sembilan purnama lalu
kau sodorkan mawar
tapi kau membungkam
sebelum hidungku
menyerah diri
pada kedalaman mawarmu
sembilan purnama yang kau ragikan
kini mawarmu sesobek sunyi
dalam buai jejariku
mungkin ini mawar terakhir
kudapati terang wangimu
bagi sekujur mawar yang tertunda
ya benar
ini mawar memagut malam
penciumanku
99-09
Apr 20, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment