Mar 31, 2009

pada padat gelayut tubuhmu

0

pada padat gelayut tubuhmu
kuwarnai bantalbantal pemberian jiwaku
di garis memerah kutandai apel
dan sebaris gigigigi rapi mengunyah,
jemarimu dengan lembut menekannekan
seperti memijit bahuku yang lunglai,
badanku yang lungrah loyo menyekap
rayap sepuh ragaku
di garis liuk menikung kulukis pisang tanduk
dan bibirmu yang blasteran itali-india
memainkannya dengan halus, mesra
juga matamu yang sebulat pingpong
seolah sergap, sehati dan sungguh
keibuan sekali hidungmu yang bangir
menciumi penuh hangat juga telunjukmu
nan indah
oh, betapa hidup menaiki tangga indah,
menggoda memiliki kehatian yang sungguh

maret -09

pernik

0

sepagi lincahku
sedapat harummu

auraku
auramu

berjejal
rumusrumus

apadaya
rindu kita
terlentang

seujung maret 09

pertemuan perpisahan

0

asah menggunduli ruang usia
antara pertemuan perpisahan
sepagi sebelum berangkat

langkah satu
aku bertemu bertold
saat mimpi julang
aku mengetuk
kau datang padaku, sambutnya
mana peter

langkah dua
ibu mengetuk
aku buka ruangku
mana kunci, hamburku
sudah padaku di saku
kemarin sepulang kerja

selamat jalan
rindu menjulang
hinggaku
hamburku
sepagi sebelum rumah
tinggal kenangan
hanya kenangan
tergenang
berenang
dalam laut
dalamku

seujung maret 09

Mar 30, 2009

sajak buat dik fi

0

pergilah menatap senja
saat pantai turun
akan kau temui ombak
mengalunkan kelana buih
untuk satu lukisan masa

saat ombak hening
di pembaringan sunyi
kau boleh melabuh
tentang dunia yang berlayar
atau kegundahan yang baru
yang mengekang mimpimu
membenam sebuah sanubari

sebagai perahu di arus lengang
jiwa dan hatimu dayung
hingga teduh Cahaya

-09

kamu beri

0

kamu beri aku luka
pada setangkai mawar
yang belum rekah

padahal aku lupa
pada siapa aku mengadu
belum siap aku mengaduh

selalu saja kamu
menggoda adaku

pagi menyingsingkan luka

lalu kubiarkan pagi asyik berlari

agar luka tak segra nganga
pada kepadatan esok

-09

Mar 23, 2009

nadi senorita zz

0

biar kuperam sunyi yang menggunung
agar nafasku belajar menyatroni diri
biar kukukuhkan sunyi yang berbaris rapi
agar mataku waspada pada jamjam penjelangan
biar kuhargai telaga bening yang berdimensi
meninabobokan hasrat dari pelajaran bakti
biar kurelakan salam nadi
dari genang seasah pisau

sunyi malam menaboki jamjam penghabisan
malam sunyi rebah satukan hasrat
denyardenyar serbanku menghampiri
dan nadiku mengunyah dalam
kemudian melepaskannya
demi membebaskannya

-09

reuni batubatu

0

nafas zaman meroda
mendaur kisahkisah
menyulut kisahkisah

jiwa dan ruh melongok
jiwa dan ruh melongok
mencakar batubatu
menyandang batubatu
buat menyatu ke dalamnya

-09

dalam terang nanti

0

telah tumbuh jejak
memancar dalam bumi

di puncakpuncak gunung
di tebingtebing jeram
ada daradara
bermandi senyum cakrawala

di dadadada pejuang
darahnya mengibar
airmatanya di lindas
tangannya mengembang
di hatinya penghabisan bersitekad

dalam terang nanti
rindu bertumpuk
bermandi senyum kemenangan

-09

sayapsayap negri patah

0

sunyi terbagi menjadi percakapan malam
jelajahi hening ombak mendapati jejak

sebaris kata terjerembab dalam perang
karam di laut malam
di bingkai sayapsayap negri patah
di dalamnya dituliskan:
untuk mama. jangan marah

-09

valentin

0

pencarianku belum lekas sayang
kompas dalam selendang waktu
riapkan belukar dahaga di puncak gigil
purnama mengendap menghias taman
kupetik bunga nirwana dari suaka
cinta kita, pahatku di punggung sajak

-09

Mar 21, 2009

gerimis

0

rindu bertukar gerimis
gigil cekam mengayuh ombak

rindu bertukar gerimis
pada laut ombak memasrahkan

gigil dekam
terkam
sedapat harihari

rindu bertukar gerimis
selepas kubasuh muka

-09

dara

0

genangan suara dara
membahana
ada sembunyikan
rahasia jiwa

di padang gersang
bertumpuk liku hidup
ada semayamkan
sebiru kehatian rindu

merindunya aku
sebagai dalam sajak
begitukah kau

-09

lagi

0

lagi kueja sayat ombak
kitari dengung sunyi
lagi kuulang berita perang
pengembara nunggang pedang
mimpinya di kelam purba
lagi terbuntal di tetes mata rindu selesai
lagi,
siapa ingin tak sampai

-09

pohon

0

pohon duri
pohon sepi
berlingkup suasana hati

pohon duri
pohon sepi
di dera angin
sungkur
menderap jejak

airmata:
demi surga
aku cinta

-09

Mar 20, 2009

cerita jauh

0

sejak mana bumi runtuh
manusia dikabarkan mencabut akar
rentang menggaris darah
sejak mana bangkai terjajar menganyam waktu
saksi mengulang dan menajam

beduk menyirat tanah kelahiran
cicipi diam sajak menggurat taman
dan wangi cendana
jiwa dan ruh di saji cari makna lama
yang senayami cerobong cadas

kita tanam butirbutir alam
tumbuh tonggak yang curam
tumbuh pepadian yang terang
dan menggaris di ubun tak berambut

-09

pencarian

0

kulukis mata di dinding sutra
mengibar kapaskapas kalbu
menderas sendang permata
penjagaan mengangkasa dan
melebur dalam kerikil salju

nafas surya yang merengkuh warna
di jantung kebisuan menghunus
serabut mimpi, manggang histeria
angin yang sandar punggung peta
bongkar airmata malam puncak hening
jarijari kering yang gapai selimut
langit di pendaratan sungsang
jejaknya menunggang kelopak asap
pulaskan dan wangikan darah janji
pada suntuk perapian, hias peraduan syahdu

-09

rumah sunyi

0

(rumah sunyi di bulan ramadhan
terjerat kebekuan nyeri
tebalkan damai ujung malam)

rumah sunyi di selimut hening
tanpa gerak alam mengulangnya
tanpa maksud alam membinanya
tanpa nyata alam mengungkapkannya

-09

Mar 17, 2009

belajar memotret

0

tangan kita masih hangat keinginankeinginan
menulis membelai meninju bahkan merebut
kaki kita masih hangat keinginankeinginan
melangkah berlari bahkan menendang
mulut kita masih hangat keinginankeinginan
mengecup bersiul bahkan mengumpat
mata kita masih hangat keinginankeinginan
melirik memandang menangis bahkan melotot
jiwa kita masih hangat keinginankeinginan
hasrat kita masih hangat untuk pemenuhan
sebagai karya, hadiah potret kenang kita
-09

Mar 16, 2009

rumah

0

darah mengalir menanami rumputan di jiwa
hijaunya alam jiwa menumbuhkan kedamaian
hangatkan kejemuan secangkir kopi

dan sepotong bulan tinggal cahaya
mendekap angin tenangan jiwa

-09

lukisan maya

0

dan lagi kau singkirkan keraguan demi keraguan
yang menerpa tubuhmu agar pada laut beku
keheningan leluas memanjatkan perihal kabut hati
yang telanjang. dengan bekal lukisan maya kau
telusuri kerling dunia pedang cinta dan airmata

dan lagi ketajaman matamu yang tak uzur di lekang
waktu kau tikamkan ke cakrawala hingga dahaya
menggurat di pelupukmu dengan segaris pelangi

Mar 15, 2009

dunia garam

0

pementasan belum selesai. engkau telah memasuki dunia ini.
penuh liku. lajurlajur hidup menunggumu. menetaskan air duka.
engkau masih saja di sini setia dalam pelukan lara. tapi ah,
engkau belum juga mau menyebabkan sepimu dulu. sekian rasa
engkau tanggung dalam bejana dan kuntumkuntum layu. sendiri

dunia garam bergelut di dalam jiwamu ruhmu saripatimu.
menularkan kesiaan tanpa batas, sergah patungpatung.
tapi engkau tetaplah memahatkan. sampai gelimang itu tuntas
menjamur pada patungpatung. mengangkasa seraya mengujimu.
dalam larung asa. memetikmu di bulan mekar.
seribu antri memasukimu. lebur dalam semedimu yang abadi.

-02

jatuh hati dengan cahaya

0

ada temu dengan cahaya
harum semerbak hinggap jendela
menderap hasrat menenun rindu
di hati simpan bujuk tuk pacu
tak habishabis rasa
saat mulai usang dan luka

ada temu dalam cahaya
dalam pencarian diri
melewati puing sesudah penggal
puisi di gantung mesiumesiu

ada temu dalam rasa dan cahaya
ajar jatuh hati dengan cahaya
bernama cinta

-09

Mar 14, 2009

di matamu sejuta menyimpan

0

sebelum dahan di tingkap
tergerai jatuh ke pangkuan
segala aroma matahari
menjemput jemarimu
merengkuh rembulanmu
daundaun menangis
bunganya turut runtuh
menumbuhkan benalu di tubuhmu

bila matamu sayu
tanganmu lunglai
kakimu turut geletar
gigil cekam seolah menerkammu

rumputan masih berembun
dan kabut menyelinap tanpa ampun
tinggal cahaya bergoyang
tak habis tengadah dipanjatkan

-09

Mar 13, 2009

pertempuran itu kekasih

0

pertempuran itu kekasih
melukiskan hakikat alam dari
mahkluk hidup, habitat dan
cuaca yang menerangkan periode
yang dipahami sebagai prioritas
kepribadian terinci dan monumental

pertempuran itu kekasih
adalah hidup dan mati menunaikan
rindu dari kerikilkerikil morfologi
sebagai hutangpiutang menyampaikan
jengkal demi jengkal indikasi
berkapasitas

pertempuran itu kekasih
luka yang berdarah dan nanah
sebagai sumber pengalaman
sejati di medan kering sebagai
amunisi guna merangkul humanisme

pertempuran itu kekasih
adanya kenistaan sarat kedahsyatan
disertai kenikmatan arogansi di
tengah kemunafikan sloganslogan
duniawi. menggiring provokator
berlaga di atas nestapa rakyat

pertempuran itu kekasih
kepalan menjadi dingin, kental
kemudian memanas. sanggup
melontarkan terjanganterjangan
bergengsi dan berirama sesuai
kemasyugulan demi menumbuhkan
solidaritas beratus bahkan
berjuta idealisme

pertempuran itu kekasih
betapa hormatnya. terhipnotis
bergaya intelegensi-politisme
menghimpun dokumentasi-ekspedisi
mencurahkan ketegangan
membangun kedigdayaan
sebagai persembahan pengabdian

pertempuran itu kekasih
jarak yang menorehkan dindingjiwa
janji yang mengambil sikap
hati yang meluaskan sikapjiwa
dengan ketetapan serta kemantapan
menjernihkan dan mencipta ladang
bumi yang perkasa dan merdeka

