Apr 29, 2009

spekulasi bunga

0

pada malam yang hampir menuntunku kau datang
bersama keranda di mataku. terlemparlah aku dalam
pasrah yang luruh oleh kerajaan kuasamu. telah kau
pinjami aku pedang hati untuk membunuh harihariku
di sepanjang gang yang tua lorong yang kelam agar
aku menjadi jawab yang pantas sebagai bunga hati
yang bersih di hadapanmu. tapi bunga menjadi
permainanku yang lalai dan kembali terdampar pada
malam yang amis. dan dalam genggaman sebagai
spekulasi yang memakan seluruhku

00-02

0 komentar:

Post a Comment