Jul 8, 2009

nyanyian kekasih

0

di setiap mawar dan duri dan wangi
kutaruh hati hanya untukmu
ketika rindu bergolak
senyum masih menanti
tak ruang batas

di setiap hujan dan basah dan lembab
kuhanyutkan diri cuma padamu
senyum masih menyiram
tanpa batas ruang

ketika rekah
aku menyanyikan rindu
kekasih

8 juli 09

kakikaki matahari

0

dimana debar menyanyi saat pagi
ketika taman menghijau tak batas luas
jiwa sunyi bersiul saat menatap harum taman
ada sepenggal kisah nan memburai seperti
pada pesawahan permai
aha aku colek harum pagi pada lentik mawar
manakah lebih permai antara dedaun dan
mawarmawar semburat taman hijau ini
pagi berjalan antara wangiwangi hijau
ada sebersit cercah di sini dalam tuang hijau
seluruhmu dalam kakikaki

hijau menggores menerpa dan sejuk
dalam siul pagi juga remah taman

8 juli 09

hari berjalan dalamdalam

0

memuat batubatu dalam saku
menuju kelok demi kelok berbatubatu
hari yang di tuju rentan licin
masih barisbaris sunyi menapak
gerak terseret kaki nan jauh

derita bersenggol rawarawa
duka tak bantah tak duri tak di rasa
hingga rona menghantam tapaktapak itu

tak kulihat senja itu lagi tersenyum
tapi aku senang berburu badutbadut saku
rimba kenang tak terucap lagi dalam saku
terbang bersama batubatu dan badutbadut
salamkan juang tak terbantah
dari teliup kakikaki berjalan dalamdalam

8 juli 09

Jul 2, 2009

desau

0

hujan masih kebat
menyemat dalam tembang
menari babad alam
tentang kisahkisah
rerindu

senja tak lusuh
dalam desau dan derap
udara menyelinap luruh
menjejak tetap

bila rongkong mampat waktu
tak urung lilin membagi sepi
meruang kalbu

2 juli 09

Jul 1, 2009

Jun 29, 2009

di terang savana

0

di terang savana waktu itu, sejumput terik mengintai
mengajakku memilinmilin tingkah sedang awan
sesilaunya menumbuh syarafsyaraf rindu. memelukmu.
menyantap waktu. diammu seka rerambut menjuntai
wangi. geletar dedar menyimpanmu. awanmu. sedang
awan laut sesegera menjemput, meninakan seluruhmu
tuk lelap antara bersih savana membiru di laut

29 juni 09

Jun 28, 2009

punah

0

di bilik sudut kaca kutoleh rerupaku ada belahan
kehatian yang leleh. tak ada kesunyian. cuma telah
terjerembab dalam limbah terjungkal. di bilik sudut
kaca rerupaku hilang. aneh, saatsaat rerindu tumbuh
kembang detik hari buntu di tembak pemburu merpati.
punah dalam perhelatan bayangbayang mimpi sendiri

28 juni 09

menggoda kekirianku

0

maka ketika kakiku telah berseragam lengkap untuk
meniatkan langkah. selalu saja lututku seperti di
cengkeram maut menggoda kekirianku yang kuat
menghentak menglunglai lumpuhkan niatku. selalu
ada perang di dalamku. selalu kesal maujud
membasahi dagingku. merontokkan kesejatian
dan siasia sajaku

27 juni 09

Jun 26, 2009

bila saja rentang musim

0

maafkan bila saja rentang musim yang kukayuh tak
memenuhi genap perhelatan seperti burungburung
yang selalu bawakan senyum tuannya ketika
melagukan kicau dengan indah. jelas menggetarkan
ruang nan pukaunya dalam dan berperawakan.
bersuara merdu mendayu hingga jauh bermartabat.
mampu menjabat keaneka satwa. duhai, berguru
bagai indah melantun dalam hening dan salammu
sampai negeri lestari juga bungabunga harummnya

26 juni 09

meluruslah hari

0

alhamdulillah hariku bergerak dengan lancar
menelusuri cahaya yang menerobos lewat dedaun
bergoyang terpa semilir. oh rindu seperti menarinari
dalam ruang semesta. sedikit gerimis bahagia
meresap arah hati. meluruslah hariku berjajar dan
seimbang berdepandepan menuju gerbang luas cahaya

26 juni 09

Jun 25, 2009

tak temaram

0

pada jajaran keping yang mengulingguling tampak
selukis awan. aku ingin mendaki tebing meluang
kesah yang murung setiap tatap di mega ujung sana.
mematutmatut membentuknya lagi agar suasana
buai tak temaran. biar selalu lambai hatinya geram
memukau tak cemburu. membengkokkan bising
pandangku

25 juni 09

tak sedang luka

0

matahari tak sedang luka. tertidur.
tak ingin leher waktu menikamkan
lambung pada ujung mimpinya
dan seraut wajah tenggelam di larung asa
teruruk rindu sesal. adakah menetap di sini
seusung kolam menghias rasa ingin
senyap kemudian. tenang kemudian

25 juni 09

ruang tak sekat

0

butirbutir yang ngalir antara punggung siang ini telah
menetaskan deras tetumbuh nan lentur saat kuelus
dalam sejumput kisah luka lama nganga dari bejanabejana.
suaranya lirih lembut seolah. ah kapan lagi kueja dalam
ruang tak sekat, tak sunyi pula. ketika ini. ketika esok penat
menggores, serintih tiktok waktu bergemuruh lagilagi

25 juni 09

Jun 23, 2009

bunga kalbu berdua

0

mengawali hidup baru di bulan juni
bunga kalbu berdua
janji setia sehidup semati
selamat sahabat
semoga musimmu abadi
dipenuhi generasi membumi

juni 09

sepasang nyawa telentang

0

sepasang nyawa telentang. kerna telah menemukan
hati yang di caricarinya. di luar jalan di busbus di
trotoartrotoar di gedunggedung. dan kembali ke
ruang sekap sambil tersenyum biru, 'telah kutemukan
bahagian dariku yang lepas. aku cinta jejarian
ini menelikung tikung hingga buncah kesumba
melumat hadir monitor segienam.' seluruh
tubuhnya mengacungacung monitor segienam

18 juni 09

sajak pagi seusai gerimis

0

pagi di juni kamis hari kedelapanbelas duaribusembilan
seusai gerimis mengiring semestaku hening. tak silir
angin tak burung kicau tak semerbak bunga mentari
dingin menyinar. jalan pun masih lengang tak biasanya
tapi di dalamnya ada sehalus makna membahana di
relungrelung diamnya

18 juni 09

Jun 22, 2009

Jun 11, 2009

awang

0

mata cintaku mengawang
memenuhi serat
berserak

adakah hiruk pikuknya kutemui
sehirup dalam tuah
luap
tak buai
cinta seratus naga juga guruh
semenanjung membendung
saat rindu kuusung

juni 09

bilur bunga

0

seperangkat cinta di torehnya pada kuntumkuntum
sunyi. merubah kuntumkuntum kering dan
disembunyikannya pada tarian jejakjejak sendiri

di gerbang ombak dilepaskan jejariannya
memuntahkan tarian geletar ruang sendiri untuk
menekan agar terali dalam sunyi tak selalu. lalu di
genangkan kaki selangsat mula luruh dalam
bunyibunyi laut

bila langit bentang seperangkat cinta di torehnya
pada ujung kuntumkuntum rindu. dan pendar
seraut wajah dalam sunyi melukis bilur bunga
kemudian di ejanya lidah patah. meruah atas
serapah. duka tak terbantah

16 mei 2009

anak itu berjalan

0

anak itu berjalan di bawah gerimis mentari
anak itu berjalan di bawanya badan tak bergizi
anak itu mengaduh kemana harus mengeluh
anak itu berjalan terus berjalan mencari berteduh

alangkah angkuh kehidupan menelantarkan masadepan

anak itu berjalan semakin menjauh tak ada harapan
yang tertinggal hanya punggungnya merapuh di awan

mei 09

sebuah kota setelah bungabunga

0

melintasi jembatan panjang meletakkan jejakjejak rindu
membangunnya dengan teliti lalu memungut kesedihan
masalalu yang menguntit saatsaat perihal berulang
di usung dalam perdebatan diri

menjumpai benderang sunyi dipenuhi bunga warnawarni
dengan wewangi nan padu. gejolak menghampiri
menanya, mengapa pepaduan begini indah tanpa
sedikit pun untuk saling menyingkirkan atau mengucilkan
atau memandang meremeh antara yang satu dan
lainnya. rindu bertaburan di sini. memuliakan dan
mengasihi. tanpa saling cuci. perebutan halhal
kecil juga besar. keseharian hatiku seperti di elus dalam
kasih sekecil apapun. bungabunga sepanjang tepi
membawa ke sebuah kota yang berada tak jauh
dalam diri dan hati kita dengan rindu bertebar selalu

mei 09

kuntum

0

datanglah dengan hati lapang tentram
bawa kuntum segar dan senyummu
aku ingin hidup damai dan terjaga
sebelum engkau pergi dan memilih sendiri

sunyi mengelompok kemudian
rela merintih demi wangi
membaringkan wangi
debar hanyut meletupkan sesak
kurelakan wangi itu pergi
seperti bulan tanpa bintang
tapi bukan purnama
sudah itu wangi bintang
tersimpan lekat di tangan

kuntum rona yang sebentar layu
kini kembali ke tanganku
memilih lebih baik bersamaku
daripada menjadi api

bulan tersenyum. dan wangi bintang
menyelinap memberi selamat.
aku bahagia

02-09

di sudut bongkah tiang bulan kian berang

0

bulan benderang. kian terang bayangbayang itu.
wajah yang selalu lekat tak bersekat. namun jerat
kuciptakan lewat ciut yang kurangkai semakin dekat
menyekap lindap sekujurku. termamah dalam kaku
pepaku. tancap tanpa ucap. kekinian kian kuyu.
semakin tak beranah semakin nanah dan semakin
payah. nanar di manamana mengerjabku. mengejar
tetali pada liangliang hati. namun linang bagiku
cuma pahpah. hm alangkah aku teruruk dalam
syahdu lembayung. lenggang kangkung dunia.
cemoohlah aku. pepakulah aku. hinggaku waspada
pada jamjam penjelangan.
o alangkah tersuruk sedalam bungkus yang busuk
aku kulai deraiderai berberai

di sudut bongkah tiang bulan kian berang mengepel
helaihelaiku. di sepanjang jalan yang menggenang
aku dihadiahi sekepal lumpur gerobak yang setiap
kali menapak mengusung marka

mei 09

Jun 10, 2009

kurun

0

di tanya perempuanperempuan
mengenai perempuanperempuan

adakah singgah mendapati

setibanya nanti
airmata piramida
mempertegas arah mata
akankah dijelaskan
dalam bantalku

memuntahkan maut mulutku
luber dalam rupa merahku

juni 09

May 19, 2009

May 16, 2009

dayaku

0

seperti bunga atau apa engkau datang menyeruput
sepagi ini. padahal sunyiku belum juga sembuh.
kapal tenggelam dan hati merapuh. dayaku cuma kamu
merebut

03

sebuah mesium

0

botobotol. kencan yang terlalu lama. pil hitam kegemaran.
dan secarik kertas menggoda iman. meja judi. mesin judi.
kloning. dalam tol. tak ketahuan. pencurian dan dendam
kesumat menjadi abu keramat. mencoreng. membenah diri
dalam topeng mentereng. yang maksiat. yap maksiat
sebuah mesium keidaman yang menyiksa dan amat meluka.
menteror dan membidik alam yang tak mewaspada

14 januari 02

aku telah

0

aku telah jatuh hati padamu
walau tak sampai pernah sekali menciummu
hatiku tetap kutautkan hanya padamu
tapi kau menjadi milik yang lain dan aku
tetap menyiangi keindahan itu. jasad mayamu

