May 19, 2009

May 16, 2009

dayaku

0

seperti bunga atau apa engkau datang menyeruput
sepagi ini. padahal sunyiku belum juga sembuh.
kapal tenggelam dan hati merapuh. dayaku cuma kamu
merebut

03

sebuah mesium

0

botobotol. kencan yang terlalu lama. pil hitam kegemaran.
dan secarik kertas menggoda iman. meja judi. mesin judi.
kloning. dalam tol. tak ketahuan. pencurian dan dendam
kesumat menjadi abu keramat. mencoreng. membenah diri
dalam topeng mentereng. yang maksiat. yap maksiat
sebuah mesium keidaman yang menyiksa dan amat meluka.
menteror dan membidik alam yang tak mewaspada

14 januari 02

aku telah

0

aku telah jatuh hati padamu
walau tak sampai pernah sekali menciummu
hatiku tetap kutautkan hanya padamu
tapi kau menjadi milik yang lain dan aku
tetap menyiangi keindahan itu. jasad mayamu

16 januari 02

berdasar apa kupilih dirimu

0

merisauimu berpaling dariku
mencemburui bersama lelaki mana
walau tak sampai kau gali lelaki asing mana
walau kau tanam beribu desing di diriku
tiada obat paling jitu selain merinduimu
mendekap seganap hati dan luka

16 januari 02

May 11, 2009

janji

0

maka kujadikan sikap hati
wangi sejati
karena tatapmu erat
mendekap gemetarku
seolah kita saja berdiri
melengkapi cinta

01-03

sujud yang belum di padang buru

0

aku sujud. malam bulan penuh. ada rumput massal.
di tengahnya tumbuh batang pohon membentuk persis
cemara. berikut daun tanpa ranting. di hari tanpa
burung. masih sunyi di sini. aku masih mencari akan
kebesaranMu yang belum aku tahu. dan sungguh banyak lagi

01-09

May 5, 2009

festival matahari retak

0

aku duduk di tepian mengoreksi cendera mata yang
mendebarkan. aku lukis matahari di bayang matamu
agar kesalahpahaman di antara kita membenam
seluruh masa lalu yang dulu menterormu pada senja
yang berangkat nuju ke hening malam

dulu memang aku yang menyangsikanmu. dulu
memang aku yang mengasingkanmu dan pernah
kulumat bibir dan hidungmu berdarah hingga luka itu
mengejar membidikku agar pasrah di balik suteramu
yang membiru dalam senyum

di dalam festival ini kau bukakan kehadiranku guna
memaknai matahari retak musim hujan saat terakhir
ada yang siap menghujam. menjemputmu yang juga
kapan saja tiba waktu akan menjumpaiku. pulang

01-09

holmes kota terbuang dan cintanya

0

telah lewati kotakota bagai mimpi tapi tak kujumpai
hatimu. entah tersimpan di mana kala itu. telah kau
tebus kotamu dengan sekepal hati tanpa diam atau
dendam. tergenang aku dalam samudera cintamu

holmes tak tersisa lagi cintamu pada kota terbuang
dari amukan senjata politik kekuasaan yang keras
dan berebut. di sini dalam kota kecil tanpa teknologi
dan keserakahan kepolosan cintaku memenuhi ruang
gerak yang sejuk akan kedamaian hatimu buat
kuteruskan dalam puisi dan kemakmuran

01-09

demikianlah cinta

0

lalu kubunuh mataharimu yang telah mencerca
kepanikanku. bermacam aroma telah menikamkan
ujung kukunya di dadamu dengan gegaman cinta
yang membutakan. karena nurani di dalam diri
berliku menjalani cinta menempuh cinta. siapa yang
begitu diam atas macam kebuntuankebuntuan setiba
menyumpahi ketakberdayaan mimpi yang berkayuh.
gita cinta menggapai hatimu jejakku yang selalu
menguntit telah menghitung indahmu hingga di
serambi lukaku yang menjatuh airmata pertaubatan
melupakan hedonisme yang sempat mendarah
demi menembus sejatinya pedang dan cinta