/2009/2011

romansa tentang api

0

pijakan apiku telah membakar gairah
nafasku meliarkan jejak pertemuan
kita. darah api dan nafas api berbaur
melahirkan perapian bebas di pusat
kerakusan zaman dan keedanan zaman.
tapi kita menikmatinya tanpa
segenggam keraguan

sekeliling kita bambu bercadar
menggoyanggoyangkan pinggulnya
meraih masadepan nafsu belaka.
ya, kita adalah peradaban yang
digoyanggoyangkan oleh mereka yang
doyan triping di diskotikdiskotik manja.
kita memang meresapinya tanpa
seuntai pikiran yang terbebani

kita masih melangkah berlari mendaki
dan terbang hingga bertengger
kesederhanaan bumi di dada kita.
lengkingan kita keluhan kita tangisan
kita adalah sandera bumi. tapi kita
masih terus berputarputar mendapati
kegamangan warna luar. kita masih
melingkarlingkar menarinari mencari
cari kemana warna hidup pada setiap
ujung jari kita

pijaran apiku telah menghanguskan
seluruh tubuh kita hingga nafas kita
menjadi abu yang siap dipaketkan
kepada sang raja sebagai upeti
pengganti kekalahan kita.
tapi sang raja masih memberi
kelonggaran pada kita untuk mengubah
segala macam bentuk elemen yang
menunggangi keremangan pengap
sekap di dada kita

pijakan apiku. pijaran apiku. telah
melumat ruang ragaku. telah mengubah
gerak rentangku. telah menyilaukan
jarak pandangku

pijakan apiku. pijaran apiku
kusilangkan berjajar di tiang gantungan
terakhir. badai datang mengirim
gerimis. menghujani petir. meremas
remas mataku. berdebu tersapu

pijakan apiku. pijaran apiku. merembes
bersama nafasku. membentuk cahaya
lintas. menerangi pengembaraan
tangan yang tersembunyi di saku
urathening dan rindu kemudian

-09

catetancatetan

0


 AMOIKU JAIM

nafas amoiku mewangi
seanggun anggur landai
di buai aku senikmat anggur
dalam kesepian yang sekap
saput demi saputan gelap
ruang menepi pagi

Amoiku Jaim, puisi 14 februari 2004, lantas di permak dikit sebagai
langkah awal di dinding Rumah Puisi Indonesia.
Berita baiknya datang dari RPI begini, 'puisi yang masuk ke RPI makin ledak dan dahsyat'.
semoga dapat diterbitkan menjadi acuan yang menggembirakan.
 Tanks, hidup dan kesabaran.
Buat temenku NP, dan semuanya,
dimana pun. Tanks.

/2012

Mar 11, 2009

catetan yang tertidur pulas

0

Deras masih mendera disini, lubuk pekikku. Semua harapan yang telah lama, lama sekali untuk
dapat menorehkan suarahati seperti di gilas dalam kejap! Rindu pecah, tergenang ke entahlah. Tapi aku masih coba lagi di sini, tanahranum, yang semoga saja area yang cuman segenggam tangan manusia. Mampu memberikan sesuatu yang baik, sebagai ajar yang memotivasi untuk lebih tegar, kuat dan taat beriman. Maka dengan Catetan Yang Tertidur Pulas, yang terukir dalam Facebook, sebagai kenang dan semoga kembali lebih indah.


CERCAH CAHAYA

sepagi ini binar embun jendela
kaca rumahku dipenuhi rimbun
gelayut hijau, amat hijau. dimana
kekakuan rindu yang berbondong
hampiriku. cercah cahaya, relung
mendekap, dekam hari tuk esok
dan dirimu

25des2008
(gabung facebook)


SECERCAH SORE DAN KEMUNGKINANKEMUNGKINAN KAKERLAK

biar saja pagi kemarin dan tadi
menarik pelatuk di ruang
kemungkinan untuk melayang
di ujung bulan. menjadi setabur
zaman peradaban kakerlak. dan
di sore ini cumbuan meniarap
curi perhatian tuk segera pergi
dari kesombongan kakerlak.
hm, usai senja di ujung, aku
telah bangun, meminang malam
sebelum bintang sergap, jadi kelabu

26des2008


KUYUP MELINTAS TUK PULANG

di luar masih deras, desir
berkelebat iring hari yang kuyup
Sepanjang jalanan lumpur di
cabik rodaroda di aspal, gemuruh
telah membuat gigil, merinding.
kemana sandal jepitku, biarlah
toh sepatu lebih aman di luar
nanti. dan helmku

27des2008


MENCARI, ADA DI DALAM

amat licin perbatasan ini
aku lagi ada waktu
untuk cepat
sampai

28des2008/2012



HAPPY NEW YEAR

negri dengan harapan baru
negri dengan genggaman baru
otomatis semangat kudu gede
kita pun musti pede
positive thinking kudu
duit pantang menyerah
2009, dekaplah dengan cinta

1jan2009
(duit: doausahaimandantaqwa)


DI BERI SEJENAK

aku di beri sejenak
waktu untuk yang masih ini.
asal kau senyum ato geli ato
nokomen ato apalah.
aku senang dapat berbagi
denganmu. meski belum
saling mengenal. 

/2012




BLAZER BLABLA

ini katebelece untukmu sahabat
segala asa, keakuan dan entahlah
juga permohonan maafku

protoli kecamuk di hati
pasang injection positivethinking
tingkatkan performa iman
haluskan karbu katakata
lintasi dan taati rambu kahuripan
kita singkirkan corengmoreng
di kehendakhati yang gundah

ketikaku cuma blabla
anggaplah mabok udang
ketikaku berselancar maya
bukankah aku facebooker

segenap lilin dan wewangian
juga blazer blabla

7jan2009


Yups, semoga aja setelah asa menggunduli, di tanah ini dapat terobati. So,harapan mulai tumbuh
kemana kuboyong ke hari mekar? Tetap setia pada catatan, mimpi yang menjulang.

/2012






Mar 9, 2009

hiroshima

0

gelap sekejap
darah mengendap
rata
dalam lingkaran mega

dingin panggang beribu ketandusan

di balik keliukan gunung
memancar gelang keemasan
dan kumandangkan janji dunia
: perdamaian

bangun dari mimpi gelap
bangun pula mimpi kejap

putih bersih kitari darah
matahari terbit lalu

01 september 1997

pisau dan leher

0

pisau di asah
leher menjerit
lahirlah darah

pisau tumpul
leher di cium
tumbuhlah birahi

pisau tajam
leher di cekik
jadilah perang

pisau dan leher
adalah saudara
saling butuh
tanpa bicara

pisau dan leher
mengikat kaul
menyingkap tabir
menggenggam rasa

23 juli 1997

Mar 7, 2009

Mar 6, 2009

masa kecilku cuma dolanan dan kenakalan

0

ini kisah besi
hari tak berjudul
hari cuma tinggal di siang bolong
kenakalan dolanan bocah
kerikil hingga berdarahdarah
kenakalan biasa dan lumrah
aku masih kecil
kebahagiaan ada dalam pelukan
ayah dan ibu
kebahagiaan muncul juga
dalam kenakalan
dan kenakalan dalam diriku
adalah aktifitas enjoy
dan mengkawatirkan juga lucu
ini kisah besi
kisah besi bukan turunan
tidak akan merusak masadepan
kerna aku sendiri
sekarang tidak lagi nakal
brengsek dan menjengkelkan
sewaktu aku masih kecil dahulu

aku kini
m
i
a
u

2009/2011

shiro petto

0

ini kali tak ada cerita
kecuali tanda sukacita
barang kali elo jualah
yang dapet gue andalin
selain rasa patah
mampet gile ato nyebelin
bikin gerah resah

aduh gue kejepit
kali suatu elo menjerit
sambil megang swalow jepit
nenteng gue n ngelurin duit
beli obat biar gue reda ngejerit

emang gue sandal jepit
toh elo kagak pelit
kamsia arigato maturnuwun
shiro petto katur bejibun
stibalah elo gue berskating ice
lewat mimpi bisa aje kali ye

2003/2011


shiro petto: kertas surat.

kena kau

0

kena kau
tadinya aku berpikir aku meragukanmu
tapi setelah di pikirpikir
aku rindu naksir kamu
abisnya kamu benerbener lumayan

dulu usahaku selalu melintir
sudah itu menggelincir
lalu ngacir
abisnya yang sudahsudah oke punya

padahal bukan maksud ngejar target
cantik ayu mulus langsing lagi tajir lagi
bukan
aku cuman keburu di samber orang

kepolosanku seperti anak panah
mengenai bayangan
hanya sebuah mimpi
dulu itu
tapi

aku sekarang orangnya jujur
tapi sedikit ngelantur
sudah itu
usahaku gagal
ini kali yang ke entah

aroma yang tak mampu kubaui
dengan pengetahuanku
menyudutkanku untuk lebih
baik mundur selagi
masih belum jadi bubur
lagilagi ngacir lalu
kecebur

bangun tidur
bu masak apa
ada sayur lodeh kesukaanmu
bu berangkat
hatihati di jalan

di jalan yang entah
di hari yang entah
di tahun yang entah
di waktu yang entah
di kesempatan yang entah
begitu saja lewat

di jalan yang buntu
di maut yang nyaris menyambar
di raungan yang hampir putus
seorang tangan menyelamatkan
aku tak tahu persis

di jalan yang lengang
cuma cericit burungburung kecil
cuma lantunan angin semilir
di tepi danau yang airnya juga tenang
ada suara halus di sana:
kita sudah impas
aku tak sengaja menolongmu.
halo siapa ini ya?
seperti katamu dulu, tak sengaja menolongku
cuma kebetulan.aku ucapkan terimakasih
sekali lagi. bye.
halo siapa ini, ponselku diam tak menyahut

aku beranjak mengambil diari
dari tahun ke tahun kubuka
hah '04 ada kamu di dalamnya
ada foto dan namamu
tanpa alamat surat dan telepon
satu hari suntuk karenamu
hari kedua tiga dan empat sibuk bermain game
guna menyingkirkan senyummu
ada sms: temui aku. aku lagi bt.
temani aku ngobrol. temenmu siti marie tiu

kena kau
aku tak lagi meragukanmu
setelah sekian tahun
hanya sesaat mengenalmu
dan tak ingin aku membiarkan
kehadiranmu begitu saja

aku rindu naksir sama kamu
abisnya kamu benerbener mengagumkan
aku beranjak menemui
mengajakmu
merangkulmu

2009

terkapar di halaman rumput

0

ada yang terkapar
di waktu malam
di halaman taman

seperti relief taman
melembab dingin
ada juga ranting
terpelanting
di geser angin

dingin
airmata rindu setia
ingin
jiwa yang tak siasia

2007/2011

puisi mawar buat nona deblonzka tariki

0

selamat pagi nona deblonzka
ehm lembut dan wangi nian nona pagi ini
oh ya hamba bawakan sekuntum putih mawar
hiruplah akan terasa segar
di hidung nona yang bangir

dengan kekuatan apaadanya
dengan keadaan apaadanya
dengan segala apaadanya
hamba pasrahkan keindahan
dunia ini pada nona

nona nona deblonzka tariki
bukan kebetulan bukan permasalahan
kalau hamba naksir nona
pada tatapan nona mata biru nona
pada senyum nona bibir yang merah ranum
pada jemari nona yang lembut dan hangat
pada langkah nona gemulai namun pasti
pada parfum nona yang menggetarkan
hasrat hamba
pada yang nampak atau pun
tak nampak pada nona

selamat siang nona deblonzka
udara sepertinya kurang bersahabat
pada setiap roman hari ini
sumpek dan gerah
tapi demi sang pujaan
bukan gengsi atau arogansi
hamba tetap datang kepada nona
hanya untuk menyerahkan
sekuntum kuning mawar
sesuai dengan t-shirt yang nona kenakan
siang ini

nona deblonzka
panas dan gelap mendung dan petir
adalah suatu yang patut disyukuri setiap hari
(nona deblonzka hanya tersenyum
kemudian mencium kuning mawar dan melambaikan
tangan sebagai tanda perpisahan sementara)

kami pun berpisah
hujan menderas sesampai dirumah
di kamar hamba merekam momen barusan
sangatlah berasa hingga ke lubuk terdalam
kemudian tertidur

tiba senja hujan mereda
mandi air hangat
bikin kopi
cicipi ketela goreng
nonton kartun

jam tujuh malam
hamba nyalakan tiger merah
melaju ke jalan mawar 2000
di pintu pagar nona deblonzka
hamba mematikan starter
memencet bel rumah
muncul wajah indo jerman jepang dan
prancis serta tegal dengan gaya khasnya

selamat malam nona deblonzka
hamba bawakan serangkum
mawar di kemas ikebana
untuk ulang tahun nona ke tujuhbelas
sebagai ungkapan kasih hamba terhadap nona
sebagai pengakuan cinta hamba pada nona
dan sebagai rasa hormat hamba pada nona

hanya sayang padamu kasih
hanya cuma padamu cinta
cuma cinta padamu belahan jiwaku:
deblonzka tariki

2009

puisi buat syalsabilla kirani

0

si kecil via
begitu ia di sayang
menegur, kapan om main kerumah
berulang email kubaca dari abinya

cercah cahaya kecil sahabat saya
menderap di bahu

ajari kejujuran
keluasan gapai awan
sebiru langit yang julang
bintang telah melihatnya
saat malam pun tiba
bulan dengan setia menunggu

2009

Mar 4, 2009

kesunyatan

0

ada masa renungan diri
ada masa renungan nasib
agar sepi kesendirian
tak menjadi lembar berduri

ada masa jaya menggiring
ada masa jaya menggelinding
manis di rasa setelahnya pahit
meniarap gumpal di ceruknya

ada masa merayu
ada masa mengadu
ada masa mengganggu
ada masa menunggu

tajam menyaksi
tajam menyiksa
menjadi juang
laju di ruang
kesunyatan

2009

tragedi musim berlalu

0

angin menderas menerpa di pintuku
menaboki dinding kalbu
merubah keharuan lama singgah
ledak atas gelagat dan pelangi

rupanya tangantangan kebodohan
mencipta mesin jadi tragedi
semenjak gapai terdampar bagai kano
yang di hempas atau diludahi ombak
menjadi luka panjang dan menafsirkan
:cinta adalah tragedi sebelum
laut menampar dan mencumbuiku kembali

2000/2009

kala ku tergoda

0

jangan pernah kau simpan senyummu
boleh jadi senyummu adalah semangat hidup
yang menggerakkan hatiku
tuk terus berjuang dan bekerja penuh riang
boleh jadi karena senyummu
aku lupa akan kesalahankesalahanmu
sebab itu gerakkan hidupku
dari senyum tulus dan riangmu

kasih aku turutkan hatiku
untuk memetikmu
sebagai simbol keberanianku

2003

terkurung dalam kamar jendela sendiri

0

malam bulan penuh
udara berserbuk kenanga
kenari tinggal diam
setelah gempa tsunami sebulan lalu
halaman di luar nampak koyak
tumplek menjadi perihal mengganggu
di jendela yang menyisakan puing
masih berkabung
masa sendiri hanya menekuri
kisah yang mesti
di tanggung
badan berdiri

