Apr 23, 2009

terjerat

0

sebuah awal keberanian
dari harihariku
dari lantai hatiku

bersemi di antara lalulalang kebisingan
menegak bersama waktu
menjadi waduk tumpahan jiwa

sebuah awal kebekuan
dari sayap sembilu
di cekam belai menghasratkan

mengacu pilu
merongrong kepastian
menapaki kenangan basi

sebuah awal keburukan
dari lantai hatiku
dari harihariku

meringkuk dalam kesenyapan
menggiling masa remaja
buat rabuk belukar dahagaku

sebuah mimpi buruk
dari belukar dahagaku
menjadi pahit geliatku
di ranjang tidurku

sebuah awal yang tak akan lari
dari gelombang pendarku
menahan sayu
menelan rindu

: mohon datangkan ia padaku
dikeheningan segala dingin
sebelum mata gigilku menebar aroma melati

sebuah awal penyelesaian
dari dinding hati
berikut batu penyerahanmu

membasuh liuk lukaku
memeluk gemuruh dadaku
dan memahat segala di manis jemariku

sebuah awal mahligai
dari mahkota selaksa cinta
kami bersanding menghadap Cahaya
menyempurnakan pagar hati
tumpahan jiwa

99-01

0 komentar:

Post a Comment