01-09

yang singgah di hati

0

telah lama kita ada dalam sebuah tanda tanya
guna menempuh ruang paling dalam di taman hati
kita. oleh karena kita berdiri dan menatap
kesempatan yang datang di depan kita dengan
mengunci diri. padahal kita berdampingan duduk
bersebelahan. padahal tak semestinya saling berdiam
diri. padahal aku menyukaimu tatapanmu yang
teduh sikapmu yang anggun juga senyummu.
padahal dirimu memang sangatlah menarik. mampu
menghadirkan pesona yang mengantarku ke dunia
cantik penuh gairah dengan debar mengalun tak
beraturan yang membuat lelah sadarku pergi.
menggantinya dengan simponi lembut menawarkan
dunia kasih sayang

01-03

demikian kukatakan cinta

0

di pantai kuajak perempuanku berkejaran saling canda
lalu kurangkaikan rambut yang berkebaran oleh semilir
wanginya kuciumi hingga kutemukan cinta pada senyum
dan gelak. di malam kutuntun perempuanku bermesraan
memadu kasih. lalu kukalungkan bunga dari beragam
rindu menumpuk. saat berpelukan dan cium kutemukan
cinta pada gigil suasana. demikian kukatakan cinta saat
saling butuh untuk asing kembali di saatsaat keruh dan
tajam. sampai samasama ada rindu dan sesal guna
menerima cinta sebenarnya

01-03

May 4, 2009

tak juga aku menyatakan

2

tak juga aku menyatakan hanya memimpikan kapan
engkau menyerangku sambil berserapah kemudian
terisak rebahan di dadaku bidang. dalam belai kuusap
pipimu kubenahi rambutmu. kita bangun rumah di tepi
laut dan gelombang. bersama lilin dan remang cinta dan
mawar kita buat,

tibatiba ada yang menggedorku di jendela lalu kupasang
selembar hati biar menjadi kenang dalam melawan
kesepian maya

tak juga aku menyatakan hanya memimpikan. surat
menumpuk tak jadi kukirrim kepadamu. tak juga aku
menyatakan hanya asing membisu. saling cakar dan
terkam di kepala. biar saja buat asosiasi sekalian
kulumat bayangmu

01

isyarat

0

kamar tidur meja makan kebun taman
telah menjadi puisi berbingkai di kepalaku
tapi ada yang membuat jatuh berpangku pada batu
tak kulupakan pertemuan telah kubatalkan hasrat

19 februari 01

diam sajak

0

kurejam
nama dan kata
untuk kembali atau tak
padamu

saat selalu menguji
merubah ke hening
jadi air mata

benar sampai padamu

ya
padamu selalu

24 februari 01

mimpi baru

0

lalu kami singkirkan ketakberdayaan kami
demi menempuh mimpi baru
dengan bagai pangeran malam
mendekap bulan impian
isyarat yang lama singgah mendekam

6 februari 01

cinta tanah baru

0

soal waktu. kami tak pura menjawabnya
impian dan sederet cobaan membagi
mendirikan cinta di tanah baru
nyaman dan damai
di tepi gelombang laut
tanpa luka sebagai sakit dan sebaliknya
menatap lurus harihari menghadang datang

6 februari 01

nisan

0

telah lama
satusatu menjadi bagian
di antara kita
bahwa memang tetap bersanding
dunia dan akhirat
selama bersanding

6 februari 01

selembar ilalang

0

selembar ilalang menggoda
menggantungkan sunyi pada angin
dan terlihat di sana
gerimis mengacungacungkan
tanah ilalang pada senja

alir bersandar kemudian
pada tetesannya yang curam
membangunkan bungabunga
berkelopak
tentang duka apa di sana

selembar ilalang jatuh mengering
mengalung leher
membaringkan sunyi

00-03

May 3, 2009

cinta bertanya tentang mawar

0

kamu bertanya tentang mawar yang aku toreh di dada kiri
menuding bahwa ada persoalan yang mesti dijelaskan
seperti menggiringku ke padang pengadilan

aku takut kehilangan dirimu, katamu
aku mencintaimu. aku bangga sejak pertama mengenalmu
padahal kamu penganggur tetapi aku coba mengerti dan
memahamimu. namun mengapa memetik mawar yang lain.
aku menjaga untuk rapi dan sederhana agar menyayangiku
apa yang terjadi sayang

kamu selalu saja ingin tahu siapa aku

tetapi aku mempelaimu. isterimu

aku kehilangan kepenyairanku. aku buntu oleh ideide

ah itu sifatnya hanya sebentar saja sayang. karena
dirimu selalu kacau. selalu untuk emosi dan memarahiku

tidak. aku tidak bisa membahagiakanmu lagi.

