Dec 24, 2015

deramderam

0

jelita cahya menaut liku yang dulu memaku 
siur dalam lajurlajur suara tak bernama 
ada hujan meski ringan melafal dera sampai 
setiup luap. tekanan melawan airmata begitu 
seikat mengikat kuat. cahya menaut melumut 

hujan reda memisahkan kisah seukir tiruan 
pada jejak. tarian pun cecap segulung ombak 

kaki yang sehalus rotan memulas meletakkan 
hidup searoma pipapipa menegak rindang 
tiupantiupan pantai melenggang menyamai 
langkah deramderam seujung paling sampai

ada yang melihat sederas menghantam karang 
hingga laut dibunyikan dan ikanikan 
menggelembung memenjarakan sebasi hari 

lamat kedapan memeta. jarijari terus meliuk 
kelokankelokan menabuh hingga genderang 
bentang. aku setumbuh kayu. hendak kau tebang 

hutan 

122015

0 komentar:

Post a Comment