kemana udara ini malam semadi di tingkah kemarau
september. seperti tersemayam dalam salak kuburan
tua. seperti menyirap debu pada suasana kalbu
selesainya masuklah dalam ruang botolku
embun melibatkan suara macam kaca. menebalkan
lapisannya gelar binarbinar. udara pecah menelusup
jiwa sekal berserambi setanggi mawar
apa hati menobatkan dewa mars untuk mengawini
kemarau dengan sejuta pengabdian sunyi bening
di pelataran purnama
aku tak handal menggolongkannya. aku tak lekang
memerankannya. malam saja yang mengabadikan
udara september dalam ruang botol kacaku
september 99
Apr 21, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment