Jun 11, 2009

di sudut bongkah tiang bulan kian berang

0

bulan benderang. kian terang bayangbayang itu.
wajah yang selalu lekat tak bersekat. namun jerat
kuciptakan lewat ciut yang kurangkai semakin dekat
menyekap lindap sekujurku. termamah dalam kaku
pepaku. tancap tanpa ucap. kekinian kian kuyu.
semakin tak beranah semakin nanah dan semakin
payah. nanar di manamana mengerjabku. mengejar
tetali pada liangliang hati. namun linang bagiku
cuma pahpah. hm alangkah aku teruruk dalam
syahdu lembayung. lenggang kangkung dunia.
cemoohlah aku. pepakulah aku. hinggaku waspada
pada jamjam penjelangan.
o alangkah tersuruk sedalam bungkus yang busuk
aku kulai deraiderai berberai

di sudut bongkah tiang bulan kian berang mengepel
helaihelaiku. di sepanjang jalan yang menggenang
aku dihadiahi sekepal lumpur gerobak yang setiap
kali menapak mengusung marka

mei 09

0 komentar:

Post a Comment