16 januari 02

berdasar apa kupilih dirimu

0

merisauimu berpaling dariku
mencemburui bersama lelaki mana
walau tak sampai kau gali lelaki asing mana
walau kau tanam beribu desing di diriku
tiada obat paling jitu selain merinduimu
mendekap seganap hati dan luka

16 januari 02

May 11, 2009

janji

0

maka kujadikan sikap hati
wangi sejati
karena tatapmu erat
mendekap gemetarku
seolah kita saja berdiri
melengkapi cinta

01-03

sujud yang belum di padang buru

0

aku sujud. malam bulan penuh. ada rumput massal.
di tengahnya tumbuh batang pohon membentuk persis
cemara. berikut daun tanpa ranting. di hari tanpa
burung. masih sunyi di sini. aku masih mencari akan
kebesaranMu yang belum aku tahu. dan sungguh banyak lagi

01-09

May 5, 2009

festival matahari retak

0

aku duduk di tepian mengoreksi cendera mata yang
mendebarkan. aku lukis matahari di bayang matamu
agar kesalahpahaman di antara kita membenam
seluruh masa lalu yang dulu menterormu pada senja
yang berangkat nuju ke hening malam

dulu memang aku yang menyangsikanmu. dulu
memang aku yang mengasingkanmu dan pernah
kulumat bibir dan hidungmu berdarah hingga luka itu
mengejar membidikku agar pasrah di balik suteramu
yang membiru dalam senyum

di dalam festival ini kau bukakan kehadiranku guna
memaknai matahari retak musim hujan saat terakhir
ada yang siap menghujam. menjemputmu yang juga
kapan saja tiba waktu akan menjumpaiku. pulang

01-09

holmes kota terbuang dan cintanya

0

telah lewati kotakota bagai mimpi tapi tak kujumpai
hatimu. entah tersimpan di mana kala itu. telah kau
tebus kotamu dengan sekepal hati tanpa diam atau
dendam. tergenang aku dalam samudera cintamu

holmes tak tersisa lagi cintamu pada kota terbuang
dari amukan senjata politik kekuasaan yang keras
dan berebut. di sini dalam kota kecil tanpa teknologi
dan keserakahan kepolosan cintaku memenuhi ruang
gerak yang sejuk akan kedamaian hatimu buat
kuteruskan dalam puisi dan kemakmuran

01-09

demikianlah cinta

0

lalu kubunuh mataharimu yang telah mencerca
kepanikanku. bermacam aroma telah menikamkan
ujung kukunya di dadamu dengan gegaman cinta
yang membutakan. karena nurani di dalam diri
berliku menjalani cinta menempuh cinta. siapa yang
begitu diam atas macam kebuntuankebuntuan setiba
menyumpahi ketakberdayaan mimpi yang berkayuh.
gita cinta menggapai hatimu jejakku yang selalu
menguntit telah menghitung indahmu hingga di
serambi lukaku yang menjatuh airmata pertaubatan
melupakan hedonisme yang sempat mendarah
demi menembus sejatinya pedang dan cinta

01-09

yang singgah di hati

0

telah lama kita ada dalam sebuah tanda tanya
guna menempuh ruang paling dalam di taman hati
kita. oleh karena kita berdiri dan menatap
kesempatan yang datang di depan kita dengan
mengunci diri. padahal kita berdampingan duduk
bersebelahan. padahal tak semestinya saling berdiam
diri. padahal aku menyukaimu tatapanmu yang
teduh sikapmu yang anggun juga senyummu.
padahal dirimu memang sangatlah menarik. mampu
menghadirkan pesona yang mengantarku ke dunia
cantik penuh gairah dengan debar mengalun tak
beraturan yang membuat lelah sadarku pergi.
menggantinya dengan simponi lembut menawarkan
dunia kasih sayang

01-03

demikian kukatakan cinta

0

di pantai kuajak perempuanku berkejaran saling canda
lalu kurangkaikan rambut yang berkebaran oleh semilir
wanginya kuciumi hingga kutemukan cinta pada senyum
dan gelak. di malam kutuntun perempuanku bermesraan
memadu kasih. lalu kukalungkan bunga dari beragam
rindu menumpuk. saat berpelukan dan cium kutemukan
cinta pada gigil suasana. demikian kukatakan cinta saat
saling butuh untuk asing kembali di saatsaat keruh dan
tajam. sampai samasama ada rindu dan sesal guna
menerima cinta sebenarnya

01-03

May 4, 2009

tak juga aku menyatakan

2

tak juga aku menyatakan hanya memimpikan kapan
engkau menyerangku sambil berserapah kemudian
terisak rebahan di dadaku bidang. dalam belai kuusap
pipimu kubenahi rambutmu. kita bangun rumah di tepi
laut dan gelombang. bersama lilin dan remang cinta dan
mawar kita buat,

tibatiba ada yang menggedorku di jendela lalu kupasang
selembar hati biar menjadi kenang dalam melawan
kesepian maya

tak juga aku menyatakan hanya memimpikan. surat
menumpuk tak jadi kukirrim kepadamu. tak juga aku
menyatakan hanya asing membisu. saling cakar dan
terkam di kepala. biar saja buat asosiasi sekalian
kulumat bayangmu

01

isyarat

0

kamar tidur meja makan kebun taman
telah menjadi puisi berbingkai di kepalaku
tapi ada yang membuat jatuh berpangku pada batu
tak kulupakan pertemuan telah kubatalkan hasrat

19 februari 01

diam sajak

0

kurejam
nama dan kata
untuk kembali atau tak
padamu

saat selalu menguji
merubah ke hening
jadi air mata

benar sampai padamu

ya
padamu selalu

24 februari 01

mimpi baru

0

lalu kami singkirkan ketakberdayaan kami
demi menempuh mimpi baru
dengan bagai pangeran malam
mendekap bulan impian
isyarat yang lama singgah mendekam

6 februari 01

cinta tanah baru

0

soal waktu. kami tak pura menjawabnya
impian dan sederet cobaan membagi
mendirikan cinta di tanah baru
nyaman dan damai
di tepi gelombang laut
tanpa luka sebagai sakit dan sebaliknya
menatap lurus harihari menghadang datang

6 februari 01

nisan

0

telah lama
satusatu menjadi bagian
di antara kita
bahwa memang tetap bersanding
dunia dan akhirat
selama bersanding

6 februari 01

selembar ilalang

0

selembar ilalang menggoda
menggantungkan sunyi pada angin
dan terlihat di sana
gerimis mengacungacungkan
tanah ilalang pada senja

alir bersandar kemudian
pada tetesannya yang curam
membangunkan bungabunga
berkelopak
tentang duka apa di sana

selembar ilalang jatuh mengering
mengalung leher
membaringkan sunyi

00-03

May 3, 2009

cinta bertanya tentang mawar

0

kamu bertanya tentang mawar yang aku toreh di dada kiri
menuding bahwa ada persoalan yang mesti dijelaskan
seperti menggiringku ke padang pengadilan

aku takut kehilangan dirimu, katamu
aku mencintaimu. aku bangga sejak pertama mengenalmu
padahal kamu penganggur tetapi aku coba mengerti dan
memahamimu. namun mengapa memetik mawar yang lain.
aku menjaga untuk rapi dan sederhana agar menyayangiku
apa yang terjadi sayang

kamu selalu saja ingin tahu siapa aku

tetapi aku mempelaimu. isterimu

aku kehilangan kepenyairanku. aku buntu oleh ideide

ah itu sifatnya hanya sebentar saja sayang. karena
dirimu selalu kacau. selalu untuk emosi dan memarahiku

tidak. aku tidak bisa membahagiakanmu lagi.

yang dibutuhkan kesadaran menyayangi mencintai. jujur dan
setia. kesederhanaan dan keakraban membuat kita damai

ah kamu seperti puisi saja,
aku menciummu dahimu hatimu

kami pun sepakat bertaman hati di samping mawar

00-09

lukisan peran

0

matahari memantapkan hatiku
untuk menatap wajahmu
wajah yang penuh pesona
di jantung kehatianku
dan matahari
tak kan mengusik kesucian hati
yang setibatiba rebahkan bunga
di hadapan senyum juga tanganmu
sebagai puisi perkenalan kita
jemariku peluk lukisan peranmu

00-09

pantai negri putih

0

berjalan di iringmu di pantai putih
udara mengibas rambutmu berkebaran
sebagai musim lalu harummu menebar
mengantar mimpi di jiwaku

oleh alunmu aku tertawan di apung segala rindu
dalam gaun yang anggun menggurat
dalam mata yang bening caya mendebar
dalam bibir yang memerah silau membakar
dalam tangan yang lembut menari menerayap
dalam langkah yang rapi mengayun menjelajah

gemulai alunmu gemuruh alir menggemunung
di antara bukitbukit rindang
di antara belantarabelantara
di antara tipis semilir pantai
di antara gejolak rindu terang
untuk dipahatkan sebagai keindahan

dengan perahu kukayuh negri putih
menelusur pantai putih hingga hati melipur
memutih diri sesejuk salju di jiwaku

00-09

kehangatan

0

berulang kita jumpa
berulang kita cuma senyum
saling pandang saling curi
dengan seribu bahasa sejuta harap

betapa kita saling beri
menerima dengan malu
untuk kemudian malu
karena hanya sepi dalam dekapan

hati berbunga
membaur pada cinta yang mewangi
menderapkan kehangatan
memukul dindingdinding jantung
hingga hangat menyerap
ke putik damai

dan hati bertanya
dimana kehangatan yang lain
selain damai akan cinta ini sendiri

11 april 00

persandingan

0

begini yang kamu tawarkan
pepat tak di rasa
namun wajah rembulan
penat menggusar mimpi
karena hanya sepi
teman di dalam mimpi
karena hanya sepi
rembulan siap bergulat denganku

4 april 00

May 2, 2009

menawarkan hening

0

malam dalam nafas rindu
tenang udara tanpa bisik sesiapa pun
di tingkap cahayanya tegur

adalah cinta dalam darah mengalir
derap deras mendaging serang sepi gigil
menawarkan hening setenang genang

00-09

el shanty

0

negri kesayangan
kesayangan bunda
kesayangan bapa
mengalir dari kasih

kemudian lahir cinta
kita tuang dalam gelas
menjadi beribu rasa
dalam alun nafas

beragam kita dekap
dari jendela udara pagi
untuk kangen berkepanjangan

00-03

meski senyum

0

akankah kutemui senyum abadimu nona manis
ah meski senyum kamu bukan monalisa
tetap menyimpan dalam gairah sajaksajakku
canda dan senyum mabuk kita menikmati

kuteruskan peta ovalmu akankah nona
hingga harum dekap jiwamu segera
kupetik senyum ingin sekujurmu dalam ruang
nian magnit saja merepotkan mataku
oh alangkah kuteruskan dalam indah kemudian

00-09

tertampak di sana

0

dan digiranggirangkannya matahari
untuk tak sampai dalam kelebat
yang membebat pikir

dan tertampak di sana
matahari mengukir senja
di sampingnya gununggunung tebas
saling cakar dan terkam

di pintu selalu tegur
betapa hilang
ke dasar pikir
kemudian

00-09

bingkai

0

kutemui wajah bunda
tersenyum setangkai mawar

dan wajah bapa
dalam keringat malam
memberkati sebuah belati
tapi untuk apa kita ada bapa

membersih luka batin
dengan sebuah belati
dan setangkai mawar membalut
membingkai ragamu

00-03

potret kenangan

0

lalu kau tiupkan hatiku untuk mencari keberadaan kekasih
yang tak bakal mati selama aku masih hidup sebagai puisi
walau telah kau rebut sebagai kekasih untuk pendamping
masadepan baru. tetap saja kenangan tak bisa keluar dari
dalam daging hati yang telah menyatu dalamdarah, begitu
bisikbisik menghampiri. lebih baik segera kunikahi perempuan
sebagai sukses hidup. ah lebih baik kutulis puisi sambil
menunggumu dalam penantian yang tak mati di tiup angin

