Feb 26, 2009

surat kamar batu

0

entah untuk ke berapa aku terhempas
tak jadi sekukuh dan seberani matahari
yang menerobos dan menjabat daundaun
pebukitan serta abu embun semesta
semenjak kehadiran tatap teduh jiwamu
serta lembut sikap hatimu telah
kuberdosa menapaki keingintahuan
akan cinta yang menjadi api gairah
dan tak lepas memungut satusatu senyum
tatap teduh yang bukan main menggoda

engkau telah menjadi nilai kesetiaan
sekaligus mengobati dan menusuk hening
kalbu lama terpekur

semenjak itu aku tak mampu
berbuat segala apa setiap rindu letup
membangunkan mimpi segenap jiwa dan
hati dengan mawar taman kecil sarat
batuan hening tapi saat itu juga
apijiwaku padam akan sorot kehadiranmu
rindu jadi kenyataan sekaligus rindu
menggantung jadi kepompong yang tak
sampai berubah kupukupu

betapa polos jiwa dan hati manusia adam
setiap saatsaat menjadikan kesempatan
saat itu pula tanpa kehendak kesempatan
merubah cinta sebagai embun heningluka
sepanjang harihari yang berkabut
dengan selimut kebuntuankebuntuan
setapak jalan teduh mengantarku
merapat ke tuju-mu

betapa buta dan tak berdayanya aku
akan sikap sedang hati kekasih
memuliakan nama-mu yang maha petunjuk
saat pertama atau terakhir seperti
tak mampu aku melindungi memperhatikan
penuh kasih tapi justru ia yang
meluangkan dengan sikap jujur lembut
semua memang butuh keberanian
seperti matahari yang sejati dan setia
menafasi dan tak henti membangunkan
semesta untuk segra melangkah ke terang
cahaya-mu guna hidup dan membekali hidup
demi bahagia di alam cahaya-nya

2001/2011

0 komentar:

Post a Comment