May 5, 2009

festival matahari retak

0

aku duduk di tepian mengoreksi cendera mata yang
mendebarkan. aku lukis matahari di bayang matamu
agar kesalahpahaman di antara kita membenam
seluruh masa lalu yang dulu menterormu pada senja
yang berangkat nuju ke hening malam

dulu memang aku yang menyangsikanmu. dulu
memang aku yang mengasingkanmu dan pernah
kulumat bibir dan hidungmu berdarah hingga luka itu
mengejar membidikku agar pasrah di balik suteramu
yang membiru dalam senyum

di dalam festival ini kau bukakan kehadiranku guna
memaknai matahari retak musim hujan saat terakhir
ada yang siap menghujam. menjemputmu yang juga
kapan saja tiba waktu akan menjumpaiku. pulang

01-09

0 komentar:

Post a Comment