00-03

Apr 29, 2009

spekulasi bunga

0

pada malam yang hampir menuntunku kau datang
bersama keranda di mataku. terlemparlah aku dalam
pasrah yang luruh oleh kerajaan kuasamu. telah kau
pinjami aku pedang hati untuk membunuh harihariku
di sepanjang gang yang tua lorong yang kelam agar
aku menjadi jawab yang pantas sebagai bunga hati
yang bersih di hadapanmu. tapi bunga menjadi
permainanku yang lalai dan kembali terdampar pada
malam yang amis. dan dalam genggaman sebagai
spekulasi yang memakan seluruhku

00-02

masih saja

0

masih saja lekat di mata resah begitu kuat menggoda
mimpi mendekap akrab jelma cinta meruntuh sel pengap
serahasia bayang berdesakan

00-09

kucatat penat

0

kemanakah pergi di antar jalanan lempang lintas
timurmu. kemanakah kembali seusai diskusi pendek

kemanakah singgah sepeminum kopi dan kemanakah
pergi. yang menghanyutkan kembaraku. kuingin untit
jejaknya. kuingin kemana ia bernafas

kucatat penat pada petang selepas dahagaku yang
murung oleh senyum berbuntal tanya tanda

00-09

sentuhan mawar sunyi

0

benarkan tuhan telah memberi jalan bagi setiap adam
yang memetik mawar pada keheningan hati setiap
kali meletupkan rindurindu tak bosan menatap sinar
wangi setiap kali rindirindu berbalas teteduhan
yang menyelamatkan jiwa adam dari kemelut asmara
dan tak henti menyikapi untuk tetap tersimpan di
bilik hati sebagai jawaban agar perpisahan tak
sampai mencekik leher kemanusiaannya.
begitu pula kaum hawa yang merasakan ada getar
setiap kali atau saat kesepian menumpuk menjadikan
bayangbayang mengelilingi jiwa dan hati
tak henti. sentuhan mawar sunyi datang melupakan
beban berat dan memberikan embun segar selayak
gerak jiwa segera mengharum di taman.
dan jatuh cinta memang membuat segalanya

2001/2011

dari keenam sisa pergulatan

0

memori kekalahan demi kekalahan kita
terbentang di setiap ranting pohon salju
dan setiap ranting terdiri enam kebodohan
yang tersekap dalam nada dan emosi dan beradu
meninggalkan airmata dengan sesal mendekap maaf

kita menangis sejadinya
kata habis sudah
hanya sebuah batu kelam
tak habis kikis untuk sebuah jawaban

kemudian bertanya tentang diri
pada keenam pergulatan dalam diri
yang tertinggal di pohon salju

yang bermain dalam ranting siapakah
kalbu

menggapai merujuk sebagai pohon salju
sekaligus buahnya

00-03

Apr 27, 2009

meski kita

0

kamu telah menggunduli perasaan yang mulai singgah
di mataku. tapi kamu selalu mengekor dalam lelap
tidurku. kamu terbang entah dari mana mencengkramku
mencabikku menghisap darahku tanpa menyisakan
sehelai rambut untukku. malam ini aku resah tanpa
bayangmu selalu resah tanpa bayangmu tapi aku
terbentang oleh mimpi yang membuatku semakin nyata
akan kehilanganmu. meski cinta kita terkoyak

00-03

sebuah kenang

0

kutemani langkahmu
mencari pesisir yang di telan ombak
wajahmu wajah ibundaku
tersenyum dan pasi
untuk sebuah kenang
ah yang kau miliki ranum
membuat jejak karang
singgah bersama khayal
mencapai debur

00-03

langkah

0

dengan bibir pucat kau simpan perahu yang dulu membakarmu
di laut tak berwarna. lalu kau layarkan kembali perahumu
tanpa sepengetahuan

guna bahagia diri jadikan kedua tanganmu dayung sebagai
yang kau kira berhati ini. demi keyakinan jadilah laut sekaligus
isinya. guna menemu diri yang sejati sebelum iringan
mengikatmu. begitu kau mengakhiri dalam rapuh dada ini

00-03

Apr 25, 2009

kota asing

0

pelorpelor kencana yang ditancapkan ke dada burung nuri
musimpanas membentuk keringat badar yang tertata rapi
di pesisir lapuk kota sebelum retak di padang gersang

desember 98

momen buat dri

0

sesamasama kau bunga
anggun memulia dan salju
juga ranting tak patah

aku berhari hingga gemeretakku
penuhi ruang sunyi. sunyi dan
sunyi antara kita berpijak tak hilang
dan bondong berharap kau pun
tak hilang antara musim yang tangis
dan lapar kita

99-09

putih salju

0

dari sebelah utara kota tercinta aku bergumul bersama
saudaraku senasib. mengantongi kertas kumal di pinggir
sampah dunia. sekedar menutupi hidup dan menafasi hidup
betapa kami jauh dari penggarapan dusta. betapa kami
mau dari penjelajahan kata. bebas berkencan sebagai
kelana yang sampai ke negri putih salju

99-09

hari

0

berjalan terus berjalan
berjalan terus terus
terus berjalan berjalan

apa yang kau cari nak
pak polisi di mana kamar mayat
diam beku

berjalan terus berjalan
lurus berjalan tak menoleh
berjalan terus berjalan
tanpa kenal siapa kenal
berjalan

apa yang kau cari cucuku
kek di mana kamar mayat
tengadah diam beku

berjalan terus berjalan
di pantai berlayar berlayar
berjalan terus berjalan
terus berjalan:

di sebelah ujung kanan depan
ada yang tak bernafas
ditemukan pak polisi
dikuburkan kakek berselempang salju

99-09

Apr 24, 2009

rindu setia

0

adalah jejak sunyi menghadir untuk sanggup dalam
memperoleh. dan matahari yang dipertahankan, bunga
hati yang di pinang membawakan pujapuji senyum setia
darinya rindu setia bersama angin kemuning mewangi saksi

99-09

jangan balut dukamu dengan

0

jangan balut dukamu dengan daunan sepi
pohonan hati bermuara dari duka jauh yang
memantulkan jiwajiwa keikhlasan disemayami
kedamaian kisahkisah indah

jangan berandai sampan mengantarmu berlayar
di luar garis sebelum cinta kau dekap dan
membaca rindurindu

lihat camar dewi ratih mengudara bahas dukamu
yang tersangkut dalam cemara duri dengan
bangganya. tak dapatkah kau bersimpul dengan
senyum kemegahan yang tertuang sambil
selamatkan gelang di tangan kanankirimu

99-09

balik

0

fana

membiar kuterlonta

kubukan buih
mengkehendak paksa

pada aturannya
aku mengena

balik kulepas dahaga sawah

menanya tak sempat kau

ah
terjulur kerianganku
pada tak sampai
bias jendela

amoi
asoi

desember 99

kawanan laut di bulan

0

ah peluit cinta
bertengger di kuduk malam
aku yang tengadah dijatuhi bulan
tapi pada biru laut
aku pudar sebelum sampai ke bulan

ah sandaran bui
aku lilin untuk bercinta
sebelum sampai ke padang datar
aku lupa dicumbui
yang terang untuk di tinggal
setelah sempat hanya mengabar

desember 99

adalah bunga kering yang bernyanyi

0

kubuang
dari kedua jemari

tertuang
dari kedua tatapanmu

dan beberapa anak di keningmu
meraba dadaku
tersumpal asmaraloka

tertunduk
dari kedua tatapanmu
dan hanyut bersama tarikanmu

terlahir dari nama kita
dan mengharum di rumah kita
kemudian

nopember 99

wajah

0

kulantunkan
pada air pada buih
pada sunyi pada perang
pada sumber pada nurani
kujalin bersama wajah
sebening gelombang

nopember 99

Apr 23, 2009

terjerat

0

sebuah awal keberanian
dari harihariku
dari lantai hatiku

bersemi di antara lalulalang kebisingan
menegak bersama waktu
menjadi waduk tumpahan jiwa

sebuah awal kebekuan
dari sayap sembilu
di cekam belai menghasratkan

mengacu pilu
merongrong kepastian
menapaki kenangan basi

sebuah awal keburukan
dari lantai hatiku
dari harihariku

meringkuk dalam kesenyapan
menggiling masa remaja
buat rabuk belukar dahagaku

sebuah mimpi buruk
dari belukar dahagaku
menjadi pahit geliatku
di ranjang tidurku

sebuah awal yang tak akan lari
dari gelombang pendarku
menahan sayu
menelan rindu

: mohon datangkan ia padaku
dikeheningan segala dingin
sebelum mata gigilku menebar aroma melati

sebuah awal penyelesaian
dari dinding hati
berikut batu penyerahanmu

membasuh liuk lukaku
memeluk gemuruh dadaku
dan memahat segala di manis jemariku

sebuah awal mahligai
dari mahkota selaksa cinta
kami bersanding menghadap Cahaya
menyempurnakan pagar hati
tumpahan jiwa

99-01

lagu mabuk dermaga tua

0

sejak ribuan lalu di sini tempat pesta
pemacu yang tak puas diri. hidup tanpa
kemantapan. terombangambing
tanpa rasa syukur

kekasih yang setia hanyalah dermaga
yang mampu meleburkan diri meski
menghangatkan dan melepas segala gulana
dimana riwayat berlabuh mengantongi
jiwa dan pikiran mabuk

1999/2011

Apr 22, 2009

ruang pesakitan

0

rindu menahun gerogot uluhati. menikam di ujung
tiangtiang. seluruhku terasa bertonton gelayut tak
henti. kemana musti mengadu sedang bicara saja mulut
tak di perduli. harihari kian lunglai pada jeruji. harihari
kian pahit saat setiap madat menggugah jahat. ruang
pengap sengal dalam diri yang setia, serta mata ciut
bertatto menceritakan pengalaman si bengal dihujani
pukulan hingga darahdarah. hingga tak harap sesal
menyeruput pagi yang asing dipenuhi gladiatorgladiator.
meskikah kutulis cerita guna meninabobokan jasad
dalam penggal hinggaku terlalu pahpah, begitu payah

21 april 09

Apr 21, 2009

potret

0

masih tersisa
untukmu segalanya

terbiasa
aku menatapinya

untukmu kusudahi segalanya

tak biasa aku meratapinya

nopember 99

lain

0

tak kutemukan di desa
tak ketemukan di kota

tapi di sela sajak
kutemukan diriku
bertimbun pohonan rimbun

nopember 99

seloka udara september

0

kemana udara ini malam semadi di tingkah kemarau
september. seperti tersemayam dalam salak kuburan
tua. seperti menyirap debu pada suasana kalbu
selesainya masuklah dalam ruang botolku

embun melibatkan suara macam kaca. menebalkan
lapisannya gelar binarbinar. udara pecah menelusup
jiwa sekal berserambi setanggi mawar

apa hati menobatkan dewa mars untuk mengawini
kemarau dengan sejuta pengabdian sunyi bening
di pelataran purnama

aku tak handal menggolongkannya. aku tak lekang
memerankannya. malam saja yang mengabadikan
udara september dalam ruang botol kacaku

september 99

benda

0

sendiri melukiskan lorong gelap
sendiri menyanyikan lorong kumal
sendiri menyudahi sifat dan bentuk benda
sendiri bersama lenyapnya bendabenda

agustus 99

pasi

0

kabut tebal
gununggunung bisu
senja mengawan
berpusar bawa dingin nila
sepi berasa di sayap rindu

agustus 99

seperti dalam

0

seperti dalam batas ini
berakrabakrab melakoni diri
seperti dalam warna ini
mengekor silih berganti
seperti dalam lingkar ini
menancap samar asap
seperti dalam batas ini
bergegas menyalin diri

adakah nyanyi tebing
sejak mula
seperti dalam

99-09

penetrasi

0

kumasuki dirimu untuk membangun dan menumpahkan
rasa segan menjadi kalimat beranda. kumasuki dirimu
untuk merayu kegamangan agar sandaran
ketidakmampuanku di hadapan prilakumu mendesahkan
kenyamanan di mata hati. kumasuki kehampaanmu agar
semburat kerancuan yang menghimpit kesadaran untukmu
untuk mencari pemahaman yang kekal. sediamu di dalamku

99-01

Apr 20, 2009

mawar purnama

0

sembilan purnama lalu
kau sodorkan mawar
tapi kau membungkam
sebelum hidungku
menyerah diri
pada kedalaman mawarmu
sembilan purnama yang kau ragikan

kini mawarmu sesobek sunyi
dalam buai jejariku

mungkin ini mawar terakhir
kudapati terang wangimu
bagi sekujur mawar yang tertunda

ya benar
ini mawar memagut malam
penciumanku

99-09

kusibak malam

0

kusibak malam
mengaji kerajaan sunyi-Mu
kubentang selimut
menghangati ruang panjang bergigil dan
api tungku berjaga

biar kudengar malam dengan ringkik kuda
atau desir dingin atau suarasuara
biar dawai malam dengan simponi
berbagi rasa tentram
menangis tertawa atau bernyanyi
biar malam dengan wajah langit
leluas melukis atau merangkai
mawarmawar taman kotaku

99-09

tekstur

0

berdiri di ombak
bagai tombak menusuk pantai
mendapati renyai
bercengkrama bersama senja
mengubur masa silam
menjadi batuan pualam
berbaring menjelang malam
membujur di pangkuan sang waktu
memajang purnama saksi

99-01

adalah rumput kering yang terbakar

0

tak mencapai botolbotol kompas
hanya diam angin
ditepian tertera segel 1 mil peleburan
untuk setiap jarak penempuh penantian

tak mencukupi jarijari gapai
hanya diam lunglai
terhempas 1 mil peleburan
untuk mencapai penantian

adalah rumput kering yang terbakar
tersambar asap batu api
di dada kiri

nopember 99

diam

0

nyeri tergenggam
walau darah bercecer
serasa panas pula terpendam
yang nampak hanya diam
merembes bersama terhapusnya kata: diam

(kucuri diri di dalam diam)

juli 99

tuhan ajarkan kami tentang tepi

0

kedip, kediplah bunga lautan inderaloka
mengabar suntuk peraduan sukma

ajari kami tidur pulas
semayami jembatan dirgahayu

mengolah ketidakpastian pada janjijanji
nuju kepastian, terbelah sungsang

amini kami pada kolam hening, tenang
sambut surga wibawanya

ayunkan, ayunkan kami
dendangkan, dendangkan kami
kibarkan kami
melukis hurufhuruf
mencetak angkaangka
di ujung telunjukMu

tuhan ajarkan kami
mencabut dan menderma
baris demi baris dalam setiap tepi
bernama: tokoh

maret 99

bayangbayang seribu bulan

0

aku hanya ingin berduaan sayang
menggenangi laut mimpi
aku hanya ingin kehangatan dekapan sayang
mengarungi belantara sunyi
aku hanya ingin airmata murni sayang
membanjiri mahligai keabadian sukma
aku hanya ingin tepi sayang

aku hanya menunjukkan
aku hanya menorehkan
aku hanya menidurkan
tanpa menguasai kebilanganMu sayang

februari 99

Apr 19, 2009

sepanjang langkahku

0

masih saja engkau melingkar. entah sebagai teror
atau perhiasan mengikat. tak jua engkau mengatakan
walau telah kusibak dalam perlawanan yang tak
hentinya. cahayamu sunyi meninggalkan seperti
bunga padang savana. cekam sepanjang langkahku
dalam bisikbisik sunyi

00-03

serindu aku

0

seberat apapun untuk menempuh jalan yang dalam
dan lurus memang sangat tidak mudah. sangat sulit.
hidup akan memulai dan diri hanya mengikuti jejak
demi menempuh yang diingini, dimiliki. butuh kuat dan
kerja keras. lebih mengutamakan kesadaran untuk
bertahan hidup dan mencari lagi jejak diri yang lebih
baik. dan damai. dunia memang berputar. hati dan
jiwa terus mengolah dan mencari jalan. bergerak
dan berjuang untuk sebuah masa depan yang bahagia
dan kuat. hidup selayak menuai dan mencari pohon
yang sejuk. sesejuk keinginan untuk hidup lebih tenang
dan damai. pencarian dalam diri guna menata
ketentraman hati dan keluasan hati butuh sikap dan
laku yang jujur. usaha memang perlu dan ketulusan
lebih berarti. hati menggapai jalan yang ridho. jiwa
mengolah gerak menemui pintu yang maha luas dan
bercahaya. ketentraman kebaikan, ketulusan membentuk
pribadi. hati dan jiwa masih terus mengolah gerak,
merubahnya dan masih mencari arti yang santun
dan cahaya sejuk. cahaya sejuk, serindu aku untuk
menyayangi dan memeluk kasih yang sungguh masih
gapai dalam pencarian dan jejak

02

keluarga

0

semua terjadi begitu saja. aku tak mengapa. tapi
setelah apa yang kuaalami ini semua terasa menjadi
hikmah agar aku bisa lebih hatihati dalam mengambil
keputusan. satu lagi yang menjadi harapanku kelak
apabila ada seseorang yang ingin hidup bersamaku
memutuskan untuk lebih baik hidup bersamaku. aku
harus bijak tegas tegas. apakah yang aku pilih dan
aku cintai itu pantas menjadi pasangan hidupku di
dunia yang baru. keluarga.
aku telah hidup dalam ketertarikan untuk mengasihi
dan mencintai keluarga. isteri yang cantik setia dan
lembut. kelak sebuah keluarga yang harmonis
menjadi terwujud dalam harapan dan impianku.
ya aku pun sadar seluruhnya telah di atur oleh
Yang Kuasa Alam ini. aku hidup dengan siapa.
tinggal bagaimana aku dalam menjalankan
kehidupan ini

02

kelak

0

pernah sesekali ia datang padaku menunjuk mukaku
menuduh cinta tak berperilaku. padahal telah berkali
kukirim surat memohon penuh harap, justru ia pergi
tanpa pesan. kelak ia akan datang padaku memeluk
wajahku. merujuk cinta setelah bertahun memendam
rindu bahwa sebenar cinta itu hadir semenjak surat
lebur dalam tangan dan makian

13 januari 01

sepotong resah yang kuhisap

0

aku telah melihat indahmu dalam pertama bertemu
sebelum kamu menjejak dalam buai yang paling hidup
sebelum berjalan dalam langkah mulus di catwalk itu
bersamamu akan lebih indah dari pada ngungun ga karuan
+ jomblo mengekang atau angan patah terhisap resah
wangi sungguh adalah kamu putri cantikku

03-09

pesona

0

kau tak mengenal matahari
yang sedang kuncup mewarnamu
kau tak mencoba kemana matahari
menelusuri wangimu rambutmu
yang terurai membangun pesona
walau matahari mengelitik
merayu dengan aroma meraba
tapi tetap saja idaman tetap impian
sepanjang matahari yang lewat
atau menghampirimu

00

Apr 18, 2009

mata cinta

0

ruh yang kupecahkan semalam
hati bening bocah telanjang dada
mendekap dua kristal relung dunia

inikah hari bagi masadepan hidup

bersujud atas restu di tanah mimpi
kubekali diri guna mendekapMu

98-09

duka purbawi

0

melulur urat cinta
di ujung ada topengtopeng saksi melingkar
hadiri sayup kata dera bunyi

bumi membaur batu

masih ada sarung nafas menggurat dada
mendarah sehelai di lingkar
airmata

98-01

gincu anggur

0

dalam tengadah
kuletakkan gincu anggur
di telapak kosong ini

sebelum bau nafas
tumbuhan romawi
sebelum menyimpan
gincu anggur
apa yang harap dalam jiwa ini

98-09

dalam diam batu

0

ranggas tersiram sepi
lalu gugur
di sebuah tepi
gerimis menyentuh
derita masalalu
dan membawa berita
di pagi hening
di minggu dingin

luka tersaput
di gusur sakal
dan iringan pengantin terdengar
mendesak mata
di nanti kemenangan

maret 98

Apr 16, 2009

rinduku menggantung

0

rindu diterbangkan kesesakan benak
menghujam pada temu kilat
kudekap dan ragu di tatap
diri meruntas
diri di runtas
mulut dan tanya mengabur di tangkap
pedih
jiwa dan sukma berteduh daun

rindu menggantung
berselubung rumputan di angin

98-01

mimpi pagi kota asing (dua)

0

di batu sepi padang gersang
kau hamil dalam jejak tanpa ruang
kucium perutmu dan kupijat pahamu
bau harum menyebar beningkan cahya peluh
dan di sudut ruang tanpa ragu
kau serahkan bayimu dalam tatap dunguku

98-01

mimpi pagi kota asing (satu)

0

secuil sinar ungu di dinding kalbu
terpampang sketsa rimba
secuil kegelapan di wajah
pohonan dan gemunung menghias

garis cakrawala melukiskan
tentang bayi dan ibunya

di kota asing bergumul dalam luka
tanpa nafsu mencekik selimut waktu

98-09

yang bertapa di batu gersang

0

sunyi terbagi menjadi percakapan malam
jelajahi hening mengakrabi jejak
dentang ritual menyeruak
bersayapkan api para tualang
tulang kekakuan diperabukan dan
di bingkai ke sumbernya

panah yang dangkal pemburuan
sebaris kata terjerembab dalam perang
dan di matanya memancar kelenjar mawar

februari 98

Apr 15, 2009

penggantimu

0

maka kuberi warna pada daundaun yang sudah berumur
di jendela hatiku agar kecemburuan pindah ke taman
jiwamu. telah lama tak kusuratkan ruang di kamar.
terlalu jauh kusimpan kenang di antara kita.
keberadaanmu yang entah membuat membakar
suratsurat kita dulu. ah ternyata engkau masih
seperti dulu menjadi bagian hidup dan misteri di kamar.
atas kegagalanku guna memilikimu dalam gerimis
aku tertunduk demi membebaskanmu.
demikian kukumpulkan daundaun berikut bunganya
yang menggelepar untuk kutulis puisi penggantimu

aku melihat ada dirimu

0

aku melihat ada di setiap melangkah di ujung
paling tikung. berbuat banyak hal melacur judi
sekalian mabuk sesudahnya. ya aku melihat dirimu
dengan senyum paling pukau dengan lambai paling
sayang dengan tatapan paling kasih dengan harapan
paling tulus. dalam kemabukanku yang terindah
sekaligus terbuai di dunia yang redam
aku melihat ada dirimu di saku dalam tidurku dalam
ketololanku dalam muslihatku. aku melihatmu dalam
kejemuanku dalam kecemasan yang lantak yang
lunglai. menyendiri dalam amuk rasa. ya aku benar
melihat dirimu dengan tangan tengadah dengan
airmata doa dengan kekhusukan mulia.
melihatmu di ujung paling tikung ini dalam sekaratku
dalam kehancuranku. ya dari jauh ada suara dirimu
makin mendekat seperti peri memapahku di batuan
tajam seperti perawat yang menyudahi segala luka
seperti bumi yang menghidupiku. tanpa bicara Kau
merubah di dalam jalan dengan tangan makbul.
aku melihat selalu

01-03

Apr 14, 2009

bidari subuh

0

dia yang pertama kali kulihat di subuh itu begitu
adzan dikumandangkan dengan nyaring dalam
pesona gaib. tubuh itu keindahan yang dibangunkan
dari mimpi bagi kewajiban muslim. dengan khusuk ia
berwudhu dan sholat. keindahan itu adalah tubuh
yang sempurna di dalam sholat dan zikir. lalu yang
sedang diperlihatkan padaku bagai bidari yang datang
setiap kali adzan dikumandangkan dan aku lalaikan
demi melanjutkan mimpi. yang setiap kali hinggap
di pundakku sepulang kerja dan lelah. untuk
mewujudkan mimpi pada saat bangun pagi dan
bekerja sebagai obsesi. bertahun dan sudah berapa
kali adzan terlelap dalam dekapan mimpi menyebar
ke silau duniawi. dan berulang aku jatuh berdiri
lagi membangun runtuhan mimpi untuk keluar dari
kemiskinan dan sekarat.tetapi kini bidari subuh itu
melekat tak henti di batinku untuk menunaikan
kewajibanku sebagai Muslim

01-03

keindahan

0

keindahan masalalu tak seperti
keindahan hati yang menepati janji
karena matahari yang luka menyiratkan
kebencian atas kenisbian yang mampu
mencelakai diri

matahari yang bunuh diri bukan saat
yang tepat guna mengakhiri keindahan

3 januari 01

lakon

0

aku hidup memerankan lakon ini:
mencumbui tumbuhan luka di semak belukar hati
mendagingkan pucuk matahari yang menerobos bumi
goresangoresannya kupunguti sebagai makanan
atas mimpi yang tak sebenarnya mengenaiku

01-09

jendela

0

saat gagal melagukan hati kutaruh bunga ke sedia kala
di jendela masih terasa wanginya mengedari sempit tamanku
tapi tetap tak kulupakan awal hijau di tamanku saat
kau rebah di dadaku sambil memainkan aroma dan jemarimu
kusadari bahwa jendela dapat menembus kenangan yang
hampir pudar sekalipun dengan menemukan dan membangun
mahligai mimpi kembali ke dasar matahati dan cinta

01

Apr 13, 2009

Apr 12, 2009

ajar

0

langkah yang engkau mainkan mengajariku berkaca 
bahwa debu akan beterbangan menempel di jidatku
saat badai di selangkang waktu merindu dendam
saat sepi mencabik resah pada rekam kita berpisah


alam yang berdiri di sekitar menfilsafati
bahwa kegersangan guna menjalaninya 
sebagai tugas untuk melawan keterbatasan 

apa yang mesti dilakukan ditindaklanjuti
adalah keremajaan untuk melandasi keindahan
adalah kedewasaan untuk menerangi keindahan
adalah kearifan menikmati keindahan kedamaian

kini aku kembali mewarnai menjadi dunia

1998/2009/2012

Apr 11, 2009

sepasang nyawa telentang

0

sepasang nyawa telentang kerna telah menemukan
hati yang di caricarinya. di luar jalan di busbus di
trotoartrotoar di gedunggedung dan kembali ke
ruang sekap
sambil tersenyum biru, 'telah kutemukan
bahagian dariku yang lepas. aku cinta jejarian ini
yang terus menelikung hingga buncah kesumba
melumat hadir monitor segienam'. seluruh tubuhnya
mengacungacung monitor segienam di hadapannya

april 2009

Apr 9, 2009

Mengapa Muncul ULTRASONOT

0

Sebelum di dakwa untuk menjelaskan secara rinci atau spesifik mengenai arti kata "ultrasonot",
terlebih dahulu saya akan menceritakan sebuah pengalaman / pergolakan batin yang menimpa
saya, so mengenai mengapa muncul kata ultrasonot sebagai judul puisi.
Berada di tangga atas (bukan di lantai atas gedung) di dalam pabrik tempat ruang saya bekerja pas giliran shift malam, sekitar pukul 20an wib, saat mesin produksi rekan saya mengalami trouble, dengan iseng mengklik om google; mobil termahal berikut pajaknya. Kerna khayalan
untuk berfoto dengan SUV Hummer H2, begitu kental, memaksa jari-jari ini, hanya sekedar ingin tahu saja mobil-mobil ultra mewah, tanpa maksud untuk mencurinya, tapi sangat mencuri perhatian saya.
Nah, dari sini muncul kata 'ultra' yang diikuti kata 'sonot' setengah jam kemudian yang membentuk garis melengkung menyerupai pelangi. SONOT, ya sonot. Begitu menyekap. Berjubelan, menjejak-jejak di ruang benak. Untuk segera keluar menjadi puisi. Sonot, ultrasonot. kalo
ultrasonik udah jelas maknanya. Sedang ultrasonot?
Lalu kuambil kertas dan mulai menulisnya, membentuk puisi. Muncul lumutlumut tumbuh, ada juga papirus tumbuh (yang kemudian kuganti; liana dan epifit tumbuh), setelah mengklik om google,
-papirus. Setelah melakukan revisi yang tak kunjung selesai, hingga kubawa pulang beban ultrasonot yang tak henti merengek-rengek minta dibuatkan puisi. Kerna benar-benar buntu mengenai
ultrasonot (penikmat sastra yang belajar menulis puisi menemui jalan buntu, kuldesak!, jadi inget lagunya dewa19)
Ultrasonot menjejak-jejak ruang benakku. Ingin cepat lekas di sebut 'puisi'. Tanpa mau didampingi sajak di depannya, sajak ultrasonot. Waduh runyam! Planing yang mesti direalisasikan. Sesuai efisiensi, begitu istilah dalam pekerjaan saya. Rutinitas saya di pabrik. Okay, setelah utak-atik, lalu;

ultrasonot

langit benderang
udara berserbuk di pukulpukul
pucuk kanopi. lumpuh di bawa
lumutlumut tumbuh

lumutlumut tumbuh
liana dan epifit tumbuh
di garis lengkung ultrasonot
mengucur keringat arktik

langit benderang
udara berserbuk plastik cuat
mengubur harihari yang jungkal

april 2009

Alhamdulillah, selesai sudah aku mengandung. Ultrasonot bener-bener lahir jadi judul puisi hasil hubungan daya khayal, ruang angkasa (kosmonot dan astronita), dengan nuansa hutan tropis.
Jadi dengan tanpa mengurangi estetika puisi dan tanpa ingin menambahkan satu kata 'ultrasonot' ke dalam KBBI, saya hanya ingin coba menyimpulkan;

ultrasonot 'di unggah' keakuan diri dalam pergolakan batin, dengan membebaskan diri dari kekang, penyeimbang diri di ruang sekap, dari keinginan berlebih yang meraungruang.

langit benderang
si ultrasonot jebolan kosmonot dan astronita
mengubur harihari yang jungkal.
merubahnya harihari yang songsong

Yups, buat LILI, terimakasih udah mampir  n terimakasih atas commentnya. Kerna commentnya
inspiratif banget untuk di dedah. Meski ULTRASONOT perlu pemahaman yang kongkrit mengenai arti sesungguhnya.Okelah kalo begitu, saya petik ungkapan GM (Goenawan Mohamad) mengenai
sajak; "kalau tidak dapat dipahami cukup dinikmati saja".

Salam Sastra.


Lampung, 9 April 2009/16 Oktober 2014

Apr 8, 2009

berjuang menjadi baik

0

sebelum malam sekap gigil cekam
seorang diri bangun dari tidur yang resah
tidur yang hantu harihari
tidur yang bikin suntuk menunggu nasib

kemana kugantung sisasisa hidupku
atau kuselipkan di pundakku erang
atau kupanjat pohon hatiku usang
atau kurambati kedua mata sisa baraku abu

telah jatuh berulang jatuh
tempuh lembah menjulang sauh
merapuh ambruk lumpuh
juga gapaiku seperti di seruduk
berpuluh truk bermuatan bajabaja

sebelum rindu jadi lunglai
jadi tak berdaya hingga tutup usia
sebelum malam singkir pada sepertiga
jadi lupa kemana malammalam dialirkan

sedang di luar riuh stasiunstasiun
pada padat berdebat berpendapat
bedabeda namun tetap satu tujuan

sebelum pagi yang sekarat
sebelum hati makin pucat
sebelum kaki jadi tongkat
kali mengalir dan sampah plastik
di ujung paling tikung mampat dan sumbat
oleh dini ini jiwaku berpesan:
jangan tambah sengsaraku

april 2009

ultrasonot

1

langit benderang
udara berserbuk di pukulpukul
pucuk kanopi. lumpuh di bawa
lumutlumut tumbuh

lumutlumut tumbuh
liana dan epifit tumbuh
di garis lengkung ultrasonot
mengucur keringat arktik

langit benderang
udara berserbuk plastik cuat
mengubur harihari yang jungkal

2009

Apr 7, 2009

tonggak imaji

0

berlarian berdesakan menarinari mataku

selamat jalan semoga jalan lempang
sesampaimu
senyummu ikhlas meninggalkanku

tonggak imaji yang kau titipkan padaku
kuteruskan dalam puisi dan mawar

2009

Apr 5, 2009

kota tapis berseri

0

selepas pandang kotaku tapis berseri

rindu berperi
ada suasana merdu kusuka
manis menyapa suasana kalbu

kotaku tapis berseri selepas pandang
ada dimana kaki berada
way kambas, lembah hijau
air terjun, resort baru krakatao

kotaku
salam wawai

-09

mataku lendir

0

mataku lendir. sebaris pelangi menarinari
dalam kelopak membakar semut yang
mengeroyok mataku lendir

di bawah naungan matahari seusai pelangi
gerimis di ujung petang mataku buih
gelombang semakin gencar memakumaku
mataku. mataku lendir hingga cuat.
mataku buncah. meluap genang. meluas
hingga ragaku dampar

bulan terang di pucuk dedaun
sedang apa mataku
kutemukan mataku tersenyum atas nama
Pemilik dedaun kering bergoyang jatuh
oleh Pemberi udara sesejuk ini. kuhirup
juga bahagia ini. kulihat juga bintang jatuh
di seberang laut ini. dan mataku basah.
lendir kehidupan

2009

Apr 4, 2009

airmata di ruang julang

0

hijaunya daratan yang mengelilingi seluruh tubuhku
berharap sunyi yang bersedekap antara ruang hari
dan kakerlak berhenti agar leluas jejaring
berkehendak menjumpai tak hilang arah atau
berbondongbondong berbalik atas kekonyolan
yang menyerbu lingkup generasi
dan ruang hitam akan berselempang didadaku
penuh berondong mengenaku hingga darah

bilamana sepenggal kisah terjerembab menyebab
kekinian yang bangun sekian keringat dan rasa
bertonton hampir tenggelamkan aku, mungkin jejak
rindu kelak berlapis mencurah kelam sepengharap
nuansa yang penggal dan berpuluhpuluh rejam
menghantui

demikian kehatian yang berselancar demi harap
tak putus, kembali menenun atas rongga yang
pecah dalam babad leluhur kisahkisah petualang
bermandikan airmata ruang julang dan selalu
menelikung demi raga dan sekalian imbas
memukul hari yang hilang berderak dan berdesak

-09

Apr 3, 2009

jadi mumi

0

usaplah luapan dari amuk
sebelum bilur desak harihari
tuk pergi dan mengecewakan
kawasan yang digerakkan oleh hati

usaplah luapan yang selalu cuat
sekira masih tak ingin henyak
sekira setebal kekuatan dedas
dan sekira ujung bilur mendarahdarah
jadi mumi adalah kesempatan akhir
memulas kengerian serindu purba

-09

Mar 31, 2009

pada padat gelayut tubuhmu

0

pada padat gelayut tubuhmu
kuwarnai bantalbantal pemberian jiwaku
di garis memerah kutandai apel
dan sebaris gigigigi rapi mengunyah,
jemarimu dengan lembut menekannekan
seperti memijit bahuku yang lunglai,
badanku yang lungrah loyo menyekap
rayap sepuh ragaku
di garis liuk menikung kulukis pisang tanduk
dan bibirmu yang blasteran itali-india
memainkannya dengan halus, mesra
juga matamu yang sebulat pingpong
seolah sergap, sehati dan sungguh
keibuan sekali hidungmu yang bangir
menciumi penuh hangat juga telunjukmu
nan indah
oh, betapa hidup menaiki tangga indah,
menggoda memiliki kehatian yang sungguh

maret -09

pernik

0

sepagi lincahku
sedapat harummu

auraku
auramu

berjejal
rumusrumus

apadaya
rindu kita
terlentang

seujung maret 09

pertemuan perpisahan

0

asah menggunduli ruang usia
antara pertemuan perpisahan
sepagi sebelum berangkat

langkah satu
aku bertemu bertold
saat mimpi julang
aku mengetuk
kau datang padaku, sambutnya
mana peter

langkah dua
ibu mengetuk
aku buka ruangku
mana kunci, hamburku
sudah padaku di saku
kemarin sepulang kerja

selamat jalan
rindu menjulang
hinggaku
hamburku
sepagi sebelum rumah
tinggal kenangan
hanya kenangan
tergenang
berenang
dalam laut
dalamku

seujung maret 09

Mar 30, 2009

sajak buat dik fi

0

pergilah menatap senja
saat pantai turun
akan kau temui ombak
mengalunkan kelana buih
untuk satu lukisan masa

saat ombak hening
di pembaringan sunyi
kau boleh melabuh
tentang dunia yang berlayar
atau kegundahan yang baru
yang mengekang mimpimu
membenam sebuah sanubari

sebagai perahu di arus lengang
jiwa dan hatimu dayung
hingga teduh Cahaya

-09

kamu beri

0

kamu beri aku luka
pada setangkai mawar
yang belum rekah

padahal aku lupa
pada siapa aku mengadu
belum siap aku mengaduh

selalu saja kamu
menggoda adaku

pagi menyingsingkan luka

lalu kubiarkan pagi asyik berlari

agar luka tak segra nganga
pada kepadatan esok

-09

Mar 23, 2009

nadi senorita zz

0

biar kuperam sunyi yang menggunung
agar nafasku belajar menyatroni diri
biar kukukuhkan sunyi yang berbaris rapi
agar mataku waspada pada jamjam penjelangan
biar kuhargai telaga bening yang berdimensi
meninabobokan hasrat dari pelajaran bakti
biar kurelakan salam nadi
dari genang seasah pisau

sunyi malam menaboki jamjam penghabisan
malam sunyi rebah satukan hasrat
denyardenyar serbanku menghampiri
dan nadiku mengunyah dalam
kemudian melepaskannya
demi membebaskannya

-09

reuni batubatu

0

nafas zaman meroda
mendaur kisahkisah
menyulut kisahkisah

jiwa dan ruh melongok
jiwa dan ruh melongok
mencakar batubatu
menyandang batubatu
buat menyatu ke dalamnya

-09

dalam terang nanti

0

telah tumbuh jejak
memancar dalam bumi

di puncakpuncak gunung
di tebingtebing jeram
ada daradara
bermandi senyum cakrawala

di dadadada pejuang
darahnya mengibar
airmatanya di lindas
tangannya mengembang
di hatinya penghabisan bersitekad

dalam terang nanti
rindu bertumpuk
bermandi senyum kemenangan

-09

sayapsayap negri patah

0

sunyi terbagi menjadi percakapan malam
jelajahi hening ombak mendapati jejak

sebaris kata terjerembab dalam perang
karam di laut malam
di bingkai sayapsayap negri patah
di dalamnya dituliskan:
untuk mama. jangan marah

-09

valentin

0

pencarianku belum lekas sayang
kompas dalam selendang waktu
riapkan belukar dahaga di puncak gigil
purnama mengendap menghias taman
kupetik bunga nirwana dari suaka
cinta kita, pahatku di punggung sajak

-09

Mar 21, 2009

gerimis

0

rindu bertukar gerimis
gigil cekam mengayuh ombak

rindu bertukar gerimis
pada laut ombak memasrahkan

gigil dekam
terkam
sedapat harihari

rindu bertukar gerimis
selepas kubasuh muka

-09

dara

0

genangan suara dara
membahana
ada sembunyikan
rahasia jiwa

di padang gersang
bertumpuk liku hidup
ada semayamkan
sebiru kehatian rindu

merindunya aku
sebagai dalam sajak
begitukah kau

-09

lagi

0

lagi kueja sayat ombak
kitari dengung sunyi
lagi kuulang berita perang
pengembara nunggang pedang
mimpinya di kelam purba
lagi terbuntal di tetes mata rindu selesai
lagi,
siapa ingin tak sampai

-09

pohon

0

pohon duri
pohon sepi
berlingkup suasana hati

pohon duri
pohon sepi
di dera angin
sungkur
menderap jejak

airmata:
demi surga
aku cinta

-09

Mar 20, 2009

cerita jauh

0

sejak mana bumi runtuh
manusia dikabarkan mencabut akar
rentang menggaris darah
sejak mana bangkai terjajar menganyam waktu
saksi mengulang dan menajam

beduk menyirat tanah kelahiran
cicipi diam sajak menggurat taman
dan wangi cendana
jiwa dan ruh di saji cari makna lama
yang senayami cerobong cadas

kita tanam butirbutir alam
tumbuh tonggak yang curam
tumbuh pepadian yang terang
dan menggaris di ubun tak berambut

-09

pencarian

0

kulukis mata di dinding sutra
mengibar kapaskapas kalbu
menderas sendang permata
penjagaan mengangkasa dan
melebur dalam kerikil salju

nafas surya yang merengkuh warna
di jantung kebisuan menghunus
serabut mimpi, manggang histeria
angin yang sandar punggung peta
bongkar airmata malam puncak hening
jarijari kering yang gapai selimut
langit di pendaratan sungsang
jejaknya menunggang kelopak asap
pulaskan dan wangikan darah janji
pada suntuk perapian, hias peraduan syahdu

-09

rumah sunyi

0

(rumah sunyi di bulan ramadhan
terjerat kebekuan nyeri
tebalkan damai ujung malam)

rumah sunyi di selimut hening
tanpa gerak alam mengulangnya
tanpa maksud alam membinanya
tanpa nyata alam mengungkapkannya

-09

Mar 17, 2009

belajar memotret

0

tangan kita masih hangat keinginankeinginan
menulis membelai meninju bahkan merebut
kaki kita masih hangat keinginankeinginan
melangkah berlari bahkan menendang
mulut kita masih hangat keinginankeinginan
mengecup bersiul bahkan mengumpat
mata kita masih hangat keinginankeinginan
melirik memandang menangis bahkan melotot
jiwa kita masih hangat keinginankeinginan
hasrat kita masih hangat untuk pemenuhan
sebagai karya, hadiah potret kenang kita
-09

Mar 16, 2009

rumah

0

darah mengalir menanami rumputan di jiwa
hijaunya alam jiwa menumbuhkan kedamaian
hangatkan kejemuan secangkir kopi

dan sepotong bulan tinggal cahaya
mendekap angin tenangan jiwa

-09

lukisan maya

0

dan lagi kau singkirkan keraguan demi keraguan
yang menerpa tubuhmu agar pada laut beku
keheningan leluas memanjatkan perihal kabut hati
yang telanjang. dengan bekal lukisan maya kau
telusuri kerling dunia pedang cinta dan airmata

dan lagi ketajaman matamu yang tak uzur di lekang
waktu kau tikamkan ke cakrawala hingga dahaya
menggurat di pelupukmu dengan segaris pelangi

Mar 15, 2009

dunia garam

0

pementasan belum selesai. engkau telah memasuki dunia ini.
penuh liku. lajurlajur hidup menunggumu. menetaskan air duka.
engkau masih saja di sini setia dalam pelukan lara. tapi ah,
engkau belum juga mau menyebabkan sepimu dulu. sekian rasa
engkau tanggung dalam bejana dan kuntumkuntum layu. sendiri

dunia garam bergelut di dalam jiwamu ruhmu saripatimu.
menularkan kesiaan tanpa batas, sergah patungpatung.
tapi engkau tetaplah memahatkan. sampai gelimang itu tuntas
menjamur pada patungpatung. mengangkasa seraya mengujimu.
dalam larung asa. memetikmu di bulan mekar.
seribu antri memasukimu. lebur dalam semedimu yang abadi.

-02

jatuh hati dengan cahaya

0

ada temu dengan cahaya
harum semerbak hinggap jendela
menderap hasrat menenun rindu
di hati simpan bujuk tuk pacu
tak habishabis rasa
saat mulai usang dan luka

ada temu dalam cahaya
dalam pencarian diri
melewati puing sesudah penggal
puisi di gantung mesiumesiu

ada temu dalam rasa dan cahaya
ajar jatuh hati dengan cahaya
bernama cinta

-09

Mar 14, 2009

di matamu sejuta menyimpan

0

sebelum dahan di tingkap
tergerai jatuh ke pangkuan
segala aroma matahari
menjemput jemarimu
merengkuh rembulanmu
daundaun menangis
bunganya turut runtuh
menumbuhkan benalu di tubuhmu

bila matamu sayu
tanganmu lunglai
kakimu turut geletar
gigil cekam seolah menerkammu

rumputan masih berembun
dan kabut menyelinap tanpa ampun
tinggal cahaya bergoyang
tak habis tengadah dipanjatkan

-09

Mar 13, 2009

pertempuran itu kekasih

0

pertempuran itu kekasih
melukiskan hakikat alam dari
mahkluk hidup, habitat dan
cuaca yang menerangkan periode
yang dipahami sebagai prioritas
kepribadian terinci dan monumental

pertempuran itu kekasih
adalah hidup dan mati menunaikan
rindu dari kerikilkerikil morfologi
sebagai hutangpiutang menyampaikan
jengkal demi jengkal indikasi
berkapasitas

pertempuran itu kekasih
luka yang berdarah dan nanah
sebagai sumber pengalaman
sejati di medan kering sebagai
amunisi guna merangkul humanisme

pertempuran itu kekasih
adanya kenistaan sarat kedahsyatan
disertai kenikmatan arogansi di
tengah kemunafikan sloganslogan
duniawi. menggiring provokator
berlaga di atas nestapa rakyat

pertempuran itu kekasih
kepalan menjadi dingin, kental
kemudian memanas. sanggup
melontarkan terjanganterjangan
bergengsi dan berirama sesuai
kemasyugulan demi menumbuhkan
solidaritas beratus bahkan
berjuta idealisme

pertempuran itu kekasih
betapa hormatnya. terhipnotis
bergaya intelegensi-politisme
menghimpun dokumentasi-ekspedisi
mencurahkan ketegangan
membangun kedigdayaan
sebagai persembahan pengabdian

pertempuran itu kekasih
jarak yang menorehkan dindingjiwa
janji yang mengambil sikap
hati yang meluaskan sikapjiwa
dengan ketetapan serta kemantapan
menjernihkan dan mencipta ladang
bumi yang perkasa dan merdeka

/2009/2011

romansa tentang api

0

pijakan apiku telah membakar gairah
nafasku meliarkan jejak pertemuan
kita. darah api dan nafas api berbaur
melahirkan perapian bebas di pusat
kerakusan zaman dan keedanan zaman.
tapi kita menikmatinya tanpa
segenggam keraguan

sekeliling kita bambu bercadar
menggoyanggoyangkan pinggulnya
meraih masadepan nafsu belaka.
ya, kita adalah peradaban yang
digoyanggoyangkan oleh mereka yang
doyan triping di diskotikdiskotik manja.
kita memang meresapinya tanpa
seuntai pikiran yang terbebani

kita masih melangkah berlari mendaki
dan terbang hingga bertengger
kesederhanaan bumi di dada kita.
lengkingan kita keluhan kita tangisan
kita adalah sandera bumi. tapi kita
masih terus berputarputar mendapati
kegamangan warna luar. kita masih
melingkarlingkar menarinari mencari
cari kemana warna hidup pada setiap
ujung jari kita

pijaran apiku telah menghanguskan
seluruh tubuh kita hingga nafas kita
menjadi abu yang siap dipaketkan
kepada sang raja sebagai upeti
pengganti kekalahan kita.
tapi sang raja masih memberi
kelonggaran pada kita untuk mengubah
segala macam bentuk elemen yang
menunggangi keremangan pengap
sekap di dada kita

pijakan apiku. pijaran apiku. telah
melumat ruang ragaku. telah mengubah
gerak rentangku. telah menyilaukan
jarak pandangku

pijakan apiku. pijaran apiku
kusilangkan berjajar di tiang gantungan
terakhir. badai datang mengirim
gerimis. menghujani petir. meremas
remas mataku. berdebu tersapu

pijakan apiku. pijaran apiku. merembes
bersama nafasku. membentuk cahaya
lintas. menerangi pengembaraan
tangan yang tersembunyi di saku
urathening dan rindu kemudian

-09

catetancatetan

0


 AMOIKU JAIM

nafas amoiku mewangi
seanggun anggur landai
di buai aku senikmat anggur
dalam kesepian yang sekap
saput demi saputan gelap
ruang menepi pagi

Amoiku Jaim, puisi 14 februari 2004, lantas di permak dikit sebagai
langkah awal di dinding Rumah Puisi Indonesia.
Berita baiknya datang dari RPI begini, 'puisi yang masuk ke RPI makin ledak dan dahsyat'.
semoga dapat diterbitkan menjadi acuan yang menggembirakan.
 Tanks, hidup dan kesabaran.
Buat temenku NP, dan semuanya,
dimana pun. Tanks.

/2012

Mar 11, 2009

catetan yang tertidur pulas

0

Deras masih mendera disini, lubuk pekikku. Semua harapan yang telah lama, lama sekali untuk
dapat menorehkan suarahati seperti di gilas dalam kejap! Rindu pecah, tergenang ke entahlah. Tapi aku masih coba lagi di sini, tanahranum, yang semoga saja area yang cuman segenggam tangan manusia. Mampu memberikan sesuatu yang baik, sebagai ajar yang memotivasi untuk lebih tegar, kuat dan taat beriman. Maka dengan Catetan Yang Tertidur Pulas, yang terukir dalam Facebook, sebagai kenang dan semoga kembali lebih indah.


CERCAH CAHAYA

sepagi ini binar embun jendela
kaca rumahku dipenuhi rimbun
gelayut hijau, amat hijau. dimana
kekakuan rindu yang berbondong
hampiriku. cercah cahaya, relung
mendekap, dekam hari tuk esok
dan dirimu

25des2008
(gabung facebook)


SECERCAH SORE DAN KEMUNGKINANKEMUNGKINAN KAKERLAK

biar saja pagi kemarin dan tadi
menarik pelatuk di ruang
kemungkinan untuk melayang
di ujung bulan. menjadi setabur
zaman peradaban kakerlak. dan
di sore ini cumbuan meniarap
curi perhatian tuk segera pergi
dari kesombongan kakerlak.
hm, usai senja di ujung, aku
telah bangun, meminang malam
sebelum bintang sergap, jadi kelabu

26des2008


KUYUP MELINTAS TUK PULANG

di luar masih deras, desir
berkelebat iring hari yang kuyup
Sepanjang jalanan lumpur di
cabik rodaroda di aspal, gemuruh
telah membuat gigil, merinding.
kemana sandal jepitku, biarlah
toh sepatu lebih aman di luar
nanti. dan helmku

27des2008


MENCARI, ADA DI DALAM

amat licin perbatasan ini
aku lagi ada waktu
untuk cepat
sampai

28des2008/2012



HAPPY NEW YEAR

negri dengan harapan baru
negri dengan genggaman baru
otomatis semangat kudu gede
kita pun musti pede
positive thinking kudu
duit pantang menyerah
2009, dekaplah dengan cinta

1jan2009
(duit: doausahaimandantaqwa)


DI BERI SEJENAK

aku di beri sejenak
waktu untuk yang masih ini.
asal kau senyum ato geli ato
nokomen ato apalah.
aku senang dapat berbagi
denganmu. meski belum
saling mengenal. 

/2012




BLAZER BLABLA

ini katebelece untukmu sahabat
segala asa, keakuan dan entahlah
juga permohonan maafku

protoli kecamuk di hati
pasang injection positivethinking
tingkatkan performa iman
haluskan karbu katakata
lintasi dan taati rambu kahuripan
kita singkirkan corengmoreng
di kehendakhati yang gundah

ketikaku cuma blabla
anggaplah mabok udang
ketikaku berselancar maya
bukankah aku facebooker

segenap lilin dan wewangian
juga blazer blabla

7jan2009


Yups, semoga aja setelah asa menggunduli, di tanah ini dapat terobati. So,harapan mulai tumbuh
kemana kuboyong ke hari mekar? Tetap setia pada catatan, mimpi yang menjulang.

/2012






Mar 9, 2009

hiroshima

0

gelap sekejap
darah mengendap
rata
dalam lingkaran mega

dingin panggang beribu ketandusan

di balik keliukan gunung
memancar gelang keemasan
dan kumandangkan janji dunia
: perdamaian

bangun dari mimpi gelap
bangun pula mimpi kejap

putih bersih kitari darah
matahari terbit lalu

01 september 1997

pisau dan leher

0

pisau di asah
leher menjerit
lahirlah darah

pisau tumpul
leher di cium
tumbuhlah birahi

pisau tajam
leher di cekik
jadilah perang

pisau dan leher
adalah saudara
saling butuh
tanpa bicara

pisau dan leher
mengikat kaul
menyingkap tabir
menggenggam rasa

23 juli 1997

Mar 7, 2009

Mar 6, 2009

masa kecilku cuma dolanan dan kenakalan

0

ini kisah besi
hari tak berjudul
hari cuma tinggal di siang bolong
kenakalan dolanan bocah
kerikil hingga berdarahdarah
kenakalan biasa dan lumrah
aku masih kecil
kebahagiaan ada dalam pelukan
ayah dan ibu
kebahagiaan muncul juga
dalam kenakalan
dan kenakalan dalam diriku
adalah aktifitas enjoy
dan mengkawatirkan juga lucu
ini kisah besi
kisah besi bukan turunan
tidak akan merusak masadepan
kerna aku sendiri
sekarang tidak lagi nakal
brengsek dan menjengkelkan
sewaktu aku masih kecil dahulu

aku kini
m
i
a
u

2009/2011

shiro petto

0

ini kali tak ada cerita
kecuali tanda sukacita
barang kali elo jualah
yang dapet gue andalin
selain rasa patah
mampet gile ato nyebelin
bikin gerah resah

aduh gue kejepit
kali suatu elo menjerit
sambil megang swalow jepit
nenteng gue n ngelurin duit
beli obat biar gue reda ngejerit

emang gue sandal jepit
toh elo kagak pelit
kamsia arigato maturnuwun
shiro petto katur bejibun
stibalah elo gue berskating ice
lewat mimpi bisa aje kali ye

2003/2011


shiro petto: kertas surat.

kena kau

0

kena kau
tadinya aku berpikir aku meragukanmu
tapi setelah di pikirpikir
aku rindu naksir kamu
abisnya kamu benerbener lumayan

dulu usahaku selalu melintir
sudah itu menggelincir
lalu ngacir
abisnya yang sudahsudah oke punya

padahal bukan maksud ngejar target
cantik ayu mulus langsing lagi tajir lagi
bukan
aku cuman keburu di samber orang

kepolosanku seperti anak panah
mengenai bayangan
hanya sebuah mimpi
dulu itu
tapi

aku sekarang orangnya jujur
tapi sedikit ngelantur
sudah itu
usahaku gagal
ini kali yang ke entah

aroma yang tak mampu kubaui
dengan pengetahuanku
menyudutkanku untuk lebih
baik mundur selagi
masih belum jadi bubur
lagilagi ngacir lalu
kecebur

bangun tidur
bu masak apa
ada sayur lodeh kesukaanmu
bu berangkat
hatihati di jalan

di jalan yang entah
di hari yang entah
di tahun yang entah
di waktu yang entah
di kesempatan yang entah
begitu saja lewat

di jalan yang buntu
di maut yang nyaris menyambar
di raungan yang hampir putus
seorang tangan menyelamatkan
aku tak tahu persis

di jalan yang lengang
cuma cericit burungburung kecil
cuma lantunan angin semilir
di tepi danau yang airnya juga tenang
ada suara halus di sana:
kita sudah impas
aku tak sengaja menolongmu.
halo siapa ini ya?
seperti katamu dulu, tak sengaja menolongku
cuma kebetulan.aku ucapkan terimakasih
sekali lagi. bye.
halo siapa ini, ponselku diam tak menyahut

aku beranjak mengambil diari
dari tahun ke tahun kubuka
hah '04 ada kamu di dalamnya
ada foto dan namamu
tanpa alamat surat dan telepon
satu hari suntuk karenamu
hari kedua tiga dan empat sibuk bermain game
guna menyingkirkan senyummu
ada sms: temui aku. aku lagi bt.
temani aku ngobrol. temenmu siti marie tiu

kena kau
aku tak lagi meragukanmu
setelah sekian tahun
hanya sesaat mengenalmu
dan tak ingin aku membiarkan
kehadiranmu begitu saja

aku rindu naksir sama kamu
abisnya kamu benerbener mengagumkan
aku beranjak menemui
mengajakmu
merangkulmu

2009

terkapar di halaman rumput

0

ada yang terkapar
di waktu malam
di halaman taman

seperti relief taman
melembab dingin
ada juga ranting
terpelanting
di geser angin

dingin
airmata rindu setia
ingin
jiwa yang tak siasia

2007/2011

puisi mawar buat nona deblonzka tariki

0

selamat pagi nona deblonzka
ehm lembut dan wangi nian nona pagi ini
oh ya hamba bawakan sekuntum putih mawar
hiruplah akan terasa segar
di hidung nona yang bangir

dengan kekuatan apaadanya
dengan keadaan apaadanya
dengan segala apaadanya
hamba pasrahkan keindahan
dunia ini pada nona

nona nona deblonzka tariki
bukan kebetulan bukan permasalahan
kalau hamba naksir nona
pada tatapan nona mata biru nona
pada senyum nona bibir yang merah ranum
pada jemari nona yang lembut dan hangat
pada langkah nona gemulai namun pasti
pada parfum nona yang menggetarkan
hasrat hamba
pada yang nampak atau pun
tak nampak pada nona

selamat siang nona deblonzka
udara sepertinya kurang bersahabat
pada setiap roman hari ini
sumpek dan gerah
tapi demi sang pujaan
bukan gengsi atau arogansi
hamba tetap datang kepada nona
hanya untuk menyerahkan
sekuntum kuning mawar
sesuai dengan t-shirt yang nona kenakan
siang ini

nona deblonzka
panas dan gelap mendung dan petir
adalah suatu yang patut disyukuri setiap hari
(nona deblonzka hanya tersenyum
kemudian mencium kuning mawar dan melambaikan
tangan sebagai tanda perpisahan sementara)

kami pun berpisah
hujan menderas sesampai dirumah
di kamar hamba merekam momen barusan
sangatlah berasa hingga ke lubuk terdalam
kemudian tertidur

tiba senja hujan mereda
mandi air hangat
bikin kopi
cicipi ketela goreng
nonton kartun

jam tujuh malam
hamba nyalakan tiger merah
melaju ke jalan mawar 2000
di pintu pagar nona deblonzka
hamba mematikan starter
memencet bel rumah
muncul wajah indo jerman jepang dan
prancis serta tegal dengan gaya khasnya

selamat malam nona deblonzka
hamba bawakan serangkum
mawar di kemas ikebana
untuk ulang tahun nona ke tujuhbelas
sebagai ungkapan kasih hamba terhadap nona
sebagai pengakuan cinta hamba pada nona
dan sebagai rasa hormat hamba pada nona

hanya sayang padamu kasih
hanya cuma padamu cinta
cuma cinta padamu belahan jiwaku:
deblonzka tariki

