airmata wajahkah yang berkerumun
memintal bongkah di atas lembar
berkelopak indah diiringi nyanyisunyi
adakah lagi yang lebih harum dan
menggoda, bersenyawa saat ujungjari ini
meraih sehalus embun bergerak
berduyunduyun dengan senyum rapi
mengucap saat mata memandang
di atas sana bulan telah penuh seulas rasa
padat pesonanya memukau yang mungkin saja
dapat meruntuh hati
dan sisa hati yang terlunta juntai
dalam penggal jawab yang hapus dalam hari
yang berkelebat sebat gemeletap teduh tetes
yang gumpal dengan semangat tertanam
di dalam, tak berasa lagi dan tinggallah
kenang yang mengepul dalam luap puisi
yang tak bulat lagi tak lagi jadi kelu
2008/2009
Feb 23, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment