May 2, 2009

potret kenangan

0

lalu kau tiupkan hatiku untuk mencari keberadaan kekasih
yang tak bakal mati selama aku masih hidup sebagai puisi
walau telah kau rebut sebagai kekasih untuk pendamping
masadepan baru. tetap saja kenangan tak bisa keluar dari
dalam daging hati yang telah menyatu dalamdarah, begitu
bisikbisik menghampiri. lebih baik segera kunikahi perempuan
sebagai sukses hidup. ah lebih baik kutulis puisi sambil
menunggumu dalam penantian yang tak mati di tiup angin

00-03

0 komentar:

Post a Comment