2009

puisi buat syalsabilla kirani

0

si kecil via
begitu ia di sayang
menegur, kapan om main kerumah
berulang email kubaca dari abinya

cercah cahaya kecil sahabat saya
menderap di bahu

ajari kejujuran
keluasan gapai awan
sebiru langit yang julang
bintang telah melihatnya
saat malam pun tiba
bulan dengan setia menunggu

2009

Mar 4, 2009

kesunyatan

0

ada masa renungan diri
ada masa renungan nasib
agar sepi kesendirian
tak menjadi lembar berduri

ada masa jaya menggiring
ada masa jaya menggelinding
manis di rasa setelahnya pahit
meniarap gumpal di ceruknya

ada masa merayu
ada masa mengadu
ada masa mengganggu
ada masa menunggu

tajam menyaksi
tajam menyiksa
menjadi juang
laju di ruang
kesunyatan

2009

tragedi musim berlalu

0

angin menderas menerpa di pintuku
menaboki dinding kalbu
merubah keharuan lama singgah
ledak atas gelagat dan pelangi

rupanya tangantangan kebodohan
mencipta mesin jadi tragedi
semenjak gapai terdampar bagai kano
yang di hempas atau diludahi ombak
menjadi luka panjang dan menafsirkan
:cinta adalah tragedi sebelum
laut menampar dan mencumbuiku kembali

2000/2009

kala ku tergoda

0

jangan pernah kau simpan senyummu
boleh jadi senyummu adalah semangat hidup
yang menggerakkan hatiku
tuk terus berjuang dan bekerja penuh riang
boleh jadi karena senyummu
aku lupa akan kesalahankesalahanmu
sebab itu gerakkan hidupku
dari senyum tulus dan riangmu

kasih aku turutkan hatiku
untuk memetikmu
sebagai simbol keberanianku

2003

terkurung dalam kamar jendela sendiri

0

malam bulan penuh
udara berserbuk kenanga
kenari tinggal diam
setelah gempa tsunami sebulan lalu
halaman di luar nampak koyak
tumplek menjadi perihal mengganggu
di jendela yang menyisakan puing
masih berkabung
masa sendiri hanya menekuri
kisah yang mesti
di tanggung
badan berdiri

2006

rumah senja

0

rumah senja
dinding kaca
musim semi
sepi penghuni

teratak langit
di barat
kuning terpajang
sekitar
ranting
salju

kalbu melabuh
puncak rindu

18 nopember 1997

tea of the moon

0

tak ada lagi yang hilang
ini pagi tak ada bus menjemput
sarapan pagi pun cuma shusi
sisa semalam
harapan sudah di depan dan
kesempatan meneriapkan
penggalpenggal hari
yang telah abu
kerna saya tak menganggap usang
pukul 10:00 dunia menyempul
dari jari tangan kiri ini

hups, dunia makin menyembul
ke atas memayungi hari yang terik
siap menuntun hingga kaki
tujuan terengkuh
ini juga bukan hari kebebasan
de la amor tequilla
kerna sebelum pagi memanggil
saya sudah dipulaskan senyum kepastian
di pojok tea of the moon
yang di padu thinking of you
sebelum malam yang berat lindap

2007/2009

Mar 3, 2009

ini bulan pada cahaya

0

ada sahabat hebat
dulu sekali
manis sungguh
seperti tak ada sekat
menuju berkali
pada gerimis pun tasbih

sahabat hebat
bulan pada cahaya
berkelebat
tak mampatmampat

2009

tak harap jauh

0

ujung sunyi kepalan menggantung
ledak di tengah lautan asa
sedapat kaki langkah kencang
kejar sekujur gerobak daging

harap tak jauh melenggang bebas
terlalu cepat pepori runtuh
gelitik sengat
ujung sunyi
kepalan pun di gantung

2009

harap tak pergi

0

jalan saja nuju matari
sebelum senja turun
sebelum hilang ingin
sebelum patah arang

kita dekap saja isyarat
sebelum senja turun
sebelum hilang ingin
sebelum tengkar memisahkan
dan gerimis hati jadi beku

2009

Mar 2, 2009

pengakuan

0

biar kubawa percakapan
dari keringat cekam
usah kau kena boneka buatanku
atau bakar saja
jadikan penawar gigil

kaliber telah menjemput
dari arah selatan

kutahu itu
dibawah bantalku
tergeletak anakku dan anakmu
berebut pistol saling menodong

2001

Mar 1, 2009

mengalir di sela jemarimu

0

omega romawi vatikan
juga roma pun okada
telah menyimpannya di sini
rapatrapat tanpa seorang pun

aku yang dulu mengagumimu
tertelan abu abad kini
terkenang hangat jemari
simbol perpisahan

antara ciuman dan bibir
antara enggan dan senyummu
mengambang

hak untuk memilih memiliki
juga menerima cinta
ya cinta
dari cinta kita sempurna

2000

boneka dalam darah

0

aku mengenalmu saat malam turun
pada perbatasan yang jingga
dipenuhi serabutserabut mimpi
sunyi makna

aku telusuri warna tubuhmu
yang membangkang di setiap pori
untuk keluar dalam darahku
kamu membisu
sunyi makna
dingin lebam

matamu mencair
mencari sosok
mencari baju

aku datang bukan titahmu
aku kembali bukan usiamu
malam jaga pagi tidur
siang lelah
jangan cerewet ini bonekamu mawarmu
buatanmu tapi selalu menelanjangi

bonekaku mawarku buatanku
siapa bilang celotehmu
siapkan pembakaranku
kamu diam
sunyi makna
dingin lebam
hilang abu

2000/2009

betapa malam dengan bibirmu

0

puncak nafas kesederhanaan
tanpa bulan bintang
tanpa maut menyongsong
berlenggang

bersemangat
di buai senyum tubuhmu
di jamu dinner segala
persenyawaan hening ombak
dan udara
rahasia berdua
jumpa kita

2002/2009

amanda cinta yang terbang

0

cinta itu merpatiku
lautku juga samuderaku
begitu malam yang menggelora rindu
amanda yang murni sutera dan biru
dalam cintanya telah pergi
akan birunya menempuh milmil cinta

ya cinta telah membebat pikir
memerah palung gerogot alamku
membilangbilang gila
mendulang rasa
ya amandaku terbang
pahat seutuhnya cinta

2002/2009

Feb 28, 2009

jemarimu suatu hari

0

satukan jemarimu yang lembut
pada jemariku yang kaku
agar matahari di dadaku
membentuk seteduh cahaya

gelombang kian hari menyesak
siap meruntuhkan dindingjantung
sedang hati merapuh di sapu
meski senyum dan jemarimu
kian akrab gigil ini jadi lunglai

berulang jadi luap
merambah ke ubunubun
jadi derap resah yang julang

pada hari yang sehasrat
gapai tak jadi luruh, tersekap
semakin dalam dan teduh cahaya

2000/2009

Feb 26, 2009

aku hanya ingin menciummu

0

aku hanya ingin menciummu keningmu
yang begitu letih oleh persoalanpersoalan masadepan
aku hanya ingin menciummu tanganmu jemarimu
yang begitu lunglai setelah persoalanpersoalan masadepan
aku hanya ingin menciummu kelopakmu
yang begitu redup oleh pencarian yang tak sampai
aku hanya ingin menciummu memelukmu
yang begitu pasrah oleh ukuran masadepan
aku hanya ingin menciummu menggendongmu
yang begitu sopan memilihku cintamu
harapanmu kekasihmu pelindungmu masadepanmu
aku hanya ingin menciummu meladenimu
yang begitu sanggup susah dan sedih
untuk mengarungi belantara masadepan
aku hanya ingin menciummu mendekapmu erat
agar hidup kita lebih teliti tanpa salah paham
aku hanya ingin menciummu membelaimu
aku hanya ingin memandangmu
aku hanya ingin menciummu membawamu
aku hanya ingin menciummu mengantarmu
pada suatu tempat agar lebih cepat dan akrab
menjadi anugerah yang fitri dan sentosa
aku hanya ingin menciummu menikahimu
yang begitu menggoda untuk selama bersama
aku hanya ingin menciummu mewakilimu
yang hanya tersenyum setiap kali ketemu
aku hanya ingin menciummu

2000

surat kamar batu

0

entah untuk ke berapa aku terhempas
tak jadi sekukuh dan seberani matahari
yang menerobos dan menjabat daundaun
pebukitan serta abu embun semesta
semenjak kehadiran tatap teduh jiwamu
serta lembut sikap hatimu telah
kuberdosa menapaki keingintahuan
akan cinta yang menjadi api gairah
dan tak lepas memungut satusatu senyum
tatap teduh yang bukan main menggoda

engkau telah menjadi nilai kesetiaan
sekaligus mengobati dan menusuk hening
kalbu lama terpekur

semenjak itu aku tak mampu
berbuat segala apa setiap rindu letup
membangunkan mimpi segenap jiwa dan
hati dengan mawar taman kecil sarat
batuan hening tapi saat itu juga
apijiwaku padam akan sorot kehadiranmu
rindu jadi kenyataan sekaligus rindu
menggantung jadi kepompong yang tak
sampai berubah kupukupu

betapa polos jiwa dan hati manusia adam
setiap saatsaat menjadikan kesempatan
saat itu pula tanpa kehendak kesempatan
merubah cinta sebagai embun heningluka
sepanjang harihari yang berkabut
dengan selimut kebuntuankebuntuan
setapak jalan teduh mengantarku
merapat ke tuju-mu

betapa buta dan tak berdayanya aku
akan sikap sedang hati kekasih
memuliakan nama-mu yang maha petunjuk
saat pertama atau terakhir seperti
tak mampu aku melindungi memperhatikan
penuh kasih tapi justru ia yang
meluangkan dengan sikap jujur lembut
semua memang butuh keberanian
seperti matahari yang sejati dan setia
menafasi dan tak henti membangunkan
semesta untuk segra melangkah ke terang
cahaya-mu guna hidup dan membekali hidup
demi bahagia di alam cahaya-nya

2001/2011

Feb 25, 2009

tipologi di musim terang

0

saya tak melihatnya sebagai momen
di musim terang tanpa huruhara
tanpa penggal cerita juga nama
semenjak bulan tiba di tepi kepala
kesadaran kesederhanaan berpendaran
di benak simulasi perhelatan
di tikung tiga sehasrat ruah
dalam tipologi memberi dan menerima
keadaan apa adanya membuat kita bahagia
penyatuan dengan sejujurnya
mendekap cinta ragam kasih tulus dilahirkan

2007/2011

Feb 24, 2009

di suatu ujung ketika kakiku

0

ketika kakiku melangkah
pada suatu titik yang tak tentu arah
aku mengeluhkan dirisendiri
kenapa musti berbondong kekakuandiri
kenapa musti tak berani menolak
bisikbisik paling entah dan ketika
kakiku melangkah pada suatu keindahan
aku menangis sejadinya
aku meruntas dalam keakuan
yang membawaku pada perih
ketika aku menoleh ke belakang
mengembara ke ujung dunia paling entah
ketika kutemui diriku dalam sepi
selalu saja aku menangis
kerna seutuhnya telah pergi dan mungkin
akan kembali setelah kakiku ini tak menapak
mengambang dalam angan yang fana

rindu yang bagaimanakah lagi
ketika kakiku telah lunglai
tak menemukan kebenaran sesungguhnya
aku sendiri bergolak menata diri
mendapati seutuhnya keindahan
menjalani hidup sampai tujuan

pada pagi yang cerah
berjalan menempuh diri seutuhnya
didalam kehatian di suatu ujung
ketika kakiku melangkah

2008/2011