Dec 24, 2015

deramderam

0

jelita cahya menaut liku yang dulu memaku 
siur dalam lajurlajur suara tak bernama 
ada hujan meski ringan melafal dera sampai 
setiup luap. tekanan melawan airmata begitu 
seikat mengikat kuat. cahya menaut melumut 

hujan reda memisahkan kisah seukir tiruan 
pada jejak. tarian pun cecap segulung ombak 

kaki yang sehalus rotan memulas meletakkan 
hidup searoma pipapipa menegak rindang 
tiupantiupan pantai melenggang menyamai 
langkah deramderam seujung paling sampai

ada yang melihat sederas menghantam karang 
hingga laut dibunyikan dan ikanikan 
menggelembung memenjarakan sebasi hari 

lamat kedapan memeta. jarijari terus meliuk 
kelokankelokan menabuh hingga genderang 
bentang. aku setumbuh kayu. hendak kau tebang 

hutan 

122015

Dec 23, 2015

sebilang

0

sebilang tanah purbani 
tetak retas aroma kopi 

muasal langit dan bintangbintang 
dibawa buai bijibiji 
: tuah setumpah api 

dibawa buai periperi 
di bumi peri 

122015

Dec 20, 2015

yaitu ituya

0

ada yang memacu sepanjang hari 
ditengarai arah mataangin barat ke timur 
ada rindu ingin membuat kapal perang 
yang dulu pernah ayah ajarkan waktu kecil 
ada yang ingin merapat semenjak dini
menghitung jajarjajar embun di luar 
ada yang ingin di rebut. ada yang di raih lekas 
sekeras tenaga pengasah bajabaja - merupa 
setiap kejap. harapharap kosong harapharap buru 
dari hari saban hari gemuruh yang melindap 
turun salju. ciccus seangan 

122015

Dec 9, 2015

perahu sunyi

0

apa yang ingin kau bawa dari suasana pukau
terlihat hitam sebelum rindu bertolak 
harap rentang hari bukan lagi anyaman gempita 
dari gerbang tuju bertahun talu. memanjakan 
dengan siuran anak panah di dada. selanjutnya 
tanah selamat tinggal dari kelamnya rumah 
jerit derita para pembawa malam tak lagi meretakkan 
kelam perahu sunyi dari pitam dendam memperpuruk 
jejakjejak tualang perahu sunyi. rintik yang tibatiba 
meletup mempercepat pemabuk danau sabtuminggu
kerna kincir yang menerang malammalam kelabunya 
haru. 

titik manalagi meledakkan titik manalagi menutupi 
hingga haluan mengetuk pepori. denyut makin kencang 
geletar merupa seasap sesak sesakit batuk tak henti 
manalagi hendak seobat sehat kanakkanak dulu 
lambaian perahu sunyi melawan arus deras pepori 
siuran sejuk selalu harapan 

122015

Nov 26, 2015

momiji

0

ada yang menyisakan embun pada tepitepi dedaun momiji 
rinai meneliup membawa, makin basah saja dan rumah 
terlihat seperti melukis salju. manalagi hendak di paksa 
kehangatan spasi pipapipa kuba 

sehangat champagne rindu mengudara dan angin
membalutkan makin pekat 

26112015 


gambar Google

Nov 23, 2015

matahari tak di pelupuk

0

sekira matahari tak di pelupuk 
cecap rindu memula dan hujan rintik selalu 
di belakang rumah segaris pohonpohon mahoni  
mempercepat alun seusia kacangkacangan 
apabila gamang gelagat sesiuran dan leletupan buncah 
rerata melawan sepasukan undurundur setanah gembur 

akulah peniup hujan, punaipunai beterbangan 
akulah pencakar pasir, sepasukan unta mendesir 
dan lawatan menuju memukuli seusai pertempuran 
goagoa bergemang mematut sisa senja yang hanya 
sejengkal lagi. di belahan dasar 

23112015

Nov 22, 2015

bukan

0

ruang sepanjang sungai alirnya menyimpan jejak 
terukir meski celahcelah bernaung makin dalam 
dekat setimpang dan cuma buat rencana bukan. 
ada nikmat terbilang, tak mesti di benah. cukup 

20112015

biru

0

malam burai angin kecut 
meretap kisikisi. seisi dingin
berubah. lindap tanpa 
ketika ada laut di bahumu 
racun singgah bulu halus lenganmu 

jauh sebelum tanah berupaya 
jadi tanaman menyuburi manis. 
manis sekali 

sebilur biru rasa satudua hari 
jangan salah seribu ha 
segunung bahkan 

ada bulir tersimpan 
ada yang engkau tahu 
laralipur mengunyah 

resap sedak 
sudah tak 

112015 

nopember

0

mengepul dari tetestetes hujan 
jejak seorang berangkat sore 
ada torehan membengkak di pelipis 
kanankiri. seperti lemparan yang 
menyeruakkan berat beban 
adalah penyudah selebar pelepah pisang, 
begitu bibir merah menimpali. 
penangkap penyu, suara lain sebiru tinta 
tangkas tak kalah 

mawar rekah dari halaman lama tak tersiram 
kenanga melati wijayakesuma ada juga 

hari yang membasah buat sekian harap 
dan tertinggal 

112015

Apr 27, 2015

tentang hara

0

sepasukan matahari meluapkan 
segunung purbani yang di panah matamata punai 
siang telah menaboki ubunubun rindu tak 
jelang kerna hari kian menjelaga 

tanah tak cukup mendiangi 
reratakan lumutlumut dan pasirpasir 
apakah candu mencadaskan rimbunnya 
dimana harihari cuma pahpah 
letupan kembali merampas detakku 

27042015

bintang

0

di hari bintang ada yang memijar 
merupa bebilah padahal bukan bayang 
namun diri sedang menunggu tigadigit 
mengubah masadepannya 

di hari bintang 
semoga tak memilu 
:hantu

27042015

desas

0

di bawah gunung 
dentamnya ke ruang luka 
hinggalah cecap rindu 
desas meningkah 
menjawabkan sedera deram 
segera 

airmata di bawah gunung 
tak lagi usai seusia 

27042015

Apr 25, 2015

dewaguna dalam tempurung waktu

0

ini aku dalam pijaranpijaran waktu 
mamatah dua yang di sangka dunia 
pilinpilin senyawa membaca coba 
mengubah dunia dengan sepolos warna 
ketika dilahirkan 

aku juga ingin jadi pepatah 
begitu lirih hingga luka pun ke tulang 
yang sudah dioperasi sembilan kali 

dengan tubuh picisan kelabu 
hingga senja. senja yang terburai awan 
sebelum tanah tandus 

25042015

pipa pendingin

0

di sudut lentik sebiru laut 
suarasuara luka memanah harapan 
agar selekas bebinar mimil yang sekat 
antara biru pandangmu hijau bebatu pandangku 

24042015

Apr 23, 2015

semusim

0

ada dedaun di pukul badai 
satu yang jatuh dibawa pusaran 
tanah tandus, erangnya seperti terdengar 
namun begitu saja lewat. begitu saja 
masih menghijau 

23042015 

Apr 21, 2015

MoM

0

ibu itu ubi 
seperti yang di tanam bapak 
di halaman depan 
kakek pernah bilang rotisumbu 
memang sebab ubimargarin 
yang membuat ibu 
menjadi kartini 
Kartini 

21042015

Apr 17, 2015

seputus mayang

0

seia rinai mematut pada temali nan rindang 
sebiji kopi. dipenuhi tetabur siang juga malam 
seperti ada pada kehendak atawa meminjami 
musabab tandus 

langkah merapat rapikan jendela visi 
aluralur yang meneduh aluralur membawa subur 
seputus mayang lahan rindu bertabur harum 
seputus mayang tanah luka lupa seputus mayang 
musim seperti merupa iringiring sepanjang tol 
memanca rindang 

17042015

Apr 16, 2015

Apr 15, 2015

sebisik luka

0

ada dentum memukul mundur 
ada yang di cari dalam sebaris luka 
dan dibawanya ke ruang bawah 
denyut pukaunya ternyata
sebisik luka mengintip dari tabung sunyi 

14042015

Apr 12, 2015

cerahan

0






ada binar di jendela pagi 

lama ruang yang tertutupi 
seperti bebasahan dedaun 
musim berganti hijau merimbum 

tanah rendah tatanan kala 
tak ada lain kecuali daya 
menembus hangat jiwaraga 
bawa cerahan rangkai bunga 

12042015

Apr 11, 2015

Apr 5, 2015

gentayang

0

dulu.sunyi bagai ketapel 
berderak melewati selusuran 
yang mengepakkan sayapnya rasa madu 
raksasa 

dunia tak serba luka. kepingan 
berjelujur raksa 

05042015

Mar 30, 2015

perska

0

ini rindu memuai memecah persendian perska yang blum! 
membingung putar balik reaksi. tuan harap tak luka pada besi 
buatan energi dalam negeri. tapi jangan buat aku seperti kelana 
hilang arah terbuang bagai sampah busbus impor yang dikebirikan 
oleh sebab terbentur ekonomi minim. dan jangan buat lagi mabuk 
kendara sebab kendala dalam hidup tak semesti jadi buai. dan aku 
tak mau buai dalam reaktor yang kata mr. prof gulana yang improv 
dengan kimia nuklir. oleh rindu ini akan terbelenggu dalam nuansa 
dan mungkin akan jadi muatan energi baru dengan metode aman 
dan mudah larut dalam segala kekurangan yang membelenggu dan 
siapa mau belenggu. tak. tak ada yang mau belenggu. kerna panas 
seperti meradang menyebab kulit hitam legam 

dimana arah tentram di udara kan melalui setiup rongga bersih 
dan jikalau datang musim akan melunakkan pepori dan sendi 
dan dengan aroma melega sirep. teh hijau seperti kelana yang ingin 
selalu. abai. sebab tingkah yang dibunyikan dan dentangnya tua. 
ribuan tahun. ini derita akan usai dari gelembung yang terpantau 
dari kening bersuara merdu. begitu bunyi yang disetarakan dari 
grafik instagram 

aku memuai. dan segera bakar darah besi. bara tak akan lepuh 
dan kan jadi hati yang jaga. hidup dalam melangkah dalam tujuan 
berat tak ingin timpa dan tindih jadi usang. dan rindu akan lesung.
seperti harian hidup bersinergi. labirin cinta yang selalu terdengar 
dalam dentam 

30032015

Mar 29, 2015

...

0


...masih seperti 

di ayunan kulihat senyum itu seperti terkunci dalam 
lemari yang hilang dan cuma seserpih kaca yang 
dibawa sebagai doa. penambat heningnya kata rindu 
sealun dedaun yang tak hijau 

yang tak selalu menghijau yang melayang yang
terbang tak selalu kembali. beku rerata melawan 
luka setindih salju. adalah bukan batu 

032015 

Mar 16, 2015

daya

0

diderainya langit kelabu 
pucukpucuk kanopi tak sebasah dahulu 
pilu masih menggenang meski 

dunia rumah kedua tinggal dan 
rindu meminjamkan penat 
dimana waktu berbuat mengupaya 
segala dan pinta bekal kemana 

rumah kedua kita tumbuh 
menitip rindu cinta 
bagi tubuh titah selamat 
bahagia 

16032015

pencakar laut

0

pencakar laut dari negri hantam 
memerang kedalam jeram 
hingga warna saatsaat sunyi 
hingga kemudian 

senja tak menyebutkan senjata pada mataapi 
kerna hati selimut bagi hari yang tak menunggu 
melumut bukan biang membelenggu 

juga dian juga karang 
cahaya yang juga es 
turun melewati rerintik salju 

032015

Mar 14, 2015

cinta dalam sepotong pagi

0

mencintai adalah seekor cumi menyantapmu seharap pagi 
sebelum berangkat. pengantar luka dalam benak segelas 
gelap yang diletakkan. aku tikus penangkap citrus penyentara 
sebelum diabadikan kedalam botol pencuci kelabunya awan 
mendung ketika rumputrumput tumbuh sehalaman penuh dan 
kumuh 

cinta dalam sepotong pagi menembang runtuhkan dandelion 
kemerduan tak lagi gelembunggelembung memandikan 
menjelaga dan ranum melentik jentikkan liatliat sehidup janji 

032015
image- Google

Mar 10, 2015

+- ,

0

kalauku hilang ranah 
pilinpilin waktu adalah denyut 
memetakan petak hingar 
hujam yang hujan 
senyawakan seombak badai 
dimana denyar tak selalu 

pulang ke ruang bawah 
ada embun serupai warnawarninya daun 
harum seharum pagi gerimis 
tak rekah selalu hangat meski 

pagi jendela waktu memisahkan 
akankah terbaring selalu 

(dentam) 

10032015

Mar 7, 2015

sajak itu

0

belum lagi segi itu berubah dalam alur luka tak batas 
coretancoretan senja dan sebelum tenggelam menuju gunung 
gunung utara yang jauh sebelum menetap dalampanjang 

manakala sajak itu terhenti tualang tepi hijaulah 
suasana kembali 

ruang tak masa dan tunas turi bunyi siuran paling dekat 
gigir dalam irisanirisan tak jemu dan menghablur tumpah 
bukanlah harum mulai nampak ketika lelap alpa 

07032015

Mar 1, 2015

tiktak tak

0

di belahan sedalam rinduku lelap tak
kutanyakan lagi tentangmu sebelum
benar tangis ini genapi daunan kasih
sebasah guguran menetap rerumput
selalu yang tak sekali tinggalkan tatap

di belakang seukur punggungku pergi
tak ingin ada sebongkah ragu mengejar
membenamkan dalam segurat waktu
dan diri hanyalah gambarangambaran
tetes luka yang mengeja selalu hiasan
selubuk lubung terukir pada penjelangan

di sini pada masa yang sederhana
tak selengkap tinjauan positif ulang
dan tahuntahun tabung yang gerhana
gerbang terbangun sebelum kolam
menjerang jejak penyelam dan antara
debur senyap tak selalu hantam hanyut
lirihnya putihan melepaskan tiktak tak
tersebut hujan gerus seterus hingga tak

2015

Feb 28, 2015

cinta tak habis luka

0

indah bila kukatakan rindu 
sekubur kujur cecap tak ragu 
segala tuju hanyalah Satu 

cobasaja bila relungku hampa 
kemanasaja tak temu rasa 
tualang serapah belukar dahaga

rindu mengatas
badan tak batas 
baca menuntas 

28022015

Feb 22, 2015

Feb 20, 2015

langkah 2

0

bilaku hendak pergi ke samarrasa
menjadikanku hilang ke dalam rupa
menanyakan diri ke dalam lupa
melebur lipatanlipatan lingsang rawa
memburat jebakanjebakan mayapada
rumah manalagi kutemu ruang masa


ada sebongkah rindu didalam batu
sebut saja bara tak padam batas temu
adakah yang rindu akan segera jamu
seikat luka dibakar cahya dibalur jemu
kemudian bawa kemudian bahwa ini ramu
tak semudah pudar dan mengukir satu


bilaku terbang mengambang bebantara
selalu sepasang menghablur dirgantara
dalam birunya sepi menganak tangga
patukpatuk alapalap menghabis luka
seperti perupa sekebut rahsia bahgia
magnit jemari jadi magma sejuk duka


aku sekelebat bayang binar merupa
segala dingin melampaui x mendepadepa
Yang membolakbalikkan hati depankan rasa
dimana melabuh selain pada yang maha Rasa
aku kecil membesarbesar padahal Hanya
aku makin kecil tanpaMu Ya Penguasa


20022015

Feb 19, 2015

flory

0

di sudut lentik tat semula
setambat denyut menamakan


sudah jangan tutup ini flory
jemari jadi lunglai tuts ini flory
kan seberi berry sahaja flory
mematut pagut tsanah flory


flory
kemerduan setanam taman apa
memerkah merah tak sergah apa
memeta mataairmata maya apa
kemana kekang tali kekal apa
pada padat period vodka oh kah
padan pandan hikayat moyang


flory
pelatuk mematut paut dengan amuk
memabuk duri futty hukshuks
memati flory


krak


di sudut lentik tat semula
merkahnya hingga nadi
sikles, begitu flory


19022015

Feb 18, 2015

tembang rindu

0

aku memula pukul operandi
memuat puja denting paralars
memetik rinai sepagi engkau
namun lara juga menuai pasi
detikderit memutar kencang
membatuk dalam denyut labirin


aku membosan dalam denyar laut
namun bungkam ombak menarikan
pilinpilin menatah patah tualang
hingga gema. dimana putihkuning
memijar sealun mozart sembunyi
hingga langkah hingga hinggap padu


aku doa. doa sepetik anggur
melebur letih aspirin hingga tak langkah
hingga mozart tetap sebisik engkau. engkau


18022015

Feb 17, 2015

ronggeng airmata

0

sunyi lumpuhkan luka dalam sebaris kenang
tubuh tak hafal metode kulitkulit spasi kuno
dan tentang ukiran murung wajah senja
adalah kuning yang sebar selalu ratap dan
dari kulumhati bentang rimbun lagilagi
seruput matahari yang tak selalu jingga

tianka rindu yang tak habis
menebar rebak hingga rebab tentang
klausa renung dini dan embundaun
seperti pintalan menukang pepadi
siapakah kepung hinggap mematahari
dan tanpa kuyup menembang terbang
tak putus memulia geliat
tak pangsa tak renik hingga gila

menaut taut kepak sekupukupu yang
sembab olah khusyuk sebab sunyi
menaik tarik sekuat jingga
ya telah tubuhnya memuja dan rindu 
rimbunnya yang meliat lintas Cahaya

17022015





Feb 16, 2015

kota satelit

0

kukuliti remang yang sedang dibangun
dengan tumpukan kertas masalalu
sebongkah rindu yang ringan disana
siuman tanpa ada yang menahan
terlepas kuat merupakan tentram
tumbuh subur mewangi di senja waktu
rimbun hidup kota satelit yang di Cari


022015