal batas
rinduku bintang belum jatuh
tersesatkah hausku
saat bunga padat cahaya singgah

2007/2011

ketikaku bulan bunga

0

maka saat malam larut
mata tak pejampejam
sinar wangi berjalan
hampiri jendela batin
kemana akan kehadiran
keadaan yang dalam jengkal
hanyut olehmu kasih

kerinduan yang endap
berlumut kering
kian cekat selubung kehatian
sebelum warna pudar runtuh jiwa
kukejar seluruhmu keharian
depanku

2009/2011

dengan tanah

0

langit membentuk lukisan airmata
udara berdebu. sedang laut membuih
mendampar tanya pada manusia
matahari menerobos kulit bumi
burungburung mati.


lembah gunung dengan celah batuan
hening semenjak bungabunga turut kering
seteguk wangi tinggal menghias nurani
rindu bungabunga seperti bunda pernah berikan
rindu bungabunga dengan aroma menyejukkan
dengan tangkai lembut landai menghijau
dengan tanah membentuk keindahan sempurna

2000/2009

Feb 23, 2009

siluet di ujung

0

airmata wajahkah yang berkerumun
memintal bongkah di atas lembar
berkelopak indah diiringi nyanyisunyi
adakah lagi yang lebih harum dan
menggoda, bersenyawa saat ujungjari ini
meraih sehalus embun bergerak
berduyunduyun dengan senyum rapi
mengucap saat mata memandang

di atas sana bulan telah penuh seulas rasa
padat pesonanya memukau yang mungkin saja
dapat meruntuh hati

dan sisa hati yang terlunta juntai
dalam penggal jawab yang hapus dalam hari
yang berkelebat sebat gemeletap teduh tetes
yang gumpal dengan semangat tertanam
di dalam, tak berasa lagi dan tinggallah
kenang yang mengepul dalam luap puisi
yang tak bulat lagi tak lagi jadi kelu

2008/2009

laut di dadamu

0

aku temukan laut di dadamu. mesra.
membelai atau mengipasi ujung
rambutku setiap saat pandangku
pada matamu. aku juga berkebun
di lautmu. kutanami kopi, gandum
juga teh buat mengusir kantuk
atau lelah yang terlantar dan
berkepanjangan

di lautmu aku berkendara sunyi
pada puncak segala kesal. di lautmu
aku membasuh muka. mencicipi airmu
juga udaramu sekedar meresap bagian
nafasmu. di lautmu aku berhasrat
menancapkan pagar hidup, dimana
didalamnya kolam renang, kolam ikan,
kolam taman. menyambutmu, meraihmu
dan menemukan hatimu yang julang
pada setiap aku membencimu,
menolak untuk bercinta

laut di dadamu adalah bom waktu
yang setiap saat ledak tenggelamkan aku
dan setiap saat aku urungkan, atau aku
kubur bersama waktu atau aku putuskan
untuk memahamimu. menerima dan merasakan
cinta dari perseteruan yang menjamur
di tubuh kita. demi kejanggalan yang
mengagungkan kesempurnaan dalam diri kita

2002/2004

syal hijau tulip

0

menjadi hamparan tulip yang menyatu alam
meski peran bintang mawarku di sana
berdiam di sana di laut hijau

sebening sutera gelayut padat tubuhnya
birunya di jalan ini aku memintal hening
meski siur tulip tak kedengar

syal hijau seharum mengenai di wajah
di sebelah dalam
menata usia sedalam ramadhan

24 september 2007

hijab

0

sebelum tanah berbatubatu di atas kerikil berbatubatu sebelum hijab memanggil tanah tuanku berbilangbilang airmata cahayakah di bulan wangi ramadhan memanggilku, mengulang kembali dan senantiasa memandangi di bulan sabit cahaya mengulang tanah di bulan bunga, sebelum airmata jadi kelabu berbinar di dadaku melepas hijab di jalan batu dan berdesakdesak rona mengukir isyarat tanah ranum berbunga dan lentik menggurat apakah airmata, kerna seperti merindunya aku kembali ini bulan padat cahaya di bayang seribu bulan hijab
 2007/2009

angin muda di tangan

0

angin muda di tangan
membedah kesan indah dunia
angin muda di taman
membelai dunia penuh pesona
angin muda di angan
memberi warna setiap insan

angin muda di tangan
menggerak jiwa berkesenian
angin muda di taman
menggelar kalbu pujaan
angin muda di angan
segra datang kemenangan

angin muda di tangan
membawa kaum muda berkawan
di tengah zaman berlian
menjawab surat kenangan

1999/2009

please kekasihku

0

kepalaku akhirakhir ini sering pusingpusing dan
kemarin aku tidak bisa bermalam minggu dengan
kekasihku yang selama ini selalu bisa mengerti
akan diriku ini, memahami akan diriku ini.
berasa sekali kepala ini. begitu berat. nyutnyuten.
padahal hari ini kekasihku akan datang kemari,
justru saatsaat mendebarkan,kerna rasa pusingku
makin melekat menghampiri ubunubun. aku takut akan
menjadi lebih pusing dan nambah parah. apakah ini
hasil dari berpikir keras guna menjadi orang sukses
juga dari sesuatu yang mendorong untuk bisa tampil
oke, punky, macho agar terkesan hebat? wah, aku
seolah sudah menjadi si pemikir berat. segala
apasaja dipikir,segala apasaja yang di dengar di
pikir. semua seolah memburuku,semuanya kuburu,
semuanya kutuduh, semuanya menuduhku. wow, aku takut
jadi si telmi yang akan menyudutkan aku menjadi
si telat mikir.

tiga jam lagi kekasihku datang kemari. katanya
kangen banget denganku, padahal kemarin aku telah
menggagalkan bermalam minggu di pantai. seperti
malam minggu yang sudahsudah, kalo tidak ke pantai,
nonton atau hanya duduk di taman samping,
bincangbincang seputar musik, impian atau
leluconlelucon ringan.
kekasihku pernah membisikkan; aku cinta mati sama kamu.
matilah sana!jawabku.kekasih langsung merah. aku jadi
takut kehilangannya

kepalaku akhirakhir ini sering pusingpusing.
aku tidak mampu lagi menyikapi: hidup itu di
bentuk pikiran. seorang akan menjadi seperti
yang dipikirkannya. kekasihku pernah berujar;
mestinya kamu tak perlu memusingkan apa yang
menjadi tujuanmu. hidup itu mesti enjoy tapi
jangan lupa berdoa dan berusaha.
ya, ya, ya. aku mesti enjoy, lebih enjoy, dan
berdoa. ya aku mesti sayang dirisendiri.
percaya diri. meski harus memulihkan wajah muram
menjadi cerah agar lebih konsen di posisi yang
tak pasti.

semua yang serba samarsamar,semua yang serba
setengah hidup, semua yang serba sementara,
sementaraku bukan sementara ngantuk tapi
sementara lelap kerna hanya berdiri ngungun,
entah ngungun itu politik atau citacita.

kepalaku berangsurangsur pulih,rasa pusing yang
mengigit satusatu sirna. sebentar lagi kekasihku
datang kemari. aku benarbenar harus nampak
terlihat fresh agar kekasihku makin sayang dan
hangat mesra padaku. wakakaka

kekasihku tibatiba datang kemari: aku minta putus
sama kamu,kita sudah putus sekarang. jangan temui
aku lagi,kita sudah putus!
ponsel kubanting. aku segera ngebut ke arah kekasihku.
;ini untukmu, kamu kelihatan nampak cantik banget
malam ini.
;kita sudah putus kan, kenapa kamu memulainya lagi?
;ya, kita barusan putus. tapi aku mau kita baikan lagi
kerna saatsaat seperti inilah yang kunantikan. aku tak
bisa kehilanganmu, kekasih sepertimulah yang
kudambakan, aku benarbenar tak bisa hidup tanpamu.
mengertilah dan kembalilah padaku,aku serius sama
ucapanku kali ini. please kekasihku
kekasihku mengiyakan untuk berbagi rasa.
kami pun sepakat

2002/2009

Feb 22, 2009

saat kubentang jendela

0

berdiri di sini menyapa pohonan
yang lama singgah dalam lamunan
menjadi kekinian yang masih segar
seperti semula. hamparan lurus menjulang
dan tepian mengajak menumpahkan segala
rindu yang juga lah lama singgah
menjadi kebiruan akan angkasa di luar sana
semilir menghentak sepucuk surat
bergulingan di udara jatuh di bingkai jendela
masih sepi di sini aku tak cukup lihai
menjadikan hal terindah adalah jalan nuju
kekuatan guna menempuh kebenaran hakiki

adalah juga kejujuran ketulusan tangankakiku
geletar satusatu mewarnai gurat demi gurat
di dalamnya jendela membentang hamparan dedaun
jatuh bersamaan surat yang kupegang
di bawa semilir menyejukkan diterbangkan
ke angkasa menuju yang di tuju:
sesulit apapun hidup itulah cinta
rindu selesai

2000/2009

plester baru

0

matahariku bilang,
kalo uang galian hidup sudah mampus
hanya harga dirilah yang mampu
menerap dan belajar menerima keadaan
untuk meredakan masalah
jika harga diri menjadi idealisme
seorang penggali hati,
dengan tangan dan kaki sebagai jalan
dan tombak menancapkan sertamerta
kerja keras
jika matahariku merasa lelah,
dengan sepotong roti akan menjadi
obrolan menarik

alangkah sialnya hidup,
jika cuma menadah kepala tanpa usaha
dan lupa oleh tingkah lakunya sendiri
sebab itu aku bungkam kepalaku
dengan plester baru edisi terbaru

2009

Feb 21, 2009

seputih mawar

0

sekalian kubawa sepotong cercah
dan semoga disana engkau pun
ada rindu menggurat seputih mawar
sebagai cerita dan bahwa ada aku
tak lagi dingin sebab harapanharapan

2000

Feb 20, 2009

Feb 19, 2009

Feb 18, 2009

bingkai kuntum

0

kerna bingkai kuntum aku membasah
duri kegilaan duka kegersangan
menyergap mawar bernyawa kelabu

malam menyimpan luka hausku
malam membasuh kuyup kelamku

menawan dan mendahsyatkan
aku menyongsong

2000/2001