selamat pagi nona deblonzka
ehm lembut dan wangi nian nona pagi ini
oh ya hamba bawakan sekuntum putih mawar
hiruplah akan terasa segar
di hidung nona yang bangir
dengan kekuatan apaadanya
dengan keadaan apaadanya
dengan segala apaadanya
hamba pasrahkan keindahan
dunia ini pada nona
nona nona deblonzka tariki
bukan kebetulan bukan permasalahan
kalau hamba naksir nona
pada tatapan nona mata biru nona
pada senyum nona bibir yang merah ranum
pada jemari nona yang lembut dan hangat
pada langkah nona gemulai namun pasti
pada parfum nona yang menggetarkan
hasrat hamba
pada yang nampak atau pun
tak nampak pada nona
selamat siang nona deblonzka
udara sepertinya kurang bersahabat
pada setiap roman hari ini
sumpek dan gerah
tapi demi sang pujaan
bukan gengsi atau arogansi
hamba tetap datang kepada nona
hanya untuk menyerahkan
sekuntum kuning mawar
sesuai dengan t-shirt yang nona kenakan
siang ini
nona deblonzka
panas dan gelap mendung dan petir
adalah suatu yang patut disyukuri setiap hari
(nona deblonzka hanya tersenyum
kemudian mencium kuning mawar dan melambaikan
tangan sebagai tanda perpisahan sementara)
kami pun berpisah
hujan menderas sesampai dirumah
di kamar hamba merekam momen barusan
sangatlah berasa hingga ke lubuk terdalam
kemudian tertidur
tiba senja hujan mereda
mandi air hangat
bikin kopi
cicipi ketela goreng
nonton kartun
jam tujuh malam
hamba nyalakan tiger merah
melaju ke jalan mawar 2000
di pintu pagar nona deblonzka
hamba mematikan starter
memencet bel rumah
muncul wajah indo jerman jepang dan
prancis serta tegal dengan gaya khasnya
selamat malam nona deblonzka
hamba bawakan serangkum
mawar di kemas ikebana
untuk ulang tahun nona ke tujuhbelas
sebagai ungkapan kasih hamba terhadap nona
sebagai pengakuan cinta hamba pada nona
dan sebagai rasa hormat hamba pada nona
hanya sayang padamu kasih
hanya cuma padamu cinta
cuma cinta padamu belahan jiwaku:
deblonzka tariki
2009
Mar 6, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment