Apr 9, 2009

Mengapa Muncul ULTRASONOT

0

Sebelum di dakwa untuk menjelaskan secara rinci atau spesifik mengenai arti kata "ultrasonot",
terlebih dahulu saya akan menceritakan sebuah pengalaman / pergolakan batin yang menimpa
saya, so mengenai mengapa muncul kata ultrasonot sebagai judul puisi.
Berada di tangga atas (bukan di lantai atas gedung) di dalam pabrik tempat ruang saya bekerja pas giliran shift malam, sekitar pukul 20an wib, saat mesin produksi rekan saya mengalami trouble, dengan iseng mengklik om google; mobil termahal berikut pajaknya. Kerna khayalan
untuk berfoto dengan SUV Hummer H2, begitu kental, memaksa jari-jari ini, hanya sekedar ingin tahu saja mobil-mobil ultra mewah, tanpa maksud untuk mencurinya, tapi sangat mencuri perhatian saya.
Nah, dari sini muncul kata 'ultra' yang diikuti kata 'sonot' setengah jam kemudian yang membentuk garis melengkung menyerupai pelangi. SONOT, ya sonot. Begitu menyekap. Berjubelan, menjejak-jejak di ruang benak. Untuk segera keluar menjadi puisi. Sonot, ultrasonot. kalo
ultrasonik udah jelas maknanya. Sedang ultrasonot?
Lalu kuambil kertas dan mulai menulisnya, membentuk puisi. Muncul lumutlumut tumbuh, ada juga papirus tumbuh (yang kemudian kuganti; liana dan epifit tumbuh), setelah mengklik om google,
-papirus. Setelah melakukan revisi yang tak kunjung selesai, hingga kubawa pulang beban ultrasonot yang tak henti merengek-rengek minta dibuatkan puisi. Kerna benar-benar buntu mengenai
ultrasonot (penikmat sastra yang belajar menulis puisi menemui jalan buntu, kuldesak!, jadi inget lagunya dewa19)
Ultrasonot menjejak-jejak ruang benakku. Ingin cepat lekas di sebut 'puisi'. Tanpa mau didampingi sajak di depannya, sajak ultrasonot. Waduh runyam! Planing yang mesti direalisasikan. Sesuai efisiensi, begitu istilah dalam pekerjaan saya. Rutinitas saya di pabrik. Okay, setelah utak-atik, lalu;

ultrasonot

langit benderang
udara berserbuk di pukulpukul
pucuk kanopi. lumpuh di bawa
lumutlumut tumbuh

lumutlumut tumbuh
liana dan epifit tumbuh
di garis lengkung ultrasonot
mengucur keringat arktik

langit benderang
udara berserbuk plastik cuat
mengubur harihari yang jungkal

april 2009

Alhamdulillah, selesai sudah aku mengandung. Ultrasonot bener-bener lahir jadi judul puisi hasil hubungan daya khayal, ruang angkasa (kosmonot dan astronita), dengan nuansa hutan tropis.
Jadi dengan tanpa mengurangi estetika puisi dan tanpa ingin menambahkan satu kata 'ultrasonot' ke dalam KBBI, saya hanya ingin coba menyimpulkan;

ultrasonot 'di unggah' keakuan diri dalam pergolakan batin, dengan membebaskan diri dari kekang, penyeimbang diri di ruang sekap, dari keinginan berlebih yang meraungruang.

langit benderang
si ultrasonot jebolan kosmonot dan astronita
mengubur harihari yang jungkal.
merubahnya harihari yang songsong

Yups, buat LILI, terimakasih udah mampir  n terimakasih atas commentnya. Kerna commentnya
inspiratif banget untuk di dedah. Meski ULTRASONOT perlu pemahaman yang kongkrit mengenai arti sesungguhnya.Okelah kalo begitu, saya petik ungkapan GM (Goenawan Mohamad) mengenai
sajak; "kalau tidak dapat dipahami cukup dinikmati saja".

Salam Sastra.


Lampung, 9 April 2009/16 Oktober 2014

0 komentar:

Post a Comment