yang dibutuhkan kesadaran menyayangi mencintai. jujur dan
setia. kesederhanaan dan keakraban membuat kita damai

ah kamu seperti puisi saja,
aku menciummu dahimu hatimu

kami pun sepakat bertaman hati di samping mawar

00-09

lukisan peran

0

matahari memantapkan hatiku
untuk menatap wajahmu
wajah yang penuh pesona
di jantung kehatianku
dan matahari
tak kan mengusik kesucian hati
yang setibatiba rebahkan bunga
di hadapan senyum juga tanganmu
sebagai puisi perkenalan kita
jemariku peluk lukisan peranmu

00-09

pantai negri putih

0

berjalan di iringmu di pantai putih
udara mengibas rambutmu berkebaran
sebagai musim lalu harummu menebar
mengantar mimpi di jiwaku

oleh alunmu aku tertawan di apung segala rindu
dalam gaun yang anggun menggurat
dalam mata yang bening caya mendebar
dalam bibir yang memerah silau membakar
dalam tangan yang lembut menari menerayap
dalam langkah yang rapi mengayun menjelajah

gemulai alunmu gemuruh alir menggemunung
di antara bukitbukit rindang
di antara belantarabelantara
di antara tipis semilir pantai
di antara gejolak rindu terang
untuk dipahatkan sebagai keindahan

dengan perahu kukayuh negri putih
menelusur pantai putih hingga hati melipur
memutih diri sesejuk salju di jiwaku

00-09

kehangatan

0

berulang kita jumpa
berulang kita cuma senyum
saling pandang saling curi
dengan seribu bahasa sejuta harap

betapa kita saling beri
menerima dengan malu
untuk kemudian malu
karena hanya sepi dalam dekapan

hati berbunga
membaur pada cinta yang mewangi
menderapkan kehangatan
memukul dindingdinding jantung
hingga hangat menyerap
ke putik damai

dan hati bertanya
dimana kehangatan yang lain
selain damai akan cinta ini sendiri

11 april 00

persandingan

0

begini yang kamu tawarkan
pepat tak di rasa
namun wajah rembulan
penat menggusar mimpi
karena hanya sepi
teman di dalam mimpi
karena hanya sepi
rembulan siap bergulat denganku

4 april 00

May 2, 2009

menawarkan hening

0

malam dalam nafas rindu
tenang udara tanpa bisik sesiapa pun
di tingkap cahayanya tegur

adalah cinta dalam darah mengalir
derap deras mendaging serang sepi gigil
menawarkan hening setenang genang

00-09

el shanty

0

negri kesayangan
kesayangan bunda
kesayangan bapa
mengalir dari kasih

kemudian lahir cinta
kita tuang dalam gelas
menjadi beribu rasa
dalam alun nafas

beragam kita dekap
dari jendela udara pagi
untuk kangen berkepanjangan

00-03

meski senyum

0

akankah kutemui senyum abadimu nona manis
ah meski senyum kamu bukan monalisa
tetap menyimpan dalam gairah sajaksajakku
canda dan senyum mabuk kita menikmati

kuteruskan peta ovalmu akankah nona
hingga harum dekap jiwamu segera
kupetik senyum ingin sekujurmu dalam ruang
nian magnit saja merepotkan mataku
oh alangkah kuteruskan dalam indah kemudian

00-09

tertampak di sana

0

dan digiranggirangkannya matahari
untuk tak sampai dalam kelebat
yang membebat pikir

dan tertampak di sana
matahari mengukir senja
di sampingnya gununggunung tebas
saling cakar dan terkam

di pintu selalu tegur
betapa hilang
ke dasar pikir
kemudian

00-09

bingkai

0

kutemui wajah bunda
tersenyum setangkai mawar

dan wajah bapa
dalam keringat malam
memberkati sebuah belati
tapi untuk apa kita ada bapa

membersih luka batin
dengan sebuah belati
dan setangkai mawar membalut
membingkai ragamu

00-03

potret kenangan

0

lalu kau tiupkan hatiku untuk mencari keberadaan kekasih
yang tak bakal mati selama aku masih hidup sebagai puisi
walau telah kau rebut sebagai kekasih untuk pendamping
masadepan baru. tetap saja kenangan tak bisa keluar dari
dalam daging hati yang telah menyatu dalamdarah, begitu
bisikbisik menghampiri. lebih baik segera kunikahi perempuan
sebagai sukses hidup. ah lebih baik kutulis puisi sambil
menunggumu dalam penantian yang tak mati di tiup angin

00-03