aku memula pukul operandi
memuat puja denting paralars
memetik rinai sepagi engkau
namun lara juga menuai pasi
detikderit memutar kencang
membatuk dalam denyut labirin
aku membosan dalam denyar laut
namun bungkam ombak menarikan
pilinpilin menatah patah tualang
hingga gema. dimana putihkuning
memijar sealun mozart sembunyi
hingga langkah hingga hinggap padu
aku doa. doa sepetik anggur
melebur letih aspirin hingga tak langkah
hingga mozart tetap sebisik engkau. engkau
18022015
Feb 18, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment