jelita cahya menaut liku yang dulu memaku
siur dalam lajurlajur suara tak bernama
ada hujan meski ringan melafal dera sampai
setiup luap. tekanan melawan airmata begitu
seikat mengikat kuat. cahya menaut melumut
hujan reda memisahkan kisah seukir tiruan
pada jejak. tarian pun cecap segulung ombak
kaki yang sehalus rotan memulas meletakkan
hidup searoma pipapipa menegak rindang
tiupantiupan pantai melenggang menyamai
langkah deramderam seujung paling sampai
ada yang melihat sederas menghantam karang
hingga laut dibunyikan dan ikanikan
menggelembung memenjarakan sebasi hari
lamat kedapan memeta. jarijari terus meliuk
kelokankelokan menabuh hingga genderang
bentang. aku setumbuh kayu. hendak kau tebang
hutan
122015
Dec 24, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment