kamu bertanya tentang mawar yang aku toreh di dada kiri
menuding bahwa ada persoalan yang mesti dijelaskan
seperti menggiringku ke padang pengadilan
aku takut kehilangan dirimu, katamu
aku mencintaimu. aku bangga sejak pertama mengenalmu
padahal kamu penganggur tetapi aku coba mengerti dan
memahamimu. namun mengapa memetik mawar yang lain.
aku menjaga untuk rapi dan sederhana agar menyayangiku
apa yang terjadi sayang
kamu selalu saja ingin tahu siapa aku
tetapi aku mempelaimu. isterimu
aku kehilangan kepenyairanku. aku buntu oleh ideide
ah itu sifatnya hanya sebentar saja sayang. karena
dirimu selalu kacau. selalu untuk emosi dan memarahiku
tidak. aku tidak bisa membahagiakanmu lagi.
yang dibutuhkan kesadaran menyayangi mencintai. jujur dan
setia. kesederhanaan dan keakraban membuat kita damai
ah kamu seperti puisi saja,
aku menciummu dahimu hatimu
kami pun sepakat bertaman hati di samping mawar
00-09
May 3, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment