sebuah awal keberanian
dari harihariku
dari lantai hatiku
bersemi di antara lalulalang kebisingan
menegak bersama waktu
menjadi waduk tumpahan jiwa
sebuah awal kebekuan
dari sayap sembilu
di cekam belai menghasratkan
mengacu pilu
merongrong kepastian
menapaki kenangan basi
sebuah awal keburukan
dari lantai hatiku
dari harihariku
meringkuk dalam kesenyapan
menggiling masa remaja
buat rabuk belukar dahagaku
sebuah mimpi buruk
dari belukar dahagaku
menjadi pahit geliatku
di ranjang tidurku
sebuah awal yang tak akan lari
dari gelombang pendarku
menahan sayu
menelan rindu
: mohon datangkan ia padaku
dikeheningan segala dingin
sebelum mata gigilku menebar aroma melati
sebuah awal penyelesaian
dari dinding hati
berikut batu penyerahanmu
membasuh liuk lukaku
memeluk gemuruh dadaku
dan memahat segala di manis jemariku
sebuah awal mahligai
dari mahkota selaksa cinta
kami bersanding menghadap Cahaya
menyempurnakan pagar hati
tumpahan jiwa
99-01
Apr 23, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment