Mar 13, 2009

catetancatetan

0


 AMOIKU JAIM

nafas amoiku mewangi
seanggun anggur landai
di buai aku senikmat anggur
dalam kesepian yang sekap
saput demi saputan gelap
ruang menepi pagi

Amoiku Jaim, puisi 14 februari 2004, lantas di permak dikit sebagai
langkah awal di dinding Rumah Puisi Indonesia.
Berita baiknya datang dari RPI begini, 'puisi yang masuk ke RPI makin ledak dan dahsyat'.
semoga dapat diterbitkan menjadi acuan yang menggembirakan.
 Tanks, hidup dan kesabaran.
Buat temenku NP, dan semuanya,
dimana pun. Tanks.

/2012

0 komentar:

Post a Comment