2006

rumah senja

0

rumah senja
dinding kaca
musim semi
sepi penghuni

teratak langit
di barat
kuning terpajang
sekitar
ranting
salju

kalbu melabuh
puncak rindu

18 nopember 1997

tea of the moon

0

tak ada lagi yang hilang
ini pagi tak ada bus menjemput
sarapan pagi pun cuma shusi
sisa semalam
harapan sudah di depan dan
kesempatan meneriapkan
penggalpenggal hari
yang telah abu
kerna saya tak menganggap usang
pukul 10:00 dunia menyempul
dari jari tangan kiri ini

hups, dunia makin menyembul
ke atas memayungi hari yang terik
siap menuntun hingga kaki
tujuan terengkuh
ini juga bukan hari kebebasan
de la amor tequilla
kerna sebelum pagi memanggil
saya sudah dipulaskan senyum kepastian
di pojok tea of the moon
yang di padu thinking of you
sebelum malam yang berat lindap

2007/2009

Mar 3, 2009

ini bulan pada cahaya

0

ada sahabat hebat
dulu sekali
manis sungguh
seperti tak ada sekat
menuju berkali
pada gerimis pun tasbih

sahabat hebat
bulan pada cahaya
berkelebat
tak mampatmampat

2009

tak harap jauh

0

ujung sunyi kepalan menggantung
ledak di tengah lautan asa
sedapat kaki langkah kencang
kejar sekujur gerobak daging

harap tak jauh melenggang bebas
terlalu cepat pepori runtuh
gelitik sengat
ujung sunyi
kepalan pun di gantung

2009

harap tak pergi

0

jalan saja nuju matari
sebelum senja turun
sebelum hilang ingin
sebelum patah arang

kita dekap saja isyarat
sebelum senja turun
sebelum hilang ingin
sebelum tengkar memisahkan
dan gerimis hati jadi beku

2009

Mar 2, 2009

pengakuan

0

biar kubawa percakapan
dari keringat cekam
usah kau kena boneka buatanku
atau bakar saja
jadikan penawar gigil

kaliber telah menjemput
dari arah selatan

kutahu itu
dibawah bantalku
tergeletak anakku dan anakmu
berebut pistol saling menodong

2001

Mar 1, 2009

mengalir di sela jemarimu

0

omega romawi vatikan
juga roma pun okada
telah menyimpannya di sini
rapatrapat tanpa seorang pun

aku yang dulu mengagumimu
tertelan abu abad kini
terkenang hangat jemari
simbol perpisahan

antara ciuman dan bibir
antara enggan dan senyummu
mengambang

hak untuk memilih memiliki
juga menerima cinta
ya cinta
dari cinta kita sempurna

2000

boneka dalam darah

0

aku mengenalmu saat malam turun
pada perbatasan yang jingga
dipenuhi serabutserabut mimpi
sunyi makna

aku telusuri warna tubuhmu
yang membangkang di setiap pori
untuk keluar dalam darahku
kamu membisu
sunyi makna
dingin lebam

matamu mencair
mencari sosok
mencari baju

aku datang bukan titahmu
aku kembali bukan usiamu
malam jaga pagi tidur
siang lelah
jangan cerewet ini bonekamu mawarmu
buatanmu tapi selalu menelanjangi

bonekaku mawarku buatanku
siapa bilang celotehmu
siapkan pembakaranku
kamu diam
sunyi makna
dingin lebam
hilang abu

2000/2009

betapa malam dengan bibirmu

0

puncak nafas kesederhanaan
tanpa bulan bintang
tanpa maut menyongsong
berlenggang

bersemangat
di buai senyum tubuhmu
di jamu dinner segala
persenyawaan hening ombak
dan udara
rahasia berdua
jumpa kita

2002/2009

amanda cinta yang terbang

0

cinta itu merpatiku
lautku juga samuderaku
begitu malam yang menggelora rindu
amanda yang murni sutera dan biru
dalam cintanya telah pergi
akan birunya menempuh milmil cinta

ya cinta telah membebat pikir
memerah palung gerogot alamku
membilangbilang gila
mendulang rasa
ya amandaku terbang
pahat seutuhnya cinta